Event

Kisah dibalik Mozaik Orientasi Diponegoro Muda 2016

Kisah dibalik Mozaik Orientasi Diponegoro Muda 2016

tim geo

Minggu (14/8), Undip telah melaksanakan puncak acara terbesarnya dalam rangka penyambutan mahasiswa baru tahun 2016. Seperti tahun sebelumnya, acara penutupan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2016 identik dengan adanya pembentukan mozaik oleh para mahasiswa baru. Meskipun pada hari tersebut cuaca sedang tidak bersahabat karena hujan, namun semangat dari berbagai pihak baik panitia ataupun tim perancang mozaik serta para mahasiswa baru tidak padam, sehingga akhirnya pembentukan mozaik yang apik pun berhasil dilakukan.

Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana persiapan yang telah dilakukan untuk membentuk mozaik itu sendiri. Pembuatan mozaik tersebut melibatkan berbagai pihak, salah satu yang berperan penting ialah tim Teknik Geodesi dari Fakultas Teknik yang bertugas untuk membuat sketsa lambang dan patokan-patokan untuk bentuk mozaik tersebut hingga akhirnya mozaik berbentuk bunga lotus pun berhasil dilakukan.

Tim yang berjumlah sembilan hingga lima belas orang dari Teknik Geodesi inilah yang selama dua hari terjun untuk membuat sketsa dan patokan-patokan dilapangan. “Kita dikasih gambar, kita olah biar bisa outputnya berupa koordinat, setelah itu baru koordinat yang kita dapat tadi di-stake out di lapangan, jadi kita cocokin gambar yang di sketsa sama kita masangin paku satu-satu di lapangan,” ujar Wahyu, David dan Yudit yang merupakan anggota tim.

Menurut David, stake out sebenarnya tidak sulit, namun karena banyaknya titik yang harus dibuat sehingga pembuatan mozaik memakan waktu dua hari, dimana ternyata terdapat 800 titik yang harus dibuat untuk menghasilkan bentuk yang sesuai dengan sketsa. Selain banyaknya titik, kendala yang harus dihadapi tim tersebut juga seperti faktor waktu pembuatan yang sedikit mundur, dimana turunnya hujan yang membuat tim sulit untuk bergerak karena alat yang digunakan tidak dapat terkena hujan, serta kendala dilapangan karena lapangan digunakan sebagai tempat geladi oleh pihak panitia. Dari semua persiapan yang telah dilakukan, rasa bangga dan senang karena mozaik yang apik dapat terbentuk dengan baik juga dirasakan oleh David, Wahyu dan Yudit serta seluruh tim dari Teknik Geodesi. (Momentum/Dhila)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019

Dari Puan Hingga Vidi, Penutupan ODM Undip Hadirkan Nuansa Toleransi dan Persatuan

adminAugust 19, 2019