Teknik

Berbagi Pandangan Birokrasi Terhadap Pemira FT

Berbagi Pandangan Birokrasi Terhadap Pemira FT

Pemira FT atau pemilihan raya Fakultas Teknik merupakan sarana pelaksanaan demokrasi mahasiswa Fakultas Teknik Undip yang berupa pemberian suara mahasiswa untuk memilih ketua dan wakil ketua BEM FT, serta seleksi delegasi himpunan untuk Senat Mahasiswa FT. Tentunya sekarang warga Fakultas Teknik sudah tidak kaget terhadap informasi tersebut begitu juga pihak birokrasi tentunya telah mengetahui bahwa mahasiswa Fakultas Teknik sekarang sedang melakukan kegiatan pemira khususnya pemilihan ketua dan wakil ketua BEM FT.

Pemira untuk pemilihan ketua dan wakil ketua BEM FT sendiri memiliki rangkaian kegiatan sebelum terpilihnya ketua dan wakil ketua diantaranya, tahap seleksi calon, kampanye, pemilihan, dan penetapan ketua dan wakil ketua BEM FT 2016. Kegiatan penyeleksian telah selesai dilakukan dan telah terpililh tiga pasang calon ketua dan wakil ketua BEM FT 2016, dalam perkembangannya bukan hanya mahasiswa yang mengetahui timeline kegiatan ini namun dari pihak birokrasi yaitu PD III sendiri sudah mengetahui dan selalu memantau perkembangannya.

“Saya mendukung acara ini dengan baik karena kegiatan ini merupakan sarana adik – adik untuk belajar demokrasi dan juga pendidikan politik karena kita tidak bisa menutup mata bahwa nantinya di dunia kerja kita akan menjadi pemimpin – pemimpin bangsa, sehingga perlu dilatih mulai dari sekarang,” ujar Dr.-Ing Asnawi Manaf, M.T selaku PD III Fakultas Teknik.

Perkembangan kegiatan pemira untuk pemilihan ketua dan wakil ketua BEM FT sendiri sekarang dalam tahap kampanye yang dilakukan dengan cara para calon berkampanye langsung dengan warga Fakultas Teknik dengan mendatangi ke jurusan – jurusan yang ada di Fakultas Teknik. Kampanye yang berguna untuk warga Fakultas Teknik untuk lebih mengenal masing – masing calon dengan langsung. “Untuk mengetahui pemimpin yang baik untuk kedepannya tentu perlu proses dimana semuanya saling mengenal baik calon atau warganya maka diperlukan kampanye ini agar lebih mengenal,” tanggapan PD III terhadap kampanye.

Kampanye di Fakultas Teknik dengan cara mendatangi tiap – tiap jurusan ternyata mengalami pro dan kontra dalam pelaksanaannya karena hal yang dianggap tradisi ini ternyata dianggap tidak baik oleh pihak birokrasi. “Teknis yang dilakukan pihak panitia dengan mengadakan kampanye per jurusan ini merupakan hal yang baik dan perlu dilakukan namun perlu ditekankan pada pihak panitianya apakah mampu menangani kampanye ini agar berjalan sebagaimana mestinya, dengan tanda kutip kampanye per jurusan ini sering terjadi kegiatan yang tidak sewajarnya terhadap calon yang biasanya dengan cara bullying para calon,” ungkap Bapak Asnawi.

Hal ini menjadi tantangan bagi panitia bagaimana caranya agar proses kampanye ini tidak ada pihak yang merasa tertekan didalamnya agar kegiatan pemira dapat berjalan sesuai dengan harapan karena pemimpin yang didepan adalah pemimpin yang jujur, adil, dan membela kebenaran atau membela yang lemah. Panitia harus mampu menyusun strategi pengawasan agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan oleh insan akademis ini. Pihak birokrasi mendukung kegiatan dengan baik dengan catatan pihak panitia mampu meminimalkan hal – hal yang tidak sewajarnya untuk dilakukan untuk calon pemimpin, karena para calon butuh suara dari warga Fakultas Teknik sehingga proses bullying atau tindakan – tindakan yang tidak baik dilakukan dan diterima oleh pihak calon tersebut. “Kultur demokrasi yang seperti ini tidak boleh dibangun terus menerus di Fakultas Teknik, makanya dibutuhkan panitia yang mampu menangani dan mengelola hal – hal seperti ini karena hal – hal yang tidak relevan mengapa harus dipertahankan dengan cara persuasif bukan dengan cara otoriter”, ujar Dr.-Ing Asnwai Manaf, M.T selaku PD III Fakultas Teknik. Harapan dari pihak birokrasi terhadap pemira ini kedepannya dapat terjadi proses yang jujur, adil, dan rahasia sehingga para pemilih benar – benar memilih dengan hati nurani masing – masing, dan tantangan buat panitia adalah harus bekerja keras agar dapat mewujdukan kegiatan ini dengan baik dan memastikan bahwa tidak adanya intimidasi dan pelanggaran – pelanggaran yang terjadi selama proses pemira ini berlangsung hingga akhir.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

Kegiatan PKKMB FT Undip 2020 Secara Daring disambut Antusias oleh Mahasiswa Baru

adminSeptember 16, 2020

Sekilas Info Tentang English Day yang Diterapkan di FT

adminAugust 17, 2020

Mahasiswi FT Undip Juarai Kompetisi Debat di Malaysia

adminFebruary 5, 2019

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bahas Poin Penting Juknis

adminSeptember 22, 2018

FORMAT: Indonesia Kekurangan Insinyur

adminSeptember 8, 2018

Kaderisasi Ideal, Menciptakan Kebersamaan

adminJuly 25, 2018