Opini

Haruskah Bayar Parkir di Fakultas Sendiri?

Haruskah Bayar Parkir di Fakultas Sendiri?

Pada tahun 2005 di Fakultas Teknik dilaksanakan pembangunan gedung baru yaitu gedung kuliah bersama 3 lantai yang dipergunakan untuk proses belajar mengajar program studi Teknik Perkapalan, Teknik Geologi, Teknik Geodesi. Tahun 2007, 2008 dan 2009 dibangun lagi gedung kuliah bersama untuk program studi Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Teknik Perkapalan, Teknik Geologi, Teknik Geodesi dan Sistem Komputer dengan dana DIPA Fakultas Teknik Undip. Pada tahun 2010, dibangun gedung kuliah bersama 3 lantai bantuan dari PT. Pertamina (PERSERO) yang akan digunakan untuk Program Studi Teknik Geologi. Selain itu juga sedang dibangun gedung utama Fakultas Teknik 5 lantai dengan dana DIPA Fakultas Teknik UNDIP.

Bangunan yang lebih dikenal dengan Gedung Kuliah Bersama (GKB) pada tahun 2015 ini dimanfaatkan oleh 5 jurusan di Fakultas Teknik. Jurusan – jurusan tersebut yaitu, Teknik Lingkungan, Teknik Sistem Komputer, Teknik Geodesi, S-1 Teknik Perkapalan, dan Teknik Industri yang hanya menghuni 2 ruang GKB.

Seiring bertambahnya mahasiswa yang melakukan kegiatan belajar mengajar di GKB, bertambah pula jumlah kendaraan bermotor. Kendaraan – kendaraan tersebut ditampung didalam satu area parkir di depan gedung yang bersebelahan dengan Kantor Dekanat Fakultas Teknik tersebut. Area parkir tersebut berada dalam satu lahan dengan lapangan voli dan basket Fakultas Teknik.

Berbeda dengan beberapa fakultas lain yang pembayaran keamanan parkirnya sudah ditanggung oleh pihak Dekanatnya, Fakultas Teknik belum bisa memfasilitasinya. Kemudian terjadi kecemburuan sosial di tengah mahasiswa yang mengakibatkan timbul pertanyaan mengapa parkir di Fakultas sendiri, mahasiswa masih harus membayar, padahal keamanan yang didapatkan hampir sama dengan fakultas lain. Tak banyak yang tahu bahwa lahan parkir tersebut disediakan secara cuma – cuma oleh pihak Dekanat Fakultas Teknik namun belum diberikan kemanan yang memadai. Keamanan area parkir dilimpahkan sepenuhnya ke masing – masing jurusan yang masih menghuni GKB.

Dikarenakan kondisi parkir yang aman sudah menjadi kebutuhan, muncullah kebijakan untuk membuat sistem pembayaran parkir kolektif dan penyediaan petugas parkir. Kebijakan tersebut dilakukan oleh 4 jurusan penghuni GKB yaitu, Teknik Lingkungan, Teknik Sistem Komputer, Teknik Geodesi, dan S-1 Teknik Perkapalan.

“Terkadang memang muncul pertanyaan mengapa parkir di fakultas saya sendiri masih harus bayar? Apakah tidak bisa seperti beberapa fakultas lain yang bisa gratis parkirnya? Saya berharap pihak Dekanat mungkin bisa mempertimbangkan kembali untuk sistem parkir yang aman dan mahasiswa tidak perlu berbayar lagi”, komentar Maharani, Mahasiswi Teknik Industri.

Sistem pembayaran parkir kolektif dilakukan sejak tahun 2005 dan dikelola oleh Himpunan Mahasiswa dimasing – masing jurusan. “Parkir di fakultas Teknik masih berbayar dikarenakan pihak Dekanat tidak memberikan fasilitas petugas parkir, sehingga tanggung jawab keamanannya dilimpahkan ke masing – masing jurusan. Sebenarnya ini merupakan metode yang bagus supaya mahasiswa mandiri dalam mengurus pembayaran gaji ke petugas parkir”, ujar Alif, selaku penanggung jawab pembayaran parkir Mahasiswa Teknik Lingkungan.

Pembayaran kartu parkir dilakukan tiap 1 tahun sekali dan dikumpulkan secara kolektif ke pengurus Himpunan Mahasiswa Teknik Geodesi. Uang tersebut dialokasikan untuk membayar petugas parkir dan untuk perbaikan fasilitas parkir. “Bagi mahasiswa yang memiliki kartu parkir kolektif tidak dikenakan biaya parkir karena saya digaji perbulan dari pembayaran kartu tersebut. Namun, bagi mahasiswa yang tidak memiliki kartu parkir dikenakan biaya parkir sebesar Rp500,-ˮ , jelas Dwi, ketua petugas parkir yang sedang bertugas di area parkir GKB, Rabu (13/5/2015).

Jadi, dari pembahasan tersebut kita dapat mengetahui alasan diberlakukannya pembayaran bagi mahasiswa yang parkir di area parkir Fakultas Teknik.

Oleh : Dea Rahma Sabrina

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Dilema Pilkada 2020 di Tengah Pandemi

adminOctober 10, 2020

Polemik Kata “Anjay”

adminSeptember 21, 2020

Mahasiswa Baru: Keresahan Kaderisasi, Teman, dan Dosen Online

adminAugust 17, 2020

New Normal, Herd Immunity dan Segala Ketidakabsahannya

adminMay 31, 2020

Kebijakan Tutup Pintu Saat Lebaran

adminMay 27, 2020

Suara BEM-U Atas Surat Edaran Penyesuaian UKT

adminMay 13, 2020