Opini

Perlukah Arak- arakan Pasca Kegiatan Wisuda?

Perlukah Arak- arakan Pasca Kegiatan Wisuda?

Wisuda merupakan suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswanya yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas atau hari dimana mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan gelar berdasarkan keilmuan masing-masing. Para petinggi universitas dengan semangat hadir dalam acara yang sangat berkesan ini. Mereka adalah rektor, pembantu rektor dan sejumlah tamu undangan. Calon sarjana duduk rapi memenuhi ruangan. Orangtua atau wali yang selama ini memberikan dukungan moral maupun materil dari kampung halaman, tak ketinggalan datang untuk menyaksikan hari bersejarah bagi buah hatinya yang sebentar lagi akan menjadi seorang sarjana.

Biasanya setelah acara selesai dilakukan acara foto bersama dengan orang tua, teman-teman serta suami/istri dari wisudawan/wisudawati atau dengan pasangan wisudawan/wisudawati. Acara wisuda biasanya berlangsung pada setiap akhir semester dalam kalender akademik baik semester genap maupun semester gasal (ganjil). Pada acara wisuda, calon wisudawan/wisudawati biasanya memakai pakaian yang telah ditentukan, pakaian pria menggunakan hem putih dan celana hitam bersepatu hitam, pakaian wanita menggunakan kebaya dengan kain jarik, tapi secara umum calon sarjana menggunakan baju toga.

Pada hari Jumat (30/4/2016), bertempat di Gedung Prof. Soedarto telah dilaksanakan acara wisuda Fakultas Teknik. Umumnya Fakultas Teknik memiliki tradisi yang cukup unik pasca kegiatan wisuda telah selesai, yaitu kegiatan arak – arakan yang dilakukan oleh teman – teman satu jurusan. Namun tampak ada yang berbeda pada acara wisuda Fakultas Teknik pada hari itu. Tak semeriah pada perayaan – perayaan acara wisuda yang telah dilaksanakan pada sebelumnya, acara wisuda kali ini terlihat tidak adanya acara arak – arakan yang umumnya dilakukan pasca kegiatan wisuda telah usai.

Terkait ada atau tidaknya aksi arak – arakan, ada beberapa mahasiswa yang setuju jika dilaksanakan kegiatan arak- arakan semacam ini. “Acara arak – arakan sebenarnya cukup bagus, namun harus dilaksanakan dengan tertib dan sesuai dengan peraturan yang ada. Sebenarnya bukan acara arak – arakan tapi istilahnya ‘penyambutan wisuda’ yang dilakukan oleh junior terhadap senior. Merupakan suatu kebanggaan juga bagi seniornya yang telah lulus terhadap diri sendiri, sama halnya ketika pada saat menjadi mahasiswa baru, tentu para senior juga menyambut juniornya dengan ramah, hal semacam ini seperti hubungan timbal balik,” tutur Furqon, Ketua Bidang Kesejahteraan Mahasiswa BEM FT. Hal ini berbeda dengan pendapat Daniel, mahasiswa Faklutas Hukum. Menurutnya kegiatan semacam arak-arakan tidak perlu dilakukan karena dapat mengganggu aktivitas orang yang berada disekitar lokasi dan juga dapat menimbulkan kemacetan yang cukup parah. ”Hal semacam arak – arakan itu baiknya jangan dilakukan karena dapat menghambat aktivitas dan mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.

Berkaitan dengan hilangnya aksi arak – arakan di lingkungan Fakultas Teknik, Furqon juga menambahkan hilangnya aksi dikarenakan karena bertepatan dengan hari Jumat dimana umat muslim harus melaksanakan ibadah sholat jumat yang sedikit mengganggu aksi arak – arakan tersebut. Aksi penyambutan wisuda tidak dihilangkan melainkan hanya dibatasi, yang dulunya bebas sekarang mejadi lebih sedikit. Juga dengan wisudawan telah keluar dari ruangan, maka semua kegiatan pasca wisuda selepasnya dikembalikan kepada pihak jurusan masing-masing.

Setelah kegiatan wisuda berakhir, para wisudawan/wisudawati dikembalikan kepada jurusannya masing-masing. Biasanya masing – masing jurusan melakukan kegiatan Tasyakuran Jurusan sebagai ucapan rasa syukur telah mendidik para sarjana selama 4 tahun atau lebih yang mana biasanya kegiatan tasyakuran ini dilaksanakan di Hotel sekitar kampus Undip Tembalang. Tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pengajar, dosen-dosen, pegawai tata usaha yang ikhlas mengabdikan diri demi regenarasi calon pemimpin bangsa masa depan. Kepada orangtua kita yang ikhlas menerima semua keluhan kita selama mengenyam bangku kuliah serta jasa-jasa fotokopi, warnet, kontrakan, dan lain sebagainya.

Harapan kedepan untuk pelaksanaan wisuda ini adalah harus diperhatikan waktu pelaksanaannya, seperti ketika weekdays lokasi parkir yang berada di masing-masing jurusan sudah terpakai oleh mahasiswa. Harus mencarikan lokasi parkir baru yang dapat menampung para tamu undangan, seperti di ITC Centre maupun di gedung parkir terpadu.

“Semoga untuk kedepannya perayaan penjemputan wisuda ini dapat lebih tertib, lebih aman dan saling menjaga nama baik universitas,” ujar Furqon. (Gema Mar’ie Habibie/Momentum)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Dilema Pilkada 2020 di Tengah Pandemi

adminOctober 10, 2020

Polemik Kata “Anjay”

adminSeptember 21, 2020

Mahasiswa Baru: Keresahan Kaderisasi, Teman, dan Dosen Online

adminAugust 17, 2020

New Normal, Herd Immunity dan Segala Ketidakabsahannya

adminMay 31, 2020

Kebijakan Tutup Pintu Saat Lebaran

adminMay 27, 2020

Suara BEM-U Atas Surat Edaran Penyesuaian UKT

adminMay 13, 2020