Umum

Konsolidasi Akbar Jilid 2

Konsolidasi Akbar Jilid 2

konsol2

Sabtu (14/05/2016) konsolidasi akbar kedua oleh BEM Undip serta Aliansi Mahasiswa Undip kembali dilaksanakan. Konsolidasi dimulai pukul 17.15 WIB hingga pukul 23.25 WIB. Konsolidasi ini dimoderatori oleh Mustofa, mahasiswa dari FISIP.

Acara yang awalnya membahas tanggapan dari fakultas-fakultas yang pada konsolidasi pertama belum memberikan jawaban mengenai aksi  lanjutan, meluas menjadi pembahasan enam tuntutan pokok yang akan disampaikan oleh koordinator aksi dan koordinator lapangan.

Dari hasil konsolidasi tersebut, terjadi perubahan mengenai isi tuntutan yang ada.  Perubahan enam tuntutan mahasiswa yaitu:

  1. Mahasiswa baru jalur UM tidak langsung dikenakan UKT golongan 7
  2. Menolak dengan tegas pemberlakuan SPI baik untuk S1 maupun D3
  3. Mekanisme banding UKT terbuka untuk seluruh jalur masuk
  4. Bagi seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro semua jalur masuk, jika di tengah masa belajar tidak mampu membayar biaya kuliah, universitas wajib mencarikan beasiswa atau mengakomodasi bantuan untuk mahasiswa tersebut
  5. Pembentukan tim Pokja di setiap fakultas untuk penggolongan UKT secara transparan sebagai bentuk pelibatan mahasiswa secara umum
  6. Peningkatan mutu pendidikan di Undip.

menjadi,

  1. Penggolongan UKT calon mahasiswa baru jalur mandiri harus melewati mekanisme yang sama dengan jalur SNMPTN dan SBMPTN
  2. Mekanisme banding UKT yang terbuka untuk seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro dari semua jalur masuk
  3. Jika di tengah masa belajar mahasiswa tidak mampu membayar biaya kuliah, universitas berkewajiban mencarikan beasiswa dan atau bantuan lainnya
  4. Memperjelas fungsi dan peran mahasiswa di dalam tim Pokja dengan penambahan satu elemen mahasiswa non lembaga sebagai fungsi check and resume
  5. Menuntut kejelasan mengenai D3 menuju sekolah vokasi sebagai syarat PTN BH
  6. Menolak dengan tegas pemberlakuan SPI baik untuk S1 maupun D3

 

Akan tetapi, Akbar, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya menyatakan bahwa ia tetap meminta adanya penambahan poin tuntutan yang menyatakan kebebasan dalam berekspresi. Namun  konsolidasi ini berjalan tidak baik dikarenakan sekitar pukul 21.0 WIB pihak keamanan universitas datang ke student centre meminta agar mahasiswa mengakhiri kegiatan.

Pihak keamanan menyatakan bahwa waktu kegiatan telah melebihi jam malam yang ditetapkan oleh universitas terkecuali adanya surat izin resmi dari pihak universitas untuk melakukan kegiatan hingga larut malam.

Namun mahasiswa meminta perpanjangan waktu hingga selesai sehingga pihak keamanan memberi tenggat waktu hingga pukul 21.30 WIB. Hal ini membuat keadaan tidak kondusif dan tidak terselesaikan dikarenakan pihak keamanan mengawasi kegiatan tersebut.

konsol 22

Keadaan semakin tidak kondusif sekitar pukul 23.20 WIB dengan adanya pembubaran mahasiswa oleh pihak keamanan disaat konsolidasi berlanjut. Pembubaran ini ditandai dengan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran yang walk out dari student centre, dilanjutkan staf BEM Undip yang juga walk out.

Ketegangan terjadi antara mahasiswa dengan pihak keamanan ketika salah satu mahasiswa bernama Samuel yang ikut dalam konsolidasi tersebut dipegang oleh salah satu aparat keamanan berpakaian preman karena dianggap memprovokasi mahasiswa lain dengan kalimat-kalimatnya.

”Saya tidak tahu kenapa polisi banyak dan menyuruh anak FK pulang. Dimana fungsi satpam yang seharusnya melindungi, malah memanggil Polsek kesini,” ujar Samuel.

Hal itulah yang mengakibatkan salah satu aparat keamanan memegang Samuel dan memancing emosi dari mahasiswa lainnya. Dengan adanya kejadian tersebut, konsolidasi pun berakhir dan akan dilanjutkan hingga adanya pemberitahuan.  (Momentum/Umi A. F.)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umum

More in Umum

Indonesia di Masa Revolusi Industri 4.0

adminNovember 14, 2018

Rutinitas Aksi Buruh, Didengarkah oleh Pemerintah?

adminMay 6, 2018

Taman Segitiga Widya Puraya Dirombak

adminMarch 18, 2018

Mengenai Diskusi Pesta Pendidikan, Begini Tanggapan Ketua BEM FT Undip

adminOctober 18, 2017

90 Menit Bersama Jokowi dalam Dies Natalis ke-60 Undip

adminOctober 18, 2017

Jelang 30 September, Mahasiswa GERAM Adakan Nobar

adminOctober 1, 2017