Coretan Teknik

Jogja dan Kamu Semu

Jogja dan Kamu Semu

Karya: Q

 

-1

 

baru saja pagi tadi aku melangkah dengan mantap

“aku akan pulang, takkan lari lagi”

tapi kesedihan seenaknya muncul seolah mengakar di kaki

 

ternyata bayangmu tak hanya ada di setiap tempat yang kita datangi

lari ke hutan atau pantai pun, kenapa kau yang selalu kutemui?

 

bodoh, bodoh.

padahal kau tak pernah peduli, dan tak akan peduli

 

dan aku terkurung kutukan kengerian tak kan ada yang paham

sementara kau hanya menganggapku orang gila

yang tak mampu memaafkan

kebodohan diri sendiri karena terlalu mencintai.

 

-bukan tempat kita, April 2017.

 

-2

kali ini ku tatapi jogja malam hari

dari samar gelap kulihat pohon-pohon berlari

 

“mau kemana?”

tanya kita yang tak punya tempat menginap

 

malam itu kita berputar-putar, berusaha menjajaki norma

meski harus berakhir di kursi kesayangan kita, karena rupiah yang masih terlalu berharga

 

“badanku lelah,” ujarmu

“gantian ya”

jadilah kita bakar malam dengan mata yang tak lagi tertahan, seperti permintaanmu, bergantian.

 

“apa tidak apa-apa?” tanyamu.

“apapun asal bersamamu,” gumamku dalam hati.

 

sayang sejuta sayang, waktu tak bisa kembali membawaku padamu, pagi hari nanti.

tak ada cara termudah, akhirnya aku terjebak bersama pohon yang berlari.

 

-kota penuh rindu, April 2017

 

-3

taukah kamu?

ada yang pernah begitu meledak-ledak pemikirannya, sedikit bagian darimu, mendatangiku malam itu.

 

sambil menatapku, sesekali  ia membuka tirai-tirai di masa lalu

sejurus kemudian dengan berapi-api, ia ceritakan beberapa dari puluhan pimpi hidupnya padaku

 

sesekali ia menelisik ujung kepalaku sambil begidik menceritakan hal yang dia benci

kemudian tanpa sekalipun menengok sejuta hal menarik di sekitar kami, matanya membulat mendengarkan pandangku yang masih ini-ini-itu-itu.

 

semuanya terjadi di kota penuh rindu ini, bisa saja malam itu aku langsung jatuh hati.

tapi perlahan ku mundur selangkah dua langkah,

kuucapkan maaf untuk menutup hati.

 

waktu itu, sayang, dengan mantap kujauhi si pengetuk hati

hanya demi dirimu yang kini begitu saja pergi.

 

-jogja, 24 April 2017

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Bukan

adminJuly 8, 2018

Mengenal Pesona Negeri Indah di Atas Awan

adminJuly 3, 2018

Mahasiswa Undip”Menyulap” Limbah Plastik Botol dan Limbah Cangkang Kerang Hijau menjadi Genteng

adminJuly 2, 2018

Manfaatkan Sampah Organik, Mahasiswa UNDIP Tingkatkan Produktivitas Karang Taruna dan Itik

adminJuly 1, 2018

Pendidikan Berbasis Kebun Cerdas dan Ceria

adminMay 16, 2018

Hening

adminMarch 16, 2018