Umum

Enam Tuntutan Pokok Menanggapi UKT dan SPI

Enam Tuntutan Pokok Menanggapi UKT dan SPI

konsol

Rabu (11/05/2016) telah diselenggarakan konsolidasi akbar oleh BEM Undip dan Aliansi Mahasiswa Undip. Konsolidasi yang berlangsung selama sembilan jam dimulai pukul 16.20 WIB hingga 01.50 WIB. Sempat terjadi pertukaran moderator yang sebelumnya dipimpin oleh Baikuni selaku Kepala Bidang Harmonisasi Kampus BEM Undip digantikan oleh Mustofa mahasiswa dari FISIP.

 

Acara diawali dengan penyuaraan kekecewaan oleh beberapa perwakilan mahasiswa mengenai  SK Rektor no. 405 yang terdapat banyak ketidaksesuaian dengan apa yang telah  disampaikan sebelumnya. Hal yang diungkapkan seperti pengadaan SPI terhadap D3 dan kisaran SPI yang seharusnya Rp 30.000.000,- menjadi Rp 40.000.000,-. Konsolidasi ini berlangsung cukup alot karena perbedaan pemikiran tentang perumusan tuntutan yang akan diajukan kepada Rektor. Setelah sembilan jam berdiskusi, terbentuklah enam tuntutan pokok yang telah disahkan oleh Aliansi Mahasiswa Undip menanggapi turunnya SK Rektor no: 405/UN7.P/HK/2016, yakni :

  1. Mahasiswa baru jalur UM tidak langsung dikenakan UKT golongan 7
  2. Menolak dengan tegas pemberlakuan SPI baik untuk S1 maupun D3
  3. Mekanisme banding UKT terbuka untuk seluruh jalur masuk
  4. Bagi seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro semua jalur masuk, jika di tengah masa belajar tidak mampu membayar biaya kuliah, universitas wajib mencarikan beasiswa atau mengakomodasi bantuan untuk mahasiswa tersebut
  5. Pembentukan tim Pokja di setiap fakultas untuk penggolongan UKT secara transparan sebagai bentuk pelibatan mahasiswa secara umum
  6. Peningkatan mutu pendidikan di Undip.

 

Setelah terbentuknya enam tuntutan tersebut, diskusi kembali berlanjut membahas mengenai kordinator aksi dan kordinator lapangan. Sepinya pencalonan untuk menjadi kordinator aksi diakibatkan tidak adanya jaminan. Menurut El sebagai ketua Himpunan Mahasiswa S1 Teknik Planologi berpendapat bahwa alangkah baiknya jika kordinator aksi adalah pihak yang dikenal oleh banyak mahasiswa atau bisa disebut pihak BEM Undip sehingga kerusuhan dapat diminimalisir.

 

Pembahasan terakhir dari konsolidasi ini adalah mengenai tindakan aksi selanjutnya dimana setiap perwakilan fakultas menyatakan penolakan ataupun persetujuan untuk melakukan aksi. Namun tiga fakultas masih belum dapat memberikan jawaban pasti dikarenakan akan melakukan pembahasan sehingga akan diadakan konsolidasi kembali pada Sabtu nanti. (Momentum/Umi Aulia Fatmawati)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umum

More in Umum

Indonesia di Masa Revolusi Industri 4.0

adminNovember 14, 2018

Rutinitas Aksi Buruh, Didengarkah oleh Pemerintah?

adminMay 6, 2018

Taman Segitiga Widya Puraya Dirombak

adminMarch 18, 2018

Mengenai Diskusi Pesta Pendidikan, Begini Tanggapan Ketua BEM FT Undip

adminOctober 18, 2017

90 Menit Bersama Jokowi dalam Dies Natalis ke-60 Undip

adminOctober 18, 2017

Jelang 30 September, Mahasiswa GERAM Adakan Nobar

adminOctober 1, 2017