Event

Bukan Sekedar Travelling

Bukan Sekedar Travelling

joufest16

Minggu (28/8/2016), bertempat di Gedung Soedarto Undip, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manunggal mengadakan Seminar Nasional yang bertemakan Travelistik: Explore your journey. Selain itu, Manunggal juga menyelenggarakan workshop untuk peserta lomba infografis dan fotografi minggu (26/8) kemarin. Rangkaian acara tersebut dinamai Journalism Festival (Joufest) 2016 yang baru pertama kali diadakan.

Latar belakang Seminar nasional kali ini adalah kearifan lokal dan pesona budaya Indonesia yang dianggap butuh diekspos oleh media. Travelistik, yakni travelling yang diisi dengan karya-karya jurnalistik, sehingga menciptakan suatu perjalanan yang produktif dan bermanfaat. Menghadirkan Dandhy Dwi Laksono, seorang Jurnalis senior, juga sebagai direktur WatchDoc. Turut serta pula Vika Fitriyana, presenter Jejak Petualang, serta Asmono Wikan, yang merupakan Pimpinan Redaksi Majalah PR Indonesia.

Pukul 09.00 WIB acara dimulai dengan penampilan salah satu UKM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yaitu Kesenian Gamelan Semarang diselingi dengan sedikit drama-komedi yang mengusut tema ekowisata. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh Ketua Panitia Joufest 2016, Pimpinan dan Pembina LPM Manunggal tak lupa Rektor Universitas Diponegoro, Bapak Yos Johan Utama yang menyempatkan diri untuk menyampaikan sambutan.

Ekspedisi Indonesia Biru merupakan perjalanan untuk menemukan kembali Indonesia yang dilakukan selama 365 hari dengan menggunakan dua sepeda motor bekas, Perjalanan ini merekam unsur keindahan dan fakta-fakta menyedihkan dari Indonesia. “Peliputan bukan hanya dilakukan di daerah-daerah yang dituju saja melainkan sepanjang perjalanan. Seluruh perjalanan merupakan substansi liputan,” ucap Dandhy.

Menurut Dhandy Dwi Laksono dia melakukan riset awal sebelum melakukan perjalanan dan beberapa unsur spontanitas. “Untuk ekspedisi ini sekitar 60% dilakukan begitu saja, setelah 4 bulan  menjadi viral, lebih mudah melakukan karena kita tidak minta pun malah diundang,” lanjutnya.

Asmono Wikan melanjutkan betapa pentingnya pers untuk memajukan ekowisata, serta tugas-tugas terkini yang harus dikejar untuk memajukan ekowisata di Indonesia. Ia mengemukakan data-data betapa kayanya keindahan Indonesia.

Sesi terakhir merupakan talkshow bersama Vika Fitriyana, presenter Jejak Petualang Trans7. Ketidaknyamanan dalam melakukan satu hal berulang-ulang merupakan awal dari proses perjalanan Vika. Hingga dia menjadi presenter dan sekarang telah 6 tahun menjelajahi Indonesia bersama tim Jejak Petualang.

Menurut Vika kelalaian pernah terjadi dan hampir merenggut nyawanya dalam melakukan perjalanan. Namun karena merupakan hobi dan kesenangannya dia hanya perlu lebih berhati-hati. “Hal terpenting untuk seorang traveler adalah untuk menjaga kesehatannya sebelum peliputan,” pesan Vika kepada peserta.

Di akhir Seminar Nasional Travelistik ditutup dengan pembacaan pemenang juara pertama lomba infografis dan fotografis. (Momentum/ Josua dan Tiva)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019

Dari Puan Hingga Vidi, Penutupan ODM Undip Hadirkan Nuansa Toleransi dan Persatuan

adminAugust 19, 2019