Event

Hari Nelayan Nasional Membentuk Kepekaan

Hari Nelayan Nasional Membentuk Kepekaan

Jumat (7/4) – Aksi solidaritas mahasiswa Undip yang bertujuan untuk memperingati Hari Nelayan Nasional 2017 dilakukan dengan longmarch. Aksi ini dimulai dari student center menuju bundaran Undip. Aksi ini sebelumnya sempat tertunda sampai beberapa saat dikarenakan turun hujan. Meski hujan turun sebelum jalannya aksi, hal itu tidak mematahkan semangat para peserta aksi.  Setelah hujan reda, longmarch dimulai dan berakhir di bundaran Undip. Aksi ini  sempat membuat kemacetan, karena bertepatan dengan waktu pulang kuliah para mahasiswa. Untungnya penjaga keamanan di area tersebut membantu dalam mengatur lalu lintas demi mengurai kemacetan dan keselamatan para peserta aksi.

Aksi solidaritas ini selain untuk memperingati Hari Nelayan Nasional juga betujuan untuk menunjukkan bentuk kepedulian para mahasiswa kepada para nelayan. Selain longmarch, penyampaian aspirasi juga dilakukan melalui orasi dan aksi teatrikal yang dilakukan oleh sebagian peserta aksi. Aksi teatrikal tersebut menggambarkan keluh kesah dari para nelayan atas apa yang mereka hadapi dan advokasi yang telah dilakukan untuk masalah pelarangan penggunaan cantrang sebagai alat penangkap ikan.

“Tujuan dari aksi solidaritas ini untuk memberitahu mengenai adanya Hari Nelayan Nasional juga untuk memberikan pencerdasan untuk para mahasiswa agar tidak hanya mengetahui tapi juga memahami tentang isu-isu yang terjadi di masyarakat saat ini,” kata Bima selaku koordinator aksi. Dalam aksi ini juga dilakukan penggalangan dana untuk nelayan terutama untuk nelayan yang ada di Semarang karena kondisi mereka masih jauh dari kata sejahtera.

Setelah dilaksanakan kegatan orasi juga diadakan kegiatan diskusi mengenai isu-isu yang terjadi di lingkungan nelayan. Dalam disksusi juga hadir narasumber dari Koordinator Wilayah III Himapikani (Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia). Diskusi publik ini membahas mengenai program pemerintah untuk memberikan asuransi jiwa kepada para nelayan yang belum bisa terlaksana dan juga pelarangan penggunaan alat penangkap ikan berupa cantrang yang memberatkan para nelayan dikarenakan penggantian alat penangkap ikan ini akan memerlukan biaya yang cukup tinggi.

“Menurut saya aksi ini tidak muluk-muluk untuk menunjukkan bentuk kepedulian, tapi setidaknya bisa membentuk kembali kepekaan mahasiswa terhadap isu yang terjadi di sekitarnya,” tutur Muhammad Muslim selaku Menteri Koordinator Sosial Kemasyarakatan BEM Undip.

(Momentum/ Helmy & Alfian)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019

Dari Puan Hingga Vidi, Penutupan ODM Undip Hadirkan Nuansa Toleransi dan Persatuan

adminAugust 19, 2019