Coretan Teknik

Never Say Goodbye

Never Say Goodbye

Hati memiliki haknya untuk berbicara. Bahkan hati juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakan isinya. Mengapa harus tertekan? Aku tidak tahu bahkan tidak sadar aku terjebak dalam situasi ini. Ketika hati ini rapuh jatuh dalam suatu hubungan yang tidak wajar. Hubungan mendefinisikan dirinya sebagai ikatan erat yang bahkan tidak tahu awal bermuara. Ketika aku jatuh dalam hubungan yang tidak seharusnya, hukuman apakah yang pantas diberikan?Aku menciptakan hubungan di dalam suatu hubungan.

Semua terjadi begitu saja bak air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah dan tidak ada seorang pun yang dapat membendungnya. Jauh didasar hati aku bertanya, mengapa,mengapa,dan mengapa. Aku menemukan kenyamanan yang sebelumnya tidak ku dapatkan. Aku tidak menemukan Tuhan didalam diri-Nya,tetapi aku menemukan Tuhan didalam Dia. Hubungan tidak bisa berjalan dengan harmonis tanpa ada rasa memiliki, dan aku tidak menemukannya bersama-Nya.

Sampai kapan? Sampai kapan? Bahkan Tuhan pun tidak dapat menjawabnya. Dua hati menyatu didalam suatu ikatan yang tidak pasti. Tidak tahu kapan akan berakhir dan bagaimana caranya. Ini salah, bahkan hati ini tidak mampu mengakuinya. Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan hati ini hanya milik Dia. Terlambat untuk menyesali, bahkan setetes keberanian pun tidak ada untuk mengakui ini kepada-Nya. Waktu yang akan menjawab. Kebohongan tidak akan bertahan lama, seperti pepatah berkata sepandai – pandainya tupai melompat pasti akan jatuh jua.

Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda mengenai takdir, dan aku tidak percaya itu. Takdir dapat berubah kapan pun ia mau. Aku terjebak. Apa yang hendak dilakukan ? kebenaran pun terkuap. Aku menyakiti hati-Nya tapi aku harus mengatakan jujur untuk Dia. Semua tidak ada yang kebetulan, berat hati mengatakan goodbye karena kita tidak tahu akan adakah waktu untuk berjumpa kembali atau tidak.

Satu hubungan berakhir, meminta maaf bukan berarti rendah dan yang memaafkan pasti berjiwa besar. Aku sadar aku harus mengatakan ini kepada-Nya. Hati ini masih tertambat pada hati Dia. Bagaimana mungkin dua hati dapat bersatu jika sudah menghancurkan hubungan yang resmi ? waktu mungkin berpihak pada kami. Cinta kami mempunyai cerita. Hubunganku dengan-Nya berakhir dan berlabuh bersama Dia. Komitmen dengan tidak pernah mengatakan goodbye membuahkan hasil.

Dalam hidup aku tidak ingin mengatakan seandainya, bahkan bila itu terjadi hanya akan ada penyesalan. Dan aku tidak ingin penyesalan menjadi cerita atas hidupku. Cinta, cinta adalah gila,dan aku gila karna cinta.

 

Selli Angelita Sitepu – S1 Teknik Geodesi 2014

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Kabar Subsidi Kuota Undip setelah Bantuan Kuota Kemdikbud Turun

adminOctober 7, 2020

Jurnal Yang Tertinggal

adminOctober 3, 2020

Prank Spaghetti BCC, Britania Raya Heboh !

adminSeptember 25, 2020

Pelaksanaan UKM Expo Undip Ditengah Pandemi

adminSeptember 14, 2020

Mungkin Bumi Cendrawasih Lahir Ketika Tuhan Sedang Cemberut: Sebuah Esai Tentang Kemiskinan, Ketimpangan dan Kegagalan Memahami Masyarakat Papua

adminSeptember 12, 2020

Mungkin Bumi Cendrawasih Lahir Ketika Tuhan Sedang Cemberut: Sebuah Esai Tentang Kemiskinan, Ketimpangan dan Kegagalan Memahami Masyarakat Papua – Bagian 4

adminSeptember 6, 2020