Event

Kembalikan Kebebasan Berekspresi di Kampus

Kembalikan Kebebasan Berekspresi di Kampus

SKEMA

Konsolidasi akbar kedua yang diadakan oleh BEM Undip dan Aliansi Mahasiswa Undip (14/05) menghasilkan keputusan yang menggantung karena terjadi pembubaran paksa dari pihak keamanan. Salah satu poin perdebatan yang alot adalah kebebasan berekspresi dan pembatasan jam malam yang dianggap tidak sesuai dengan tujuan kampus sebagai lembaga yang menjamin keterbukaan ideologi dan kebebasan mengemukakan pendapat.

 

Kesatuan Kebebasan Berekspresi Mahasiswa yang terdiri dari HM D3 Inggris, Teater Temis, Afterclass 2015, BEM FIB Undip, Sastra Indonesia, Senat Mahasiswa FIB, Komunitas Payung dan beberapa wadah mahasiswa lainnya, Rabu (25/05) mengadakan acara musik dan diskusi untuk mengajak mahasiswa Undip bersatu kembali menyadari pentingnya kebebasan berekspresi di lingkungan kampus.

 

Acara yang diadakan di Crop Circle FIB Undip ini memiliki rangkaian yakni siaran pers, perumusan bersama tuntutan Undip bebas berekspresi, sesi bermusik bebas dan pertunjukan seni teater.

 

“Kita punya satu hak, yaitu kebebasan berekspresi dan itu harus kita perjuangkan. Karena tanpa kebebasan berekspresi, After Class, SKEMA, dan wadah-wadah musik atau seni lainnya di kampus-kampus itu nggak bakal berjalan dengan maksimal,” papar Anqi Zailani selaku Ketua Panitia acara tersebut.

 

Anqi mengatakan acara tersebut merupakan wadah atau fasilitas untuk mahasiswa Undip mengembangkan potensi khususnya dalam hal musik dan seni, selain untuk berkreasi dan berekspresi tanpa batas.

 

“Tujuannya kita nggak ngarah ke situ, kita nggak mikirin pihak luar yang waktu itu bubarin konsolidasi. Tujuan kita secara garis besar adalah kebebasan berekspresi ini dianggap setara dengan tuntutan yang lain. Sama halnya dengan tuntutan UKT dan SPI,” ujar Anqi saat ditanya hubungan diadakannya acara ini dengan pembubaran paksa konsolidasi.

 

“Selain itu tujuan kita disini adalah diskusi dan menentukan sikap bahwa kebebasan berekspresi itu harus apa dan bagaimana. Kita juga ngasih tau sama teman-teman yang belum mengerti kebebasan berekspresi itu apa. Jadi bisa disebut juga sebagai media edukasi,” sambungnya tentang tujuan acara. (Momentum/ Tiva&Lidya)

 

 

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

Buruh dan Tuntutan Rakyat

adminMay 2, 2019

Kembali Menjadi Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H.,M.Hum Targetkan Undip Masuk 500 Besar World Class University

adminApril 30, 2019

Melihat Paus di Pantai Marina

adminApril 29, 2019

POR Teknik 2019 Telah Dibuka

adminApril 23, 2019

GRAND FINAL BATIK IN CAMPUS 2018

adminOctober 22, 2018

STERIL 2018: Milenia Klasika

adminOctober 2, 2018