Coretan Teknik

Melancong ke Negeri di Atas Awan

Melancong ke Negeri di Atas Awan

Liburan semester, rasanya belum lengkap jika belum travelling. Sebagai mahasiswa yang kampusnya terletak di Jawa Tengah, kamu patut berbangga karena kita dianugerahi banyak tempat-tempat eksotis yang siap memanjakan mata.

Untuk kamu pecinta ketinggian, Dieng adalah tempat yang sempurna untuk melepaskan segala kepenatan kuliah maupun organisasi selama satu semester yang lalu. Dengan ketinggian ± 2000 meter dpl, Dieng  menawarkan lanskap khas pegunungan yang memukau dan tentunya Instagramable.

Menikmati Dieng, bukan soal menikmati alamnya saja, tetapi juga menapaki sejarahnya, mencicipi kuliner khasnya, serta memahami kehidupan masyarakatnya. Sehari saja rasanya tak akan cukup untuk membawamu berkeliling menikmati segudang eksotisme Dataran Tinggi Dieng yang sering dijuluki Negeri Para Dewa.

Persiapan itu penting

            Suhu yang akan kamu hadapi di Dieng mencapai 12-20°C pada siang hari dan 6-10°C pada malam hari. Apalagi pada awal tahun, Dieng masih rawan hujan ringan serta kabut tebal. Jaket/sweater, kaos kaki, jas hujan, serta pakaian ganti merupakan hal yang wajib kamu siapkan. Bawalah juga payung untuk berjaga-jaga apabila hujan turun selama di tempat wisata.

Mencapai Dieng

            Walaupun termasuk dataran tinggi, Dieng bukanlah suatu tempat yang terisolasi dan sulit dijangkau karena letaknya hanya sekitar 1 jam dari pusat kota Wonosobo. Untuk mencapai Wonosobo sendiri mudah, sekitar 3 jam perjalanan dari Semarang atau 10 jam perjalanan dari Jakarta.  Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya cek kondisi kendaraan kamu terlebih dahulu karena tanjakan di sepanjang jalan menuju Dieng cukup berliku dan menanjak dengan jurang disisi kanan & kiri. Tapi tak perlu khawatir karena jalan yang akan kamu lewati tergolong halus dan terawat dengan baik, terimakasih kepada Pemkab Wonosobo.

Memilih homestay

            Kenapa harus homestay? Kenapa tidak hotel? Karena memang kebanyakan penginapan yang ditawarkan bertipe Homestay yang masih satu atap dengan pemiliknya. Dengan menginap di homestay, secara tidak langsung kita diajak berinteraksi dengan pemilik rumah yang tidak lain adalah masyarakat Dieng itu sendiri. Bercengkrama dan saling bertegur sapa, menurut saya ini adalah nilai plus tersendiri. Room rate-nya pun cukup murah, sekitar 80 – 300 ribu rupiah sesuai fasilitas yang ditawarkan. Pun tak perlu takut kedinginan karena banyak homestay yang sudah menyediakan fasilitas air panas.

Makanan Khas dan Oleh-oleh

            Tak sopan rasanya jika mengunjungi suatu daerah tanpa mencicipi makanan khasnya. Dieng mempunyai makanan khas yang tak akan bisa kamu temui di daerah lain seperti Carica (sejenis pepaya yang tumbuh di pegunungan), Purwaceng (tumbuhan yang berkhasiat meningkatkan stamina) maupun Sagon (kue yang terbuat dari parutan kelapa yang manis) yang enak disantap selagi hangat. Mie ongklok yang merupakan makanan khas Wonosobo yang terbuat dari mie dan sayuran yang disiram kuah kacang manis pun seakan menjadi menu wajib yang dijajakan warung-warung di pinggir jalan. Jadi kamu tidak perlu takut kelaparan selama berada di Dieng.

Wisata

  1. Telaga Warna

Objek wisata yang satu ini tampaknya wajib kamu kunjungi ketika berada di Dieng. Kandungan sulfur yang cukup tinggi membuat air di telaga ini mempunya warna yang bermacam-macam saat sinar matahari mengenainya. Terkadang telaga ini berwarna hijau, kuning maupun berwarna-warni layaknya pelangi. Lokasinya pun tidak begitu jauh, cukup 5 menit berkendara dari Pertigaan Dieng ke arah selatan melalui Jalan Telaga Warna.

Mengitari telaga lebih jauh, kamu akan menemukan Goa Semar, Goa Pengantin, Goa Pengantin dan Goa Sumur yang sering dijadikan tempat bermeditasi.

