Umum

Antara Kesejahteraan, Korupsi dan Pergerakan Mahasiswa

Antara Kesejahteraan, Korupsi dan Pergerakan Mahasiswa

Polemik mengenai revisi undang-undang KPK yang akhir-akhir ini menghiasi segala media sebagai berita yang menyedot perhatian di bulan Februari. Mulai dari kengototan anggota DPR yang gigih memperjuangkan revisi, aktivis anti korupsi yang melakukan propaganda untuk menolak dan kebimbangan pemerintah yang sangat hati-hati untuk menentukan langkahnya. Dan pada babak akhir cerita, pemerintah akhirnya menyetujui revisi undang undang KPK dengan dalih bahwa revisi ini dibutuhkan untuk melindungi KPK dan membuat KPK lebih profesional namun eksekusinya ditunda menunggu situasi kembali mendingin.

Tanggapan mengenai revisi UU KPK juga dilontarkan oleh Bapak Ing Asnawi selaku Pembantu Dekan 3 Fakultas Teknik Undip. Beliau lebih jauh menjabarkan korelasi antara tingkat kesenjangan kesejahteraan, korupsi dan pergerakan mahasiswa. Menurut beliau, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kesenjangan ekonomi yang cukup tinggi, sejumlah 10% orang Indonesia menguasai 70 % kekayaan Indonesia yang membuat kita bertanya-tanya mengenai kesejahteraan yang ada di Indonesia yang mungkin selama ini tidak disadari.

“Jelas ada korelasi antara kesenjangan ini dengan sikap koruptif yakni rasa tamak dari manusia yang tidak ada pernah puasnya dan selalu menghalalkan berbagai cara dari cara terkecil sampai cara terbesar,” Ujar Ing Asnawi. Beliau mengungkapkan secara tidak sadar keuangan negara ini bocor sana sini dan sebagai penambal kebocoran ini adalah pihak KPK yang tentunya kita semua tidak pernah rela lembaga anti rasuah ini dilemahkan.

Lalu mengenai pergerakan mahasiswa sendiri dalam menentang revisi UU KPK, bapak Ing Asnawi menekankan mahasiswa harus memahami bukan hanya sekedar mengetahui. Mahasiswa harus sadar dan kritis mengenai apa, mengapa dan bagaimana sikap dan perilaku koruptif tersebut. “Jangan hanya sekedar tahu kalau korupsi itu buruk, tapi kalian harus mulai memahami apa dampak yang dihasilkan bagi negara dan bahkan rakyat yang mungkin mereka tidak pahami bagaimana sikap koruptif itu menyengsarakan mereka,” jelas Ing Asnawi.

Menurut beliau, perilaku koruptif sederhana bisa dirasakan dari bagaimana ormawa mengurus laporan pertanggungjawaban yang seringkali dimanipulasi oleh mahasiswa dan itu belum pernah tersadari jika itu perilaku yang menyimpang dari peraturan. “Kadang perilaku koruptif memang akibat dari suatu sistem yang mengharuskan kita menjalankannya, begitupun para pejabat diluar sana yang kadang terjebak dalam peraturan yang tidak mendukung untuk menghindari perilaku koruptif,” kata Ing Asnawi menutup pembicaraan.

Momentum/Caesar Hergi P

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umum

More in Umum

Indonesia di Masa Revolusi Industri 4.0

adminNovember 14, 2018

Rutinitas Aksi Buruh, Didengarkah oleh Pemerintah?

adminMay 6, 2018

Taman Segitiga Widya Puraya Dirombak

adminMarch 18, 2018

Mengenai Diskusi Pesta Pendidikan, Begini Tanggapan Ketua BEM FT Undip

adminOctober 18, 2017

90 Menit Bersama Jokowi dalam Dies Natalis ke-60 Undip

adminOctober 18, 2017

Jelang 30 September, Mahasiswa GERAM Adakan Nobar

adminOctober 1, 2017