Teknik

Teknik : Di Balik Persiapan Mobil Urban Bensin Antawirya

Teknik : Di Balik Persiapan Mobil Urban Bensin Antawirya

Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini perlombaan yang diadakan SEMA 2017 sedikit dipersulit dengan sistem kategori perlombaan yang berubah. Sebelumnya, perlombaan dibedakan menjadi 4 kategori berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan yaitu bensin, diesel, ethanol dan listrik. Namun saat ini semua kategori bahan bakar disamakan menjadi satu. Menurut dosen pembimbing tim Antawirya, bapak Dr. Susilo Adi Widyanto, ST, MT, hal ini sangat disayangkan, karena diesel terbukti unggul dalam mengefisienkan bahan bakar dibanding jenis bahan bakar bensin yang diikutkan oleh mobil Jessica (nama mobil Antawirya yang dilombakan).

Dari total keseluruhan mahasiswa, hanya 13 orang yang akan berangkat. Mereka telah melalui serangkaian tahapan dari seleksi berkas hingga tahapan konfirmasi. Jumlah orang yang berangkat ke Singapura cenderung lebih sedikit dibanding tahun lalu. Tim ini juga terdiri dari 2 kepanitiaan yaitu bagian teknis dan non-teknis. “Persiapan yang dilakukan tim Antawirya telah dilakukan kurang lebih satu tahun lamanya dengan bimbingan yang tak lepas dari anggota tim lomba tahun sebelumnya sehingga kesalahan yang dilakukan tahun lalu minim dilakukan sekarang,” ujar manajer Tim Antawirya, Prayudha Naufal Wijaya jurusan Teknik Mesin Undip angkatan 2013. Ia juga menambahkan dana yang dikucurkan untuk persiapan mobil tersebut sebesar kurang lebih 60 juta rupiah dan berasal dari pihak fakultas, universitas serta sponsorship. Untuk keseluruhan, dana yang digunakan saat ini sudah terpenuhi terlebih baru saja ada dana yang turun dari WCU (World Class University) dan dana hibah dari tim sebelumnya. Persiapan dari tahun ke tahun, pengembangan mobil terfokus pada perbaikan mesin, lain halnya pada 3 tahun pertama tim Antawirya terbentuk, persiapan pun lebih terfokus pada bentuk mobil yang dibuat.

 

Menurut bapak Susilo perihal dana, pihak dosen sama sekali tidak mengetahui total dana yang digunakan. Hal itu dikarenakan pihak kemahasiswaan atau birokrasi langsung memberikan dana dan pengaturan keuangan kepada mahasiswa. Terkait hal ini, ternyata memberikan beberapa kendala bagi  pihak dosen pembimbing sebagai advisor. Kendala persiapan tim Antawirya tersebut terdiri dari manajemen, evaluasi inspeksi dan masalah teknis. Kendala manajemen sendiri ialah pemberian input langsung kepada mahasiswa dari dosen sulit diaplikasikan, yang kemudian menyebabkan mahasiswa tidak dapat memprioritaskan penggunaan dari anggaran yang terbatas dengan baik. Mengenai evaluasi inspeksi, Bapak Susilo memberi contoh terhadap sistem evaluasi yang diterapkan pada sebuah institut di kota Bandung, dimana pengeluaran dana untuk perlombaan terus dipantau atau dengan kata lain pengaturan keuangannya turut melibatkan dosen karena harus melalui tanda tangan dosen terlebih dahulu agar dana dapat dicairkan. Hal itu dinilai lebih efektif sehingga dosen ikut berpartisipasi aktif dalam peningkatan kualitas mobil. Lain halnya, terhadap sistem evaluasi inspeksi yang diterapkan di Undip terkait dengan pengaturan keuangan yang diberikan kepada mahasiswa seluruhnya. Untuk masalah teknis, setiap perlombaan tentu harus menciptakan inovasi dan analisis dari berbagai referensi yang akurat, sehingga kendala teknis menjadi hal yang wajar dialami tim Antawirya.

“Masih banyak yang perlu di explore, meskipun sumber dana yang banyak, namun belum cukup mendanai riset seluas itu, sehingga mungkin akan dibuat catatan khusus untuk dilakukan di perlombaan tahun depan,” ucap tim manajer Antawirya itu. Mengenai tanggapan Yudha terkait pengaturan keuangan, tim dosen pembimbing belum sepenuhnya memegang peran dalam hal tersebut, sehingga mahasiswa yang mengelola sendiri dan pada akhirnya hanya mempertanggungjawabkannya secara transparan. Selain itu mahasiswa juga memastikan bahwa tak ada dana yang termasuk ganjil dan menggunakan sesuai dana yang diterima. Selebihnya jika dana tersisa, maka akan dihibahkan pada tim selanjutnya. Di setiap kebijakan keuangan selalu dilakukan diskusi terlebih dahulu kepada sesama tim manajer dan sistem pengaturan ini dianggap sudah efektif melihat terdapat 4 mobil,serta dana pada tahun ini yaitu terhadap produk prototype dan untuk dana lomba urban ethanol, bensin, listrik yang sudah sesuai.

Peran dosen dalam persiapan tim Antawirya juga dianggap penting perihal mahasiswa akan selalu membutuhkan masukan, inovasi ataupun penelitian dosen yang sangat berpengaruh  untuk meningkatkan kualitas mobil tersebut. Selain terlibat dengan bantuan dosen, tim Antawirya pun juga membutuhkan peran di bidang lain sehingga sangat terbuka untuk menerima kerjasama dengan pihak-pihak yang concern dengan riset mesin. Seperti sebelumnya, pihak Antawirya telah bekerja sama dengan bengkel di Jogja bernama Manual Tech sehingga ke depannya diharapkan dapat melakukan kerja sama dalam riset mesin termasuk di lokasi Semarang sendiri.

Keterangan : Kegiatan Pengepakan Mobil menuju Singapura, Sabtu (18/02/2017) di Tenik Mesin Universitas Diponegoro

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

SETELAH VAKUM 4 TAHUN, POR TEKNIK KEMBALI LAGI

adminApril 13, 2018

Laboratorium Terpadu, Pabrik yang Unggul untuk Produk yang Unggul

adminMarch 26, 2018

Desa Binaan Sebagai Wujud Pengabdian Mahasiswa

adminMarch 26, 2018

SURVEY KEBUTUHAN FAKULTAS TEKNIK

adminMarch 18, 2018

Aplikasi “FT Undip Mobile” Siap Diluncurkan

adminMarch 16, 2018