Prestasi

Lagi-Lagi Fakultas Teknik Berprestasi

Lagi-Lagi Fakultas Teknik Berprestasi

Fakultas Teknik kembali mengukir prestasi dalam perlombaan yang diadakan oleh konsorsium perusahaan asal negeri kincir angin, Belanda. Salah satu mahasiswa teknik Universitas Diponegoro kembali mengukirkan prestasi di ajang perlombaan bergengsi. Mahasiswa tersebut ialah Brigita Theora Mega Kusuma Sari, mahasiswi Teknik Arsitektur 2014.

Belum lama ini, Brigita bersama rekan timnya dari Universitas lain berhasil menjadi First Place on Indonesian-Netherlands Water Challenge yang diselenggarakan oleh perusahaan Belanda. Jenis perlombaan tersebut adalah mencari potensi masalah studi kasus yang menghasilkan opportunirty dan kemudian di presentasikan terhadap pihak Stakeholder. Perlombaan tersebut merupakan perlombaan yang memiliki beberapa babak-babak hingga menuju tahap grand final. Rangkaian perlombaan yang bertemakan Blue Green Cities, yang kemudian dipecah menjadi tiga masalah studi kasus. Dalam perlombaan ini, Universitas Diponegoro memberikan 6 orang perwakilan dan kemudian terpecah menjadi 6 team. Satu tim Mega beranggotakan 6 orang dimana ia perwakilan dari Undip dan bekerjasama dengan mahasiswa ITB. Studi kasus yang diambil oleh tim Mega adalah tentang waterfront yang mengambil wilayah di sekitar Kali Berok hingga jembatan Pasar Johar. Bertempat di Kota Semarang karena Kota Semarang itu unik, ROB sering terjadi di Kota Semarang seperti kasus yang ada di Belanda.

Dengan tema yang telah ada, tim tersebut menganalisis bagaimana agar air terlihat biru alias bersih dan lingkungan tetap hijau. Pada dasarnya pembangunan harus memperhatikan dampak dan kualitas-kualitas yang digunakan agar bersifat berkelanjutan. Intinya, studi kasus yang dibahas adalah bagaimana cara meningkatkan kualitas air dan lingkungan agar tetap terjadi bersih dan indah. Pada perlombaan kali ini, Mega berperan sebagai penyeimbang sosial dimana ia bertugas untuk pemberi solusi dan masukan tentang lingkungan sosial di sekitar kawasan studi wilayah kasus. Selain itu ia juga bertugas sebagai desainer dengan tema yang telah ada.

Mega sempat menuturkan bahwa pada awalnya ia tidak paham akan lomba tersebut. Ia hanya diajak oleh temannya untuk menjadi peserta tambahan karena membutuhkan dua orang dari lokal. Sehingga pada babak penyisihan, Mega belum sempat ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Dalam mengikuti perlombaan ini, Mega menuturkan bahwa ia menjadi memiliki fikiran yang terbuka tentang keairan, padahal ia berasal dari jurusan Teknik Arsitektur. Otomatis ia mengetahui faktor-faktor penting yang bisa dilihat tentang ilmu keairan yang sebelumnya tidak memiliki dasar-dasar dan pengalaman di bidang keairan.

Perasaan Mega saat mengikuti perlombaan ini awalnya adalah minder dan malu. Karena ia adalah satu-satunya mahasiswa perwakilan dari Undip dalam tim tersebut, dimana anggota yang lain adalah mahasiswa ITB.  Namun ia kemudian terus menjalin komunikasi yang akhirnya bertukar fikiran dan saling berbagi ilmu dengan anggota kelompok lain. Karena dalam satu tim tidak semua seangkatan dengan Mega, melainkan ada angkatan 2012, 2013 bahkan S2. (Momentum/Lita)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prestasi

More in Prestasi

Si Emas dari Bali

adminOctober 23, 2020

Mengukir Prestasi Lewat Karya Tulis

adminOctober 9, 2020

NGOBROL SEPUTAR MAHASISWA BERPRESTASI BARENG AMANDA MARGARETH

adminSeptember 25, 2020

Bincang-Bincang Mahasiswa Berprestasi Bersama Hans

adminJune 12, 2020

MENGUKIR PRESTASI MELALUI KOMPETISI ESSAY

adminMay 12, 2020

MAWAPRES BUKAN STANDAR TERTINGGI MELAINKAN HADIAH KERJA KERAS

adminApril 28, 2019