Teknik

Memang Belum Dimiliki, Tapi Undip Siapkan Rancangan Waduk Pendidikan Diponegoro

Memang Belum Dimiliki, Tapi Undip Siapkan Rancangan Waduk Pendidikan Diponegoro

Rabu (11/5/17), bidang Riset dan Teknologi BEM FT 2017 menyelenggarakan Diskusi Rumpun di ruang B205 gedung Teknik Sipil. Acara ini dihadiri oleh beberapa jurusan di Fakultas Teknik seperti Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Teknik Kimia, Teknik PWK, dan yang lainnya serta dua orang dosen selaku pembicara dan tamu yaitu Bapak Ir. Sumbogo Pranoto, MT. dan Dr. Ir. Syafrudin, CES., MT. Acara ini untuk kedua kalinya mengangkat tema tentang waduk undip khususnya peran mahasiswa pada waduk Undip.

Dalam diskusi ini disampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan acara yaitu melatih kerjasama mahasiswa teknik yang perlu dimiliki oleh seluruh mahasiswa segala bidang. Waduk Diponegoro merupakan waduk pendidikan yang digunakan oleh mahasiswa Undip yang mana secara sah belum dimiliki oleh Undip itu sendiri. Hanya saja, lahan tempat waduk itu dibangun termasuk dalam kawasan Undip. Meski begitu, sudah ada rancangan pembangunan dan penggunaan waduk yang disusun oleh tim pengkaji waduk yang terdiri atas mahasiswa fakultas teknik. Rancangan pembangunannya mencakup fungsi, guna, serta estetika dari waduk itu sendiri.

Adapun beberapa kegiatan dalam rancangan ini diharapkan dapat dilakukan oleh masyarakat serta mahasiswa di sekitar waduk Diponegoro, yaitu Sunday Morning¸ Embryo Ruang, dan Nonton atau Mancing Bareng. Konsep Sunday Morning pada dasarnya mirip seperti acara car free day yang umumnya dilakukan berupa kegiatan di sekitar waduk tanpa adanya kendaraan bermotor. Sedangkan untuk Embryo Ruang sendiri merupakan wadah edukasi bagi masyarakat tentang seni, olahraga, dan kewirausahaan dengan bekerja sama dengan UKM-UKM di Undip. Dan yang terakhir yaitu nobar atau nonton bareng dan mancing bareng berupa kegiatan santai untuk mengeksplorasi kegunaan dari waduk Diponegoro sendiri.

Untuk mewujudkan keberlangsungan kegiatan ini, diperlukan fasilitas penunjang. Tim pengkaji waduk sendiri membagi area waduk menjadi tiga zona yaitu photospot, educational panel design, lighting, vegetation, dan comunal space. Zona pertama yaitu photospot ditujukan untuk menarik minat dari para pengunjung sendiri. Untuk educational panel design direncanakan sebagai sumber informasi bagi para pengunjung untuk mempertahankan waduk Diponegoro sebagai waduk pendidikan. Untuk lighting sendiri memang selain dikhususkan untuk pencahayaan juga diharapkan dapat menambah nilai estetika dari waduk itu sendiri. Kemudian adanya zona vegetation diperuntukkan mengurangi hawa panas dan kegersangan pada siang hari. Zona terakhir yaitu comunal space yang digunakan sebagai arena berkumpