Coretan Teknik

Review Film La La Land, Sebuah Momen Kebangkitan Drama Musikal

Review Film La La Land, Sebuah Momen Kebangkitan Drama Musikal

 

Film ini terlalu indah untuk tidak dilihat di bioskop. Jadi, saran saya segeralah pergi ke bioskop ataupun teater kesayangan anda selagi tiketnya masih tersedia. Secara sederhana, film ini menyajikan sebuah drama musikal yang bercerita tentang Mia (Emma Stone), seorang pelayan di kedai kopi yang bermimpi untuk dapat menjadi seorang aktris terkenal dan Sebastian (Ryan Gosling), seorang musisi yang yakin bahwa dirinya sangat berbakat dan bermimpi akan membangun sebuah kelab jazz dimana ia dapat bermain disana sepanjang malam. Beberapa jam kemudian, film ini akan membawa kita ke perjalanan karir mereka berdua, tentunya dengan cerita dan suasana yang romantis, lalu diakhiri dengan sebuah kesimpulan bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang besar, diperlukan pengorbanan yang besar pula. Kisah yang sangat sederhana bukan?

Cerita diatas adalah bukti keajaiban film La La Land yang berhasil menyulap sebuah cerita sederhana menjadi film yang berhasil meraih banyak penghargaan di Golden Globe Awards 2017 dan bahkan berhasil memecahkan rekor. Pencapaian tersebut tak akan bisa dilepaskan dari orang-orang dibalik film ini. Mari kita beri tepuk tangan yang meriah bagi Damien Chazelle sebagai sutradara, Justin Hurwitz sebagai penggubah musik, dan tentu saja Ryan Gosling dan Emma Stone sebagai pemeran utama.

Saya telah beberapa kali menonton film bertemakan drama musikal, sebut saja Whiplash, Into The Woods, dan Pitch Perfect. Sebuah drama musikal yang bagus tentu akan meninggalkan kesan yang mendalam bagi para penonton karena kita tak hanya menikmati setiap adegan dari peran yang dimainkan, namun juga musik dan lagu yang mengiringi kita sepanjang film diputar. Tetapi, musik yang bagus apabila didengarkan dalam sebuah drama musikal belum tentu bagus jika kita menikmati dari segi musiknya saja. Bisa dibilang bahwa kebanyakan drama musikal menghadirkan sebuah hiburan yang mencakup adegan drama dalam balutan musik, sedangkan jarang sekali kita temukan sebuah hiburan yang mencakup adegan drama dan musik yang bagus pula tanpa harus kita nikmati dengan dramanya. Paham maksud saya?

Mari kita ambil contoh, musik yang diperdengarkan di film Pitch Perfect akan terasa bagus dan lucu apabila kita mendengarnya bersamaan dengan sebuah potongan adegan di film Pitch Perfect yang menampilkan Anna Kendrick dkk. Lalu apa jadinya jika kita hanya mendengar musiknya saja tanpa menonton filmnya? Saya rasa musik tersebut menjadi sedikit kurang menarik. Namun, pada film Whiplash, yang juga disutradarai oleh Damien Chazelle, kita bahkan dapat menikmati musik jazz yang ada di film tersebut tanpa harus menonton filmnya. Hal itu juga dapat kita temukan di film La La Land. Berkat kekuatan magis yang dihadirkan oleh Justin Hurwitz sebagai seorang penggubah lagu. Kita dapat menikmati lagu City Of Stars tanpa harus melihat adegan dimana Ryan Gosling dan Emma Stone berdansa pada saat matahari terbenam di kota Los Angeles secara langsung walaupun kombinasi adegan dan musik yang ada di film tersebut sangatlah luar biasa.

Satu hal lagi yang menjadi pusat perhatian di film ini adalah konflik yang dihadirkan dapat dirasakan oleh hampir seluruh penonton, yaitu ketika seseorang memiliki sebuah mimpi dan telah berusaha selama bertahun-tahun namun hanya rasa kecewa yang kita dapatkan, dan akhirnya dengan berat hati kita harus meninggalkan mimpi tersebut karena itulah hal terbaik yang harus dilakukan menurut kita.

Pada Oscar tahun ini, film La La Land diprediksi akan memenangkan beberapa nominasi, yaitu pada kategori Best Picture, Best Cinematography, Best Director, dan Best Original Score. Serta tidak menutup kemungkinan bahwa Best Actor & Actress in Main Role juga akan didapatkan oleh film ini, hanya saja Ryan Gosling harus bersaing mati-matian dengan Casey Affleck yang bermain dengan sangat bagus di Manchester By The Sea dan Emma Stone harus bersaing dengan cukup keras dengan Amy Adams yang mencuri banyak perhatian di filmnya yang berjudul Arrival.

Akhir kata, pergilah ke bioskop.

Rating: 9/10

(dapat dilihat juga di fadelim.tumblr.com)

Fadel Iqbal Muhammad/S1-Teknik Lingkungan 2014

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Bukan

adminJuly 8, 2018

Mengenal Pesona Negeri Indah di Atas Awan

adminJuly 3, 2018

Mahasiswa Undip”Menyulap” Limbah Plastik Botol dan Limbah Cangkang Kerang Hijau menjadi Genteng

adminJuly 2, 2018

Manfaatkan Sampah Organik, Mahasiswa UNDIP Tingkatkan Produktivitas Karang Taruna dan Itik

adminJuly 1, 2018

Pendidikan Berbasis Kebun Cerdas dan Ceria

adminMay 16, 2018

Hening

adminMarch 16, 2018