Event

Penampilan Memukau Drumband pada ODM 2016 di Hadapan Ribuan Mahasiswa Baru

Penampilan Memukau Drumband pada ODM 2016 di Hadapan Ribuan Mahasiswa Baru

This slideshow requires JavaScript.

Tak hanya mozaik sebagai salah satu icon meriah pada upacara penutupan Orientasi Diponegoro Muda 2016 yang sempat diguyur hujan di pagi hari, kelompok drumband Wira Amur juga turut memberikan penampilan memukau kepada ribuan mahasiswa baru di Stadion Undip Tembalang.
Drumband Wira Amur dibentuk sejak tahun 2014 dimana pasukannya terdiri dari empat satuan personil jajaran penerbang Semarang yaitu Gusti Penerbang, Lanumad Ahmad Yani, Skadron 11 dan Skadron 31. Aksi yang tak terduga sempat membuat penonton terkejut. Namun di balik itu, telah banyak personil yang berpengalaman dan menjunjung tinggi profesionalitas dan totalitas ketika tampil. Hal itu ditunjukkan ketika salah seorang pemain drum unjuk gigi dengan menaiki drum yang telah disusun bertingkat sambil membawa dua drum yang besar dan juga penampilan membawa drum mengunakan gigi serta melambungkan tongkat ke langit setinggi mungkin. Rangkaian pasukan tersebut berjalan sambil berbaris dengan dipimpin oleh tiga mayoret, diikuti dengan pemain genderang, tenor, bass drum, terompet dan lain-lain dengan total pasukan sebanyak 75 orang pemain dan 25 orang sebagai pendukung. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan penampilan mereka di suatu acara lain sebelum ODM 2016 berlangsung.
“Hal ini dikarenakan faktor kelelahan sehingga wajar sekali apabila pemain berkurang ketika terdapat dua kegiatan berlangsung di hari yang sama,” ujar Bapak Sitorus sebagai komandan tertingi kelompok drumband Wira Amur.
Lagu-lagu yang sering dibawakan oleh kelompok ini sendiri antara lain lagu spesial AKB Darat yang juga menjadi pembakar semangat pasukan. Bapak Diky selaku pelatih mengatakan untuk acara ODM 2016 sendiri, drumband Wira Amur membawakan beberapa lagu seperti lagu dangdut yaitu Jarang Dibelai, My Lacon, Tanjung Perak, Selamat Jalan dan lain-lain. “Tak lupa lagu kekinian yang juga dimainkan di setiap acara,” ujar Bapak Sitorus.
Kelompok drumband ini telah dipercayai untuk mengisi banyak kegiatan seperti acara ulang tahun bandara di Simpang Lima, pameran alutsista, Festival Banjir Kanal, acara fotografi di balai kota dan sebagainya. Persiapan kelompok drumband tersebut dilakukan selama dua minggu sebelum acara termasuk pelatihan secara intensif seminggu sebelum acara. Bapak Sitorus mengatakan bahwa waktu pemberitahuan untuk tampil yang terkadang mepetd menjadi salah satu kendala Amor untuk mempersiapkan pasukannya.
“Untuk rangkaian kegiatan ODM 2016 ini sudah menarik, terutama dihadiri sepuluh ribu mahasiswa baru luar biasa dan adanya mozaik serta parade UKM mahasiswa. Kepada mahasiswa baru, kampus sebagai tempat belajar, maka mahasiswa baru haruslah banyak belajar, karena mereka adalah generasi yang menentukan bangsa dan negara. Kami dari kelompok drumband siap apabila diundang kembali,” tutur Bapak Sitorus perihal ditanyakan seputar acara ODM 2016 dan harapan untuk mahasiswa baru Unversitas Diponegoro. (Momentum/Ardania)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019

Dari Puan Hingga Vidi, Penutupan ODM Undip Hadirkan Nuansa Toleransi dan Persatuan

adminAugust 19, 2019