Prestasi

Rusyda Syahidah, Satu-Satunya Delegasi FT di HNMUN 2017

Rusyda Syahidah, Satu-Satunya Delegasi FT di HNMUN 2017

Undip kembali mengirimkan delegasi dalam ajang HNMUN pada 16-19 Februari 2017 lalu. Rusyda Syahidah merupakan satu-satunya delegasi dari Fakultas Teknik. Perempuan yang lahir di Jakarta pada tanggal 28 Desember 1995 ini, merupakan mahasiswa semester VIII Departemen S-1 Teknik Lingkungan. Mengikuti HNMUN adalah keinginannya sedari SMA. Dia mengaku bahwa kemahiran bahasa inggrisnya lahir karena sering membaca buku dan berlatih memperagakannya.

HNMUN (Harvard National Model United Nations) adalah sebuah ajang simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan oleh Harvard University. HNMUN biasa diadakan tiap setahun sekali. Pada HNMUN 2017 ini, Rusyda berangkat bersama empat delegasi lainnya, yaitu I Gusti Agung Ayu Krisnadevi (Fakultas Kedokteran 2014), Ahmad Syauqi Thirafi (Fakultas Hukum 2015), Hanifa Ramadhani (Fakultas Kedokteran 2013), dan Gabe Dhiar Simorangkir (Fakultas Sains dan Matematika 2013).

Sebelum mengikuti ajang HNMUN , Rusyda harus mengikuti seleksi yang diadakan oleh Diponegoro Mun Society. Seleksi tersebut meliputi seleksi berkas, forum group discussion (FGD), problem solving, interview hingga simulasi MUN. Sehingga dari seleksi tersebut dihasilkan bibit bibit unggul yang siap mengikuti HNMUN.

Dalam simulasi HNMUN , Rusyda bertindak sebagai perwakilan dari Negara Norwegia. Membicarakan permasalahan kompleks negara yang didapatkannya saat simulasi sampai solusi yang ditawarkan harus sesuai dengan kondisi negara tersebut. Hal tersebut membuktikan bahwa selain bekal public speaking, pengetahuan yang luas harus dimiliki setiap delegasi dalam mengikuti HNMUN . Terdapat pula observer yang mempunyai peran sebagai pemandu diskusi yang juga memiliki hak untuk menilai peserta. Peserta yang terbaik akan mendapatkan award berupa “The Best Delegates”.

“I think there is a lot of things, that i got from this chance . Experience is yes! and then connection. Dan menurutku pengalaman yang paling berharga banget adalah pola berpikir. I dont know, but after i went to Harvard and then came back to here, theres a lot of  that I think thats for me is really changing, the way I think about something. How easy life, its kind a different. Its different with Indonesia” ungkap Rusyda.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prestasi

More in Prestasi

Kesibukan Bukan Penghalang Untuk Berprestasi

adminMarch 26, 2018

Mahasiswa FT Undip peraih 1st Runner Up Debate Competition dalam ajang PELTAC: Membuka Relasi, Mengukir Prestasi

adminFebruary 3, 2018

Delegasi Undip Raih Juara III Dalam Call For Paper Week of Writing 2017

adminDecember 4, 2017

Keren: Peneliti Undip Berhasil Membuat Robot Lengan Seperti Dr.Octopus dalam Film Spiderman

adminSeptember 18, 2017

TESTIMONI PIMNAS 2017 ALA TEKNIK

adminSeptember 17, 2017

PSMT Undip Raih Silver Medal di 4th Singapore International Choral Festival

adminJuly 20, 2017