Prestasi

Delegasi Fakultas Teknik Sabet Penghargaan Champion Of Nobel Session di EDMAT 38 Malaysia

Delegasi Fakultas Teknik Sabet Penghargaan Champion Of Nobel Session di EDMAT 38 Malaysia

Sumber: Dokumentasi pribadi

Kuala Lumpur, Malaysia – Delegasi Fakultas Teknik Undip menyabet penghargaan Champion of Nobel Session di EDMAT 38 (Engineering Development, Motivation, and Awareness Training 38) yang diselenggarakan pada 19-23 Januari 2017 oleh University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.

EDMAT 38 ini dikuti oleh berbagai negara yaitu Malaysia sebagai tuan rumah acara tersebut, Singapura, Filipina, India, Brunei Darussalam, Indonesia, Mesir, Pakistan dan Bangladesh serta di ikuti lebih dari 100 peserta. Secara umum, program ini bertujuan untuk mengembangkan, memotivasi dan menciptakan kesadaran serta mempersiapkan mahasiswa untuk langkah berikutnya. Tahun ini EDMAT mengambil tema “Expanding Limit to Infinity” yang bertujuan untuk memotivasi diri untuk keluar dari zona nyaman dan melampaui batas diri kita.

EDMAT ini sendiri merupakan sebuah program pelatihan yang didalamnya turut menyelenggarakan kompetisi untuk pesertanya yaitu Champion Of Nobel Session dan Voice ChallengeChampion of Nobel Session merupakan suatu kompetisi dalam bidang inovasi produk sedangkan Voice Challenge merupakan kompetisi dalam bidang debat. Dalam mengikuti kompetisi Champion Of Nobble Session, peserta dituntut untuk memodifikasi sebuah ketapel agar dapat masuk ke dalam kategori tepat sasaran atau terjauh. Salah satu delegasi Universitas Diponegoro, Finsaria Fidiyanti (S1 Teknik Industri), bersama kelompoknya berhasil memenangkan penghargaan dalam kategori terjauh.

Ditemui disela-sela kesibukannya, Finsaria menuturkan bahwa dalam mengikuti Champion of Nobble Session ini mereka perlu meluangkan waktu setelah kegiatan usai untuk memodifikasi suatu produk ketapel. Selain itu, ketapel yang sudah dimodifikasi harus melewati sesi uji coba sebelum dipresentasikan sebagai hasil akhir. Namun, Finsaria mengatakan bahwa ia tidak merasa terbebani oleh kegiatan yang menyita waktunya hingga malam hari. Sebaliknya, ia senang karena mendapat pengalaman merasakan suasana malam hari di Kuala Lumpur yang begitu berbeda dengan di Indonesia.

Finsaria juga menceritakan tentang pengalamannya saat berangkat untuk mengikuti EDMAT. Keadaan yang cukup berbeda menjadi salah satu tantangan tersendiri baginya. “Jadi ada pengalaman sendiri gimana kita survive di negeri orang. Soalnya di luar acara EDMAT kan kita harus bisa survive sendiri kan? Kalau di acara EDMAT kan ada penanggung jawab acaranya,” ucap mahasiswa angkatan 2015 ini. Selain itu, perbedaan logat Bahasa Inggris yang digunakan setiap peserta juga merupakan tantangan yang harus ia dan teman-teman delegasi dari Fakultas Teknik hadapi.

Harapannya mahasiswa Fakultas Teknik nantinya dapat turut memanfaatkan dan mencoba untuk ambil bagian dalam EDMAT. Finsaria berpesan untuk tidak takut mencoba karena program ini sangat bermanfaat. “Untuk kalian yang awalnya tidak berminat, kalian harus mencoba karena di sini kalian bisa menambah relasi, kalian bisa ke luar negeri juga, dan kalian banyak mendapat softskill yang tidak bisa didapatkan di Indonesia,” tutupnya. ( Viona&Vania/Magang)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prestasi

More in Prestasi

Kesibukan Bukan Penghalang Untuk Berprestasi

adminMarch 26, 2018

Mahasiswa FT Undip peraih 1st Runner Up Debate Competition dalam ajang PELTAC: Membuka Relasi, Mengukir Prestasi

adminFebruary 3, 2018

Delegasi Undip Raih Juara III Dalam Call For Paper Week of Writing 2017

adminDecember 4, 2017

Keren: Peneliti Undip Berhasil Membuat Robot Lengan Seperti Dr.Octopus dalam Film Spiderman

adminSeptember 18, 2017

TESTIMONI PIMNAS 2017 ALA TEKNIK

adminSeptember 17, 2017

PSMT Undip Raih Silver Medal di 4th Singapore International Choral Festival

adminJuly 20, 2017