2. Batu Ratapan Angin

Inilah spot terbaik untuk menikmati keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon khususnya bagi kamu  pecinta fotografi. Perbedaan warna yang kontras antara kedua telaga dihiasi pepohonan yang rindang memberi keunikan tersendiri ibarat lukisan diatas kanvas. Batu ratapan angin itu sendiri merupakan dua buah batu besar yang letaknya berdampingan.

Untuk menikmati keindahannya, cukup 5 menit berkendara dari Telaga Warna ke arah selatan dan lokasinya pun bersebelahan dengan Dieng Plateau Theater. Waktu terbaik mengunjunginya adalah pada pagi dan siang hari, karena daerah ini akan tertutup kabut tebal pada sore hari.

3. Kawah Sikidang

Merupakan salah satu dari sekian banyak kawah yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng, kawah-kawah ini menandakan bahwa kawasan ini merupakan bekas letusan gunung berapi yang sampai sekarang masih aktif. Keluarnya asap putih dari dalam kawah inilah yang membuat Kawah Sikidang banyak diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Walaupun dapat menyaksikan dari dekat bibir kawah, kita harus tetap menjaga keselamatan dengan tidak melewati pagar pembatas yang telah dibuat. Selain itu disarankan kepada pengunjung untuk menggunakan masker karena asap yang keluar tersebut mengandung belerang yang pada jumlah tertentu dapat membahayakan kesehatan.

4. Candi Arjuna

Salah satu kelebihan obyek wisata di Dieng adalah jaraknya yang saling berdekatan. Salah satunya adalah Candi Arjuna yang dapat dengan mudah dicapai dengan jalan kaki ke arah barat dari Pertigaan Dieng. Candi Arjuna sendiri merupakan satu dari beberapa candi yang berada di Komplek Percandian Arjuna. Di kompleks ini juga terdapat Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

Komplek candi yang bersih serta terawat dengan baik membuat tempat ini menjadi fotogenik bagi pecinta selfie. Sayangnya beberapa pengunjung tetap nekat memanjat dinding candi walau sudah terdapat larangan menaiki dinding candi.

5. Sunrise di Puncak Sikunir

Berada di ketinggian 2263 mdpl, Bukit Sikunir memang terkenal dengan Golden Sunrise-nya. Hamparan pohon, sawah, serta gunung-gunung membuat pemandangan dari puncaknya terasa sempurna disaat matahari mulai menampakkan sinarnya. Sayang rasanya jika pergi ke Dieng tanpa menikmati sunrise terbaik di Jawa Tengah ini.

Waktu terbaik untuk mendaki bukit ini adalah pada musim kemarau yaitu sekitar bulan Juli-Oktober karena langit jarang mendung dan kabut tidak begitu tebal akan membuat warna keemasan saat sunrise terlihat jelas.

Untuk mendakinya tidaklah sesulit mendaki gunung pada umumnya, walaupun begitu tetap memerlukan kondisi fisik yang prima serta persiapan yang matang. Rata-rata pendaki memerlukan waktu 15-30 menit untuk mencapai puncaknya. Start awal pendakian berada di sebelah timur Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo yang merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah dan dapat ditempuh selama 15 menit berkendara dari Pertigaan Dieng ke arah selatan melalui Jalan Telaga Warna.

Selain itu di kaki bukit juga terdapat camping ground yang terletak di sekitar Telaga Cebong untuk pendaki yang ingin bermalam dengan mendirikan tenda.

 

Sebenarnya Dieng masih mempunyai banyak obyek-obyek yang tak kalah eksotis untuk dijelajahi, seperti Gunung Prau, Bukit Skoter, Sumur Jalatunda, Telaga Menjer, dan masih banyak lagi. Hal ini membuatku ingin selalu kembali ke Dieng dan mengeksplor lebih jauh lagi.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Bukan

adminJuly 8, 2018

Mengenal Pesona Negeri Indah di Atas Awan

adminJuly 3, 2018

Mahasiswa Undip”Menyulap” Limbah Plastik Botol dan Limbah Cangkang Kerang Hijau menjadi Genteng

adminJuly 2, 2018

Manfaatkan Sampah Organik, Mahasiswa UNDIP Tingkatkan Produktivitas Karang Taruna dan Itik

adminJuly 1, 2018

Pendidikan Berbasis Kebun Cerdas dan Ceria

adminMay 16, 2018

Hening

adminMarch 16, 2018