Opini

Media Dan Publik

Media Dan Publik

Tahun 1998, berkat Habibie, masyarakat kini mudah berpendapat. Kebebasan pers diagung-agungkan, menjadi sebuah fenomana unik yang pada akhirnya berimbas pada pesatnya media saat ini.

Media menurut KBBI berarti alat; alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dan sebagainya). Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah, media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan.

Media harus berinteraksi dengan publik. Hubungan simbiosis ini menjadi tak terelakkan lagi dengan kebutuhan masyarakat akan informasi terus meningkat. Masyarakat akan menilai sesuatu lewat informasi yang mereka terima lewat media. Hadirnya internet membuat akses untuk mendapatkan informasi menjadi lebih gampang, dan lebih cepat didapat dibandingkan media lain seperti televisi, radio, dan media cetak.

Kini, opini lewat tulisan maupun gambar dapat dengan mudah disebarluaskan melalui media sosial. Meski banyak sekali wadah bagi masyarakat untuk berpendapat, sosial media tetap menjadi salah satu favorit dari segi kemudahan, kecepatan dan fungsi. Menurut data dari US Census Bureau, Global WebIndex Wave 11, pengguna sosial media mencapai 15% dari keseluruhan penduduk Indonesia yang berjumlah 251.160.124 jiwa. Sungguh jumlah yang fantastis. Kecepatan penyebaran info melalui media internet menjadi salah satu hal yang paling diandalkan manusia saat ini.

Buruknya, kebiasaan masyarakat yang mudah percaya dan tidak menyaring informasi tersebut biasanya memiliki tingkat persuasif yang tinggi. Masyarakat dapat terpengaruh dan terpancing melalui isu-isu yang masih belum jelas asalnya. Budaya men-check dan recheck-nya terlebih dahulu belum menjadi kebiasaan yang ujung-ujungnya dapat memancing prasangka buruk terhadap sesuatu. Kemungkinan buruknya, berita yang masih simpang siur tersebut dijadikan patokan masyarakat dalam bersikap dan bertindak.

Di pihak ini, media mesti netral tanpa pengaruh. Media diharap memberikan informasi yang tepat dan sesuai dengan kadarnya. Apabila suatu golongan mengendalikan media, maka ia sudah tak lagi murni. Tujuan terselubung yang disampaikan akan ditelan masyarakat, karena masyarakat menganggap media sumber mencari kebenaran, sehingga hampir semua informasi ditelan oleh masyarakat. Tak ayal lagi bahwa media merupakan tonggak dalam pembentuk opini.

Oleh karena itu, media harus menjadi pihak yang cerdas dan mencerdaskan. Tanggung jawab besar berada di tangan media dalam menggerakkan opini masyarakat, meski di lain pihak masyarakat juga diharapkan semakin cerdas dalam menyikapi informasi.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Dilema Pilkada 2020 di Tengah Pandemi

adminOctober 10, 2020

Polemik Kata “Anjay”

adminSeptember 21, 2020

Mahasiswa Baru: Keresahan Kaderisasi, Teman, dan Dosen Online

adminAugust 17, 2020

New Normal, Herd Immunity dan Segala Ketidakabsahannya

adminMay 31, 2020

Kebijakan Tutup Pintu Saat Lebaran

adminMay 27, 2020

Suara BEM-U Atas Surat Edaran Penyesuaian UKT

adminMay 13, 2020