Teknik

Sterilisasi, Ikuti, Perbaiki atau Lawan?

Sterilisasi, Ikuti, Perbaiki atau Lawan?

Jumat (21/4/17), untuk pertama kalinya saung sore diselenggarakan pada semester ini. Acara yang diadakan oleh BEM Fakultas Teknik ini mengusung isu mengenai 2 bulan sterilisasi kaderisasi bagi mahasiswa baru yang harus diikuti, perbaiki atau dilawan. Masa sterilisasi ini telah diterapkan kepada mahasiswa baru angkatan 2016 dimana pelaksanaannya benar-benar steril. Pada pemberlakuan masa tersebut, mahasiswa baru benar-benar tidak mendapat pensejahteraan dalam bidang apapun dari himpunan mahasiswa jurusan mereka. Sebelum diagendakannya saung sore tersebut, pihak BEM Fakultas Teknik telah melakukan survei terhadap mahasiswa fakultas teknik mengenai sterilisasi ini dan dari kuesioner yang telah diajukan mendapatkan hasil bahwa mahasiswa yang tidak setuju dengan adanya sterilisasi lebih banyak daripada mahasiswa yang setuju adanya sterilisasi. Diadakannya kegiatan ini guna mendapatkan hasil suara bulat dari mahasiswa Fakultas Teknik mengenai sikap apa yang akan diambil terhadap sterilisasi tersebut.

Sterilisasi yang dilakukan ini menjadikan hambatan kegiatan bimbingan rohani dan ristek karena dalam masa tersebut bimbingan rohani dan ristek tidak boleh dilakukan. Masa sterilisasi yang bertujuan untuk membiarkan mahasiswa baru lebih menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus dan mengembangkan dirinya sendri tidak tercapai karena mahasiswa baru cenderung belum mengerti kultur kampus dan tidak ada bimbingan dari pihak yang lebih mengerti. “Berdasarkan keterangan dari salah satu staff bidang kemahasiswaan Dekanat Fakultas Teknik, menyatakan bahwa sterilisasi bertujuan untuk memfokuskan ke akademik mahasiswa baru dan mengkondisikan kaderisasi yang ada di Fakultas Teknik karena ada beberapa hal kasus yang terjadi di Fakultas Teknik,” tutur Yuda S1 Sipil 2014, Koordinator Bidang PSDMM BEM FT.

Anggapan negatif terhadap kaderisasi telah tercitrakan terhadap birokrasi yang ada di Fakultas Teknik. Adanya alasan ini memperkuat adanya sterilisasi kaderisasi di Fakultas Teknik. Sudah menjadi keharusan bagi pelaksana dari kegiatan kaderisasi untuk bisa membuat citra baik dari kegiatan kaderisasi agar bisa mendapatkan kepercayaan dari birokrasi. Citra buruk berupa pelaporan kegiatan kaderisasi yang bahkan sampai ke media dan pelemparan kursi saat pembelajaran teknik sidang harus dihilangkan. Jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, selama sterilisasi kaderisasi seharusnya mahasiswa baru mendapatkan pendidikan karakter dari dosen tapi pada nyatanya proses pendidikan karakter yang harusnya diberikan tidak didapatkan oleh para mahasiswa baru. Hal ini menjadikan dasar kuat juga bagi mahasiswa Fakultas Teknik untuk mempertimbangkan atau mengkoreksi adanya sterilisasi kaderisasi.

Saung sore yang dilakukan hari itu diakhiri dengan belum diambilnya sikap dari Mahasiswa Fakultas Teknik. Diskusi tersebut akan dilanjutkan di waktu dan tempat yang belum ditentukan. Diskusi tersebut diharapkan suara mahasiswa Fakultas Teknik tersalurkan dan sikap yang nantinya akan diambil bisa dilaksanakan oleh semua elemen mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. (Momentum / Helmy dan Alfian )

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

SETELAH VAKUM 4 TAHUN, POR TEKNIK KEMBALI LAGI

adminApril 13, 2018

Laboratorium Terpadu, Pabrik yang Unggul untuk Produk yang Unggul

adminMarch 26, 2018

Desa Binaan Sebagai Wujud Pengabdian Mahasiswa

adminMarch 26, 2018

SURVEY KEBUTUHAN FAKULTAS TEKNIK

adminMarch 18, 2018

Aplikasi “FT Undip Mobile” Siap Diluncurkan

adminMarch 16, 2018