Teknik

Sarjana Teknik atau Insinyur?

Sarjana Teknik atau Insinyur?

sarjana

Rabu (19/10/2016) Bidang Harmonisasi Kampus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Undip mengadakan Forum Mahasiswa Teknik (Format) yang kedua di Aula Dekanat Fakultas Teknik Lantai 3. Forum mahasiswa kali ini membahas tentang kelanjutan penyelenggaraan sekolah profesi atau program keinsinyuran di Undip. Pembicara yang diundang dalam acara ini adalah Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Tengah Ir. Wisnu Suharto, DIPL. HE, IPU, ACPE dan Dekan Fakultas Teknik Undip Ir. M. Agung Wibowo, MM, MSc, PhD.

Menurut Ir. M. Agung Wibowo, latar belakang acara ini adalah saat beliau menghadiri rapat Bidang Harmonisasi Kampus BEM FT. “Kebetulan saat itu saya mendengar dan ikut bergabung. Karena banyak yang bertanya, saya usulkan untuk mengadakan seminar kecil-kecilan,” ujar beliau.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Undip dan Mars Teknik. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Format dan sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Ketua BEM FT, M. Austin Gifari. Setelah itu masuk ke acara inti yaitu materi yang disampaikan oleh kedua pembicara. Moderator acara ini adalah M.Haykal Azka Dirgantara yang merupakan mahasiswa teknik sipil dan pengurus BEM FT Undip.

Secara garis besar program keinsinyuran berhubungan erat dengan kehadiran UU nomor  11 tahun 2014 tentang  Keinsinyuran. Disisi lain kebutuhan Indonesia akan insinyur sangat berpengaruh terhadap kehadiran program ini. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kualitas Indonesia menghadapi  dunia  global.

Menurut Ir. Wisnu Suharto perbedaan mendasar antara Sarjana Teknik dan Insinyur adalah gelar yang disandang. Sebutan untuk lulusan perguruan tinggi (S1) merupakan gelar akademik. Sedangkan gelar insinyur yang digunakan untuk program profesi keinsinyuran saat ini merupakan gelar profesi.

Untuk mengikuti program ini terdapat tiga jalur yang bisa dilewati, yaitu reguler, rekognisi, dan lokakarya. Jalur reguler memiliki syarat lulusan S1 teknik/terapan dan pengalaman dua tahun, rekognisi pembelajaran lampau memiliki syarat lulusan S1 teknik/terapan dan pengalaman tiga tahun sedangkan jalur lokakarya memiliki syarat lulus S1 teknik/terapan dan pengalaman lima tahun.

Untuk kesiapan Undip dalam pelaksanaannya, Ir. M. Agung Wibowo mengungkapkan bahwa saat ini sedang melakukan penulisan detail kurikulum dan bentuk magang  bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), serta alokasi dana dalam proses perancangan. Selain itu juga telah diadakan workshop bagi dosen yang akan mengajar. Syarat yang harus dimiliki oleh dosen yang akan mengajar adalah anggota PII dan telah menyelesaikan S2 serta memiliki sertifikasi Insinyur Professional Madya (IPM). (Momentum/Lativa)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

Mahasiswi FT Undip Juarai Kompetisi Debat di Malaysia

adminFebruary 5, 2019

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bahas Poin Penting Juknis

adminSeptember 22, 2018

FORMAT: Indonesia Kekurangan Insinyur

adminSeptember 8, 2018

Kaderisasi Ideal, Menciptakan Kebersamaan

adminJuly 25, 2018

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

SETELAH VAKUM 4 TAHUN, POR TEKNIK KEMBALI LAGI

adminApril 13, 2018