Event

Energi Terbarukan untuk Indonesia

Energi Terbarukan untuk Indonesia

enviroxiland

Pada Sabtu (21/5/16), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) menyelenggarakan acara akhir dari rangkaian Enviroxiland. Rangkaian kegiatan tersebut diawali dari Aksi Peduli Bumi (24/4/16), National Essay Competition (21/5/16), dan diakhiri dengan Seminar Nasional Enviroxiland 2016. Seminar ini dilaksanakan di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM dengan tema “Inovasi Energi Alternatif sebagai Solusi Pengembangan Energi yang Berkelanjutan”. Acara ini menghadirkan narasumber yaitu Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si.; Dr.-Ing. Oo Abdul Rosyid, MSc; dan Dr. Ir. Sadjuga Msc, DIPL. BIOTECH. Selain pemberian materi seminar, acara ini juga menampilkan vocal group mahasiswa Teknik Lingkungan dan pengumuman serta penyerahan piagam kepada siswa SMA pemenang National Seminar Essay Competition.


Energi terbarukan (Renewable energy) merupakan energi yang dibangkitkan dari sumber daya alam dan dapat diperbaharui. Energi terbarukan sendiri cenderung tidak menghasilkan emisi yang berbahaya bagi manusia. Pemanfaatan energi ini secara global masih sekitar 16% dari konsumsi energi final yakni biomasa sebesar 10%, air sebesar 3%, dan jenis lainnya sebesar 3%. Indonesia sendiri memiliki potensi yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal (masih di bawah 5%). Energi terbarukan dapat berupa panas bumi, biomassa, tenaga surya, tenaga angin, energi tidal (pasang surut air), biogas, dan masih banyak lagi. Energi terbarukan sendiri telah digunakan di daerah Bali (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), Jakarta (Pengembangan Sistem PLTS Rooftop), dan masih banyak lagi. Jawa Tengah sendiri memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan energi terbarukan seberti hydropower, panas bumi, tenaga surya, dan biogas.

Salah satu kendala utama dari energi terbarukan ialah biayanya yan masih relatif mahal sehingga masih sulit untuk diwujudnyatakan. Bapak Abdul Rosyid menyatakan bahwa tingkat konsumsi energi di Indonesia sangat tinggi. Walaupun cadangan energi (energi fosil) yang ada masih terbilang cukup banyak, namun pengelolaannya masih terbilang kurang tepat. Selain itu kebijakan-kebijakan yang ada dari pemerintah masih kurang berpihak.

Seminar ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang tidak hanya berasal dari fakultas teknik saja, tetapi juga dari beberapa fakultas lainnya. Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro angkatan 2015 mengungkapkan antusiasme-nya dalam mengikuti seminar ini. “Saya menghadiri seminar ini karena ingin mengetahui seminar nasional itu seperti apa. Selain itu temanya juga menarik yakni mengenai energi alternatif. Energi tidak terbatas pada jurusan teknik saja tetapi juga berkesinambungan dengan jurusan-jurusan lainnya. Seperti pengolahan limbah ternak sapi menjadi biogas yang tentunya melibatkan ilmu-ilmu peternakan,” ungkapnya. (Evinsa/Momentum)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019

Dari Puan Hingga Vidi, Penutupan ODM Undip Hadirkan Nuansa Toleransi dan Persatuan

adminAugust 19, 2019