Ristek

PENELITI UNDIP KEMBANGKAN EXOSKELETON ROBOT DAN SUPERNUMERARY THUMB BAGI PENDERITA DISABILITAS FUNGSI TANGAN

PENELITI UNDIP KEMBANGKAN EXOSKELETON ROBOT DAN SUPERNUMERARY THUMB BAGI PENDERITA DISABILITAS FUNGSI TANGAN

Peneliti Undip telah berhasil mengembangkan wearable exoskeleton robotic fingers dan supernumerary thumb. Robot yang berhasil dibuat tersebut dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Mesin Undip, Joshua Wijaya Syafei, Gilar Pandu Ananto, dan Kharisma Agung Pambudi dibawah bimbingan Mochammad Ariyanto dan Rifky Ismail. Robot ini merupakan robot dibidang kesehatan yang dapat membantu penderita disabilitas fungsi tangan dan bisa menjadi alat rehabilitasi bagi penderita penyakit stroke. “Manfaat robot ini adalah sebagai alat bantu bagi penderita disabilitas fungsi tangan dalam beraktivitas dengan memanipulasi objek meskipun tangannya sudah tidak bisa bergerak atau tangannya sudah sangat lemah seperti orang normal,” ujar Joshua Wijaya Syafei.

Exoskeleton Robotic Fingers ini dapat digunakan pada tangan pasien penderita disabilitas fungsi tangan guna menggerakan jari tangan pada pasien yang menderita penyakit stroke  (cerebral palsy) ataupun pada pasien dengan kekuatan tangan yang sangat lemah. Sementara untuk Supernumerary Thumb dibuat sebagai ibu jari tambahan untuk membantu gerakan tangan dari pasien disabilitas fungsi tangan yang ibu jarinya menempel dengan telapak tangannya dan tidak dapat digerakkan lagi.

Pada robot ini input gerakannya menggunakan Electromyography (EMG) sensor dan dibuat dengan 3D print. Robot ini terdiri dari microservo sebagai penggerak di supernumerary thumb, linear actuator sebagai penggerak untuk eksokeleton serta Arduino Nano sebagai mikrokontroler. “Cara kerja untuk melakukan gerakan exoskeleton robotic fingers dan supernumerary thumb adalah dengan cara melakukan gerakan kontraksi otot lengan pada pasien yang telah dipasang EMG sensor, kemudian robot ini akan bergerak untuk melakukan gerakan grasping, key grasp, pinching, tripod, dan hook dengan cara menekan tombol dan lampu indikator akan menunjukkan perbedaan warna untuk pergantian modenya,” ujar Joshua Wijaya Syafei.

Gilar Pandu Ananto berharap kedepannya robot ini dapat disempurnakan lagi, dalam segi bentuk yang lebih sederhana, ukuran yang lebih kecil, ringan dan dibuat soft robotic. Untuk riset tahap selanjutnya robot exoskeleton tersebut akan dikembangkan dengan teknologi soft robotic.

Video demo robot tersebut dalam membantu pasien dengan disabilitas fungsi tangan dapat dilihat di Youtube

https://www.youtube.com/watch?v=I_6Y4tlt5m8

 

Dedy Mulianto
S1 Teknik Mesin

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ristek

More in Ristek

Alat Penembak Drone Ilegal Buatan Mahasiswa UNDIP

adminJune 14, 2018

Ksatria Hydros Siap Ikut Ajang Internasional

adminApril 29, 2018

Content Creator Day, Sebuah Konten Harus Memiliki Nilai yang Disampaikan

adminApril 21, 2018

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Ciptakan Alat Pengendali Hama Burung Pemakan Bulir Tanaman Padi

adminJuly 25, 2017

TIM PKMM UNDIP Latih Pembuatan String Art di Desa Mluweh

adminJuly 6, 2017

Silamatika Education

adminJune 7, 2017