Teknik

Kampanye di S1&D3 Teknik PWK, Bagaimanakah Nasib POR Teknik Kedepannya ?

Kampanye di S1&D3 Teknik PWK, Bagaimanakah Nasib POR Teknik Kedepannya ?

image002

Jumat(28/10), telah berlangsung kampanye Pemira FT di kampus Departemen Teknik Perancangan Wilayah &Kota, tepatnya di Taman Colloseum DPWK pada pukul 16.00 WIB. Kampanye dibuka dengan sambutan dari perwakilan Komisi Pemilihan Raya (KPR), dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa S1 Teknik PWK dan sambutan dari perwakilan Ketua Himpunan Mahasiswa D3 PWK. Acara dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi calon Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM FT 2017. Penyampaian visi misi dilakukan secara singkat, kurang lebih 10 menit untuk tiap calon. Pasangan nomor urut 1, Faishol-Aria memulai pemaparan visi dan misi mengenai terbentuknya kepengurusan BEM FT 2017 yang berdampak nyata melalui kolaborasi dan eksplorasi. Dilanjutkan oleh pasangan nomor urut 2, Badar-Yudha yang memaparkan visi dan misi mengenai terwujudnya BEM FT 2017 yang bermanfaat, aspiratif, kolaboratif serta sinergis dengan mementingkan asas pelayanan dan kekeluargaan.

Setelah pemaparan visi misi para calon, acara dilanjutkan dengan tiga sesi tanya jawab dimana masing-masing sesi diberi waktu 20 menit. Namun demikian sebelum sesi  pertama ini dimulai, salah seorang mahasiswa Teknik PWK meminta agar kegiatan kampanye ini steril dari adanya mahasiswa maupun tim sukses yang berasal dari departemen lain. Menanggapi permintaan tersebut, panitia menyetujui permintaan tersebut dengan alasan untuk ketertiban. Karena hal tersebut, kegiatan kampanye di DPWK ini berlangsung tertutup dari pihak mahasiswa departemen lainnya.

Pada sesi pertama tanya jawab terdapat 2 pertanyaan, yaitu bagaimana aksi nyata dari BEM FT dalam mewujudkan kolaborasi dan sinergitas (Baikuni, S1 Teknik PWK Angkatan 2013) dan apa yang akan dilakukan oleh kedua pasang calon jika strerilisasi kaderisasi selama 2 bulan terulang kembali (Fikrah El Hifzi, S1 PWK angkatan 2014). Pasangan nomor satu menjawab bahwa untuk mewujudkan kolaborasi tersebut adalah dengan membentuk forum antara BEM dengan himpunan maupun dengan biro, sehingga komunikasi dapat terjalin dengan baik. Untuk pertanyaan kedua, pasangan nomor satu menjelaskan langkah preventif yaitu dengan membangun trust building dengan pihak dekanat dan mengadakan forum ketua himpunan untuk menampung kebutuhan setiap himpunan agar dapat disampaikan ke pihak dekanat. Sementara pasangan nomor dua menjawab bahwa kolaborasi tersebut akan dilakukan  dengan mengkolaborasikan apa yang menjadi fokus di setiap lembaga yang notebene sama seperti kolaborasi berbagai rumpun jurusan dalam memperingati Hari Bumi. Untuk pertanyaan kedua, Badar-Yudhamenjawab  bahwa langkah preventif akan dilakukan dengan mengawal setiap isu yang berkembang dan akan dilakukan rapat dengar pendapat dekan rutin selama satu atau dua bulan sekali. Apabila sterilisasi tetap terjadi lagi maka akan dilakukan langkah-langkah berikutnya.

Menyinggung soal POR Teknik, pertanyaan diajukan oleh Adam Maulana, S1 Teknik PWK angkatan 2012 mengenai langkah konkret kedua pasangan calon dalam menangani isu POR Teknik agar hal yang terjadi sebelumnya tidak terulang kembali. Menanggapi pertanyaan tersebut, keduanya pasangan calon sepakat menjawab bahwa kedua pasangan calonakan tetap mengusahakan POR teknik dengan catatan akan dilakukan kesepakatan antar jurusan mengenai POR Teknik terlebih dahulu. Selain itu, baik pasangan Faishol-Aria maupun pasangan Badar-Yudha juga mengungkapkan bahwa nantinya apabila terjadi hal yang tidak dinginkan semisal ada jurusan yang merugikan maka jurusan tersebut tersebut akanbanned.

Selanjutnya, pembahasan difokuskan mengenai nasib sekolah vokasi kedepannya. Dalam menjawab pertanyaan ini, pasangan Badar-Yudha menegaskan bahwa  keduanya tetap akan mengusahakan agar kader-kader di D3 akan tetap mengalami poses pembelajaran di BEM FT. Menurut keduanya, jika hal tersebut tetap tidak bisa dilakukan, maka akan dilakukan antisipasi yaitu dengan menyediakan wadah belajar lain di luar sistem BEM FT seperti kegaiatan Engineering Volunterer, sahabat mikat dan lainnya. Sementara itu, pasangan calon pertama Faishol dan Aria mengatakan bahwa untuk membahas nasib sekolah vokasi kedepannya, telah diadakan pembahasan dengan para ketua himpunan D3 dan telah terbentuk kesepakatan bahwa nantinya BEM FT akan tetap mengkawal sekolah vokasi hingga BEM dan Senat Mahasiswa Vokasi terbentuk.

Berakhir pada pukul 18.00 WIB, kedua pasang calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT 2017 memberikan closing statement. Dalam closing statement tersebut, kedua pasangan calon tersebut menegaskan bahwa siapapun yang akan memimpin teknik nantinya, mereka akan tetap sangat mebutuhkan partisipasi dari seluruh warga Fakultas Teknik sehingga diharapkan seluruh aspirasi dapat tertapung dan diwujudkan. (Momentum/ Ikrima)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

Mahasiswi FT Undip Juarai Kompetisi Debat di Malaysia

adminFebruary 5, 2019

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bahas Poin Penting Juknis

adminSeptember 22, 2018

FORMAT: Indonesia Kekurangan Insinyur

adminSeptember 8, 2018

Kaderisasi Ideal, Menciptakan Kebersamaan

adminJuly 25, 2018

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

SETELAH VAKUM 4 TAHUN, POR TEKNIK KEMBALI LAGI

adminApril 13, 2018