Opini

Ada Apa Dengan Sistem Tata Kelola Organisasi Undip ?

Ada Apa Dengan Sistem Tata Kelola Organisasi Undip ?

Status Perguruan Tinggi Berbadan Hukum yang disandang melalui PP no. 52 Tahun 2015 membuat Undip terus berbenah. Undip memperbarui sistem organisasi dan tata kelola birokrasi untuk menyesuaikan diri terhadap statuta dan bentuk organisasi dari PTN BH. Legalitas perubahan ini melalui Peraturan MWA no. 2 Tahun 2016 dan Peraturan Rektor no. 4 tahun 2016. Per tanggal 2 Mei 2016 yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Rektor Undip secara resmi mengangkat pejabat-pejabat baru di lingkungan universitas dan fakultas.

Perubahan dalam SOTK yang baru adalah adanya unsur Majelis Wali Amanat, Senat Akademik dan rektor di tatanan tertinggi. Dibawah rektor terdapat wakil rektor dan secara hierarki dibawah wakil rektor terdapat direktur yang membantu wakil rektor melalui pembidangan. Untuk fungsi dari masing-masing wakil rektor adalah wakil rektor I membidangi akademik dan kemahasiswaan, wakil rektor II membidangi tentang sumber daya, wakil rektor III membidangi bisnis dan komunikasi serta wakil rektor IV membidangi riset dan inovasi. Begitu pula di tatanan fakultas, pembagian fungsi dari wakil dekan sama dengan wakil rektor.

Perubahan yang lain diantaranya adalah penggantian nama jurusan menjadi departemen. Tingkat lembaga departemen akan setara dengan fakultas. Departemen nantinya akan membawahi strata program studi yang serumpun, semisal Departemen Teknik Kimia akan membawahi S1 dan S2 Teknik Kimia. Program studi S2 dan S3 multi disiplin nantinya akan masuk kedalam sekolah pasca sarjana. Untuk tatanan diploma nantinya akan dibentuk sekolah vokasi yang membawahi program studi D3, sarjana terapan, magister terapan dan doktor terapan.

Perubahan SOTK akan berdampak secara langsung terhadap kegiatan mahasiswa. “Dampak yang akan terjadi nantinya mahasiswa akan berurusan langsung dengan direktur kemahasiswaan dan wakil rektor I atau wakil dekan I,” ujar Ade Pradena selaku MWA unsur mahasiswa. Ade juga menjelaskan akan ada pergeseran dimana ketika dahulu pengawalan mahasiswa terhadap pembantu rektor III ataupun pembantu dekan III, saat ini yang membidangi kemahasiswaan juga membidangi bagian akademik. “Akan ada orang baru yang mengurus akademik dan kemahasiswaan sehingga orang baru ini mau tidak mau harus paham urusan akademik dan urusan kemahasiswaan. Teman-teman mahasiswa  perlu mengawal apakah orang ini akan mampu membidangi akademik dan kemahasiswaan sekaligus,” beber Ade.

Mengenai masa transisi di aturan peralihan, Undip sebenarnya memiliki waktu transisi selama tiga bulan. Namun pada tanggal 2 Mei kemarin seluruh pemangku jabatan sudah berubah sesuai SOTK yang baru. (Momentum/Caesar Hergi)

 

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres 2019

adminSeptember 26, 2019

Hikmah Pro Kontra RUU KPK

adminSeptember 19, 2019

SERI 1 MENYELAMI UNDIP : BENARKAH UNDIP TIDAK PUNYA AMDAL?

adminSeptember 9, 2019

BAGAIMANA KABAR AMDAL?

adminJune 24, 2019

MAHASISWA PEKA AKAN HOAX

adminMay 9, 2019

Pelaksanaan UTBK, Berbeda dengan SBMPTN Tahun Sebelumnya?

adminMay 5, 2019