Teknik

Kampanye Pemira FT D3 Teknik Mesin

Kampanye Pemira FT D3 Teknik Mesin

d3mesin

Kamis (3/11/2016) telah dilaksanakan kampanye Pemira FT di D3 Teknik Mesin yang berlokasi di kampus Undip Pleburan. Bertempat di Joglo, kampanye dimulai pukul 16.30 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa D3 teknik Mesin, kedua pasang calon serta KPR. Seperti sebelumnya, acara diawali dengan pemaparan visi dan misi yang dikemukakan oleh kedua pasang calon dan berlanjut ke sesi tanya jawab.  Dengan mengenakan wearpack kedua calon yakni Faishol-Aria dan Badar-Yudha memaparkan visi dan misi masing-masing. Pada Kampanye pemira di  D3 Teknik Mesin kali ini, menurut Indrajati Saputra selaku Ketua Himpunan Mahasiswa D3 Teknik Mesin lebih menekankan pada ketegasan dalam pengambilan sikap terkait birokrasi ataupun program kerja yang akan dikerjakan.

Kampanye ini berlangsung tertib dan lancar. Pada kampanye kali ini, sesi tanya jawab lebih menjurus mengenai kebijakan birokrasi dan mahasiswa. Seperti mengenai kebijakan tentang kaderisasi dimana tidak memperbolehkan kegiatan apapun yang melibatkan mahasiswa baru padahal sebelumnya telah ada pemberitahuan bahwa kegiatan-kegiatan yang ada dijurusan boleh melibatkan mahasiswa baru dengan pengawasan dari pihak jurusan. Faishol-Aria mengatakan bahwa memang ada kendala di konsistensi birokrasi dan untuk itu BEM harus terus mengawal kebijakan tersebut. Begitu pula yang diutarakan oleh Badar-Yudha bahwa hal tersebut adalah karena adanya pergantian Dekanat FT, serta langkah konkrit yang akan dilaksanakan ialah juga mengawal kebijakan dari birokrasi tentang kaderisasi. Lalu pertanyaan yang cukup tegas dan sulit kembali diajukan oleh forum dimana forum menanyakan kesiapan dari kedua calon apabila harus mengalami drop out karena memperjuangkan hak–hak mahasiswa, dari keduanya menyatakan siap, namun dengan catatan bahwa mereka telah mengawal dan memperjuangkan suatu hal yang memiliki dasar-dasar  yang nyata.

Pada sesi pertanyaan juga sempat disinggung mengenai evaluasi kinerja birokrasi, dimana kedua pasang calon ditanya mengenai keberanian mereka untuk membuat suatu gerakan yang tujuannya untuk mengevaluasi kinerja birokrasi. Pasangan calon Faishol-Aria mengatakan akan mencoba untuk mengadakan forum terlebih dahulu  dengan birokrasi serta diberikan tindakan yang tegas dan  konsekuensi untuk aksi apabila hal tersebut disetujui  oleh himpunan–himpunan, maka keduanya siap untuk melakukan gerakan. Tidak jauh berbeda dengan Faishol-Aria, pasangan calon Badar-Yudha juga mengatakan akan membuat forum antara birokrasi dan himpunan lalu melaksanakan konsolidasi. Menurut Badar-Yudha, langkah konkrit agar kebijakan yang keluar dengan kesepakatan mahasiswa, maka perlu dilakukan cara publikasi tentang pakta-pakta integritas kepada mahasiswa agar mahasiswa dapat menuntut apabila tidak sesuai dan mahasiswa tidak dapat dikelabuhi dengan kebijakan – kebijakan yang ada.

Setelah sesi tanya jawab, kedua pasangan diberi tantangan oleh forum yang merupakan kebudayaan yang ada di D3 Teknik mesin. Acara berakhir pukul 18.00 WIB dibawah pimpinan KPR lalu dilanjutkan kembali dibawah pimpinan  D3 Teknik Mesin. (Momentum/Umi)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

Mahasiswi FT Undip Juarai Kompetisi Debat di Malaysia

adminFebruary 5, 2019

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bahas Poin Penting Juknis

adminSeptember 22, 2018

FORMAT: Indonesia Kekurangan Insinyur

adminSeptember 8, 2018

Kaderisasi Ideal, Menciptakan Kebersamaan

adminJuly 25, 2018

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

SETELAH VAKUM 4 TAHUN, POR TEKNIK KEMBALI LAGI

adminApril 13, 2018