Tokoh

Mengenal Nabilah Aafiyah, Mahasiswa Teknik Pemenang IPDN English Debate Competition 2017

Mengenal Nabilah Aafiyah, Mahasiswa Teknik Pemenang IPDN English Debate Competition 2017

Sumber: Dokumentasi pribadi

Salah satu mahasiswa teknik Universitas Diponegoro kembali mengukirkan prestasi di ajang perlombaan nasional. Ia adalah Nabilah Aafiyah, mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Kota angkatan 2016, merupakan anak kedua dari dua bersaudara yang lahir pada 29 Juni 1998 di Bekasi. Ia merupakan alumni dari SMA Negeri 42 Jakarta yang memiliki hobi menggambar dan sejak duduk di bangku SMP mulai tertarik dengan bahasa Inggris. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah, ceria, mudah bergaul, serta memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.

Belum lama ini, Nabilah bersama timnya berhasil menjadi 2nd Runner Up (Juara 3) pada ajang IPDN English Debate Competition yang diselenggarakan pada tanggal 6 sampai 10 Maret 2017 bertempat di Kampus IPDN, Jl. Ir. H. Soekarno KM. 20, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Perlombaan tersebut merupakan bagian dari sebuah rangkaian acara bertemakan Implementation of Smart Government to Realize Indonesia Clean Governmentyang terdiri dari technical meeting, English Debate Competition, seminar nasional, expo, dan lain sebagainya. Dalam perlombaan kali ini, Universitas Diponegoro mengirimkan satu tim delegasi yang beranggotakan tiga orang, yaitu Laidana Noura (FSM Fisika angkatan 2015), Ester Elisabeth Aspin (FISIP Komunikasi angkatan 2016), dan Nabilah Aafiyah (FT Teknik PWK angkatan 2016). Pada ajang ini, Nabilah berperan sebagai 2nd speaker yang bertugas untuk mengolah dan membahas dampak yang ditimbulkan dari materi debat tersebut.

Nabilah sempat menuturkan bahwa pada awalnya ia tidak memiliki dasar-dasar dan pengalaman di bidang debat sama sekali. Setelah masuk universitas, ia kemudian memutuskan untuk mengikuti Undip Debating Forum, atau yang biasa disebut UDF. Ia juga menyampaikan bahwa banyak sekali sumber lomba yang didapatkan dalam forum tersebut. Melalui UDF juga ia mulai mempelajari tentang debate dan untuk pertama kalinya mengikuti perlombaan.

Mengikuti perlombaan debat merupakan tantangan tersendiri bagi Nabilah. Pasalnya, dalam debat ini materi debat yang diangkat cukup luas dan dapat mencakup segala aspek baik yang berhubungan dengan pemerintahan secara langsung maupun tidak. Nabilah yang masih tergolong pemula juga terkadang merasa kesulitan untuk menggali dan menyampaikan pemikirannya secara langsung. Namun, ia menekankan bahwa dalam debate, kita tidak perlu takut karena ada rekan dalam tim yang akan membantu dalam pengembangan materi.

Nabilah berharap melalui prestasi dan pengalamannya kali ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya yang juga tertarik untuk mencoba debat. “Sebenarnya kunci awalnya adalah percaya diri dan berani karena nantinya akan banyak orang yang memberikan support dan motivasi tersendiri. Gagap dan sedikit berbicara dalam debat pertama kali itu bukan masalah, karena tiap orang juga pasti akan mengalami hal yang sama. Yang terpenting adalah berani mencoba,” tutupnya. (Vania Arista P./Teknik Industri)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tokoh

More in Tokoh

Mengenal Lebih Dekat Sosok Kepala Departemen Teknik Geodesi, Dr. Yudo Prasetyo, ST., MT.

adminMay 6, 2018

Sampaikan Kotak Aspirasi, Ketua BEM Undip Diberi Wejangan Bu Menteri

adminApril 10, 2018

90 Menit Bersama Jokowi dalam Dies Natalis ke-60 Undip

adminOctober 18, 2017

Prof. Sudharto P. Hadi, : Pemimpin Tidak Banyak, Merekalah yang Bisa Membagi Waktu

adminMay 31, 2017

Sosok Perempuan : Kepala Departemen Teknik Industri Undip, Dr. Naniek Utami Handayani, S.Si

adminApril 5, 2017

Mengenal Sosok Susatyo Nugroho Widyo Pramono, S.T., M.M., Dosen Unik dengan Seribu Kisah Klasik

adminAugust 28, 2016