Seputar Tembalang

Siaga Kasus DBD di Kecamatan Tembalang : Tim PBL FKM Gandeng Himpunan Mahasiswa Sipil Undip

Siaga Kasus DBD di Kecamatan Tembalang : Tim PBL FKM Gandeng Himpunan Mahasiswa Sipil Undip

Minggu (22/10/15) menjadi salah satu hari bersejarah bagi perkembangan inovasi promosi kesehatan di masyarakat, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Pada hari itu, telah terjadi kesepakatan antara Tim PBL FKM Undip Kelurahan Bulusan dengan Himpunan Mahasiswa Sipil Undip mengenai pencegahan penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai upaya untuk menekan angka kasus DBD di Kecamatan Tembalang.

Data Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2009-2011 menunjukkan Indonesia menempati peringkat pertama penyakit DBD di Asia Tenggara. Kota Semarang menempati peringkat kedua tertinggi kasus DBD di Jawa Tengah, dan Kecamatan Tembalang menempati peringkat pertama kasus DBD di Kota Semarang.

Salah satu Kelurahan dalam Kecamatan Tembalang yang menjadi sampel penelitian kasus DBD oleh Tim Praktik Belajar Lapangan (PBL) FKM Undip yaitu Kelurahan Bulusan. Salah satu indikator keberhasilan program pencegahan penularan penyakit DBD oleh nyamuk Aedes aegypti adalah data Angka Bebas Jentik (ABJ). Data ABJ hingga bulan oktober 2015 di Kelurahan Bulusan memiliki rata-rata 86%, angka ini masih jauh dibawah target ABJ nasional yakni 95%. Data ABJ ini sangat memprihatinkan, dan menggambarkan bahwa kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) belum terlaksana dengan baik.

Mahasiswa yang merupakan warga pendatang khususnya yang tinggal di Kecamatan Tembalang terancam tertular penyakit DBD, mengingat Kecamatan Tembalang mempunyai kasus tertinggi di Kota Semarang. Hal ini dapat menjadi momok bagi mahasiswa, namun informasi Semarang sebagai daerah endemis DBD sangat minim dimiliki oleh mahasiswa. Kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai DBD pada mahasiswa dapat mengakibatkan kurangnya praktik PSN yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mencegah penularan kasus DBD.

Penelitian yang dilakukan oleh Tim PBL FKM Undip di Kelurahan Bulusan menghasilkan sebuah titik terang baru dalam upaya pencegahan penularan DBD untuk dapat menekan data kasus DBD di Kecamatan Tembalang. “Penduduk Tembalang tidak semuanya warga asli sini mbak, tapi banyak mahasiswa yang ngekos dan ngontrak di kawasan sini, seharusnya mereka juga diberikan informasi mengenai DBD dan PSN, tidak hanya mahasiswa FKM saja,” ungkap Pak Guntur selaku Kasie Kesos Kelurahan Bulusan saat diadakan fasilitasi alternatif solusi permasalahan DBD.

“Kami sadar bahwa permasalahan DBD ini harus dipecahkan dengan melakukan kerjasama antar warga, Puskesmas, maupun pemerintah. Mahasiswa pun harus terlibat didalamnya, hal ini dikarenakan mahasiswa sebagai pendatang harus diberikan informasi yang cukup mengenai DBD dan PSN sehingga seluruh elemen masyarakat baik warga asli maupun pendatang dapat menekan angka kasus DBD di Kecamatan Tembalang,” ungkap Apladika selaku ketua tim.

Praktik PSN yang benar harus dilakukan oleh masyarakat termasuk mahasiswa demi meningkatkan ABJ di wilayah tempat tinggalnya dan mencegah terjadinya penularan DBD. Hal ini membuat Emir selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil (Kahim HMS) Undip sadar, bahwa dengan memberikan informasi mengenai DBD dan praktik PSN pada mahasiswa baru Jurusan Teknik Sipil sangat penting. Oleh karena itu, dalam diskusi interaktif mengenai DBD dan pentingnya praktik PSN oleh mahasiswa antara tim PBL dan HMS menghasilkan sebuah persetujuan bersama yang menyatakan bahwa HMS Undip bersedia memberikan informasi secara kontinyu pada mahasiswa baru Teknik Sipil mengenai DBD dan pratik PSN yang baik demi menekan angka kasus DBD di Kecamatan Tembalang.

“Pembekalan pada mahasiswa baru mengenai DBD dan praktik PSN itu sangat penting, kita bicara jangka panjang. Anggaplah ini sebagai investasi, harapannya setiap orang bisa menginspirasi orang-orang di sekitarnya,” ujar Emir.
Sebuah inovasi baru yang diberikan sebagai upaya promosi kesehatan mengenai DBD pada mahasiswa dinilai tepat dan dapat dijadikan investasi jangka panjang. Pemberian informasi dini pada mahasiswa baru diharapkan dapat mulai merubah perilaku mahasiswa untuk melakukan praktik PSN yang baik dan benar untuk mencegah penularan DBD. Dimulai dari satu jurusan teknik yang mulai peduli dan berupaya membantu dalam mengatasi permasalahan kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya.

foto 2

Rabu, 25 November 2015
Oleh Retno Kamilia

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seputar Tembalang

More in Seputar Tembalang

#DamaiItuNyata Project: Perdamaian dan Toleransi

adminNovember 30, 2017

Tentang BRT: Dampak Kecelakaan dan Peranan Undip

adminApril 23, 2017

Suasana Undip Kala Liburan

adminDecember 25, 2016

Tembalang Macet, Adakah Solusi?

adminAugust 30, 2016

Angkot Kuning Undip Kini Tampak berbeda

adminSeptember 26, 2015

Amankah Kampus Tercintaku?

adminMay 24, 2015