Event

Darurat Moral: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sejarah!

Darurat Moral: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sejarah!

asdf

Minggu (13/11/2016) telah diadakan seminar nasional di Gedung Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro, Semarang. Seminar Nasional ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin PSDIII Undip dengan tema Indonesia Darurat Moral. Menurut ketua panitia latar belakang tema tersebut adalah degradasi moral yang terjadi di Indonesia saat ini, diharapkan dengan adanya acara ini sebagai generasi muda dapat mengangkat kembali norma-norma, nilai moral dan tatakrama bangsa yang dulu dijunjung tinggi.

Acara dimulai pada pukul 09.06 WIB dengan penampilan teater dan MC, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama. Acara selanjutnya adalah sambutan ketua panitia, ketua himpunan dan sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Prof Dr. Ir.Budiyono, M. Si. Kemudian acara hiburan berupa penampilan tari saman oleh Mahasiswa Teknik Lingkungan Undip.

Seminar Nasional ini dimoderatori oleh Skolastika Sylvia yang merupakan News Anchor Liputan 6. Pembicara yang hadir dalam acara ini adalah Maman Suherman selaku Pengamat Sosial, Anindya Putri (Puteri Indonesia 2015), Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ., MARS selaku Deputi Rehabilitasi BNN juga dari perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Jati Priyono.

Menurut Maman Suherman degradasi moral yang terjadi di Indonesia dapat dibuktikan dengan fakta-fakta tingginya kekerasan seksual yang terjadi. Setiap hari 35 perempuan mengalami kekerasan seksual dan 20 diantaranya diperkosa. Selain itu rendahnya minat baca masyarakat Indonesia juga bisa dijadikan bukti, bahwa dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang memiliki minat baca.

Dokter Diah mengatakan bahwa saat ini narkoba sudah menjadi life style di masyarakat. “Semakin ke sini, pengguna narkoba semakin muda. Anak SD dan SMP saat ini sudah banyak yang mengenal narkoba” Ujarnya. Menurut Dokter Diah tidak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan penjajahan secara halus, jika generasi mudanya hancur maka hancurlah bangsa itu.

Anin mengatakan bahwa degradasi moral juga dapat disaksikan di media sosial. Begitu banyak komentar-komentar bobrok yang kalau di dunia nyata sudah di anggap pembullyan. Masyarakat tidak lagi membedakan yang salah dan benar. Hanya perkelahian ego antara lovers dan haters. Seharusnya media sosial digunakan untuk berbagi informasi dan hal-hal yang positif.

Menurut Priyono Indonesia suatu saat bisa jadi hanya tinggal sejarah jika kita tidak cepat bertindak. Degradasi moral ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktornya adalah penanaman nilai-nilai dari keluarga. Maman Suherman mengamini dengan mengatakan bahwa tidak bisa hanya menyalahkan anak karena anak telah kehilangan keteladanan. Yang muncul adalah keedanan, kebanyakan anak koruptor tidak malu mengatakan bahwa orang tuanya koruptor karena bukan hanya orang tuanya.

Cara untuk mengatasi masalah ini menurut Anin adalah dengan mengaktifkan diri dengan hal-hal positif. Dokter Diah dan Priyono sepakat bahwa melaksanakan nilai-nilai pancasila bukan hanya sekedar ucapan serta menajamkan kecerdasan spiritual adalah solusi meningkatkan moral bangsa. Sedangkan Maman mengatakan bahwa orang baik harus berani bersuara, jujur, benar katakan benar.

(Momentum/Lativa)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019

Dari Puan Hingga Vidi, Penutupan ODM Undip Hadirkan Nuansa Toleransi dan Persatuan

adminAugust 19, 2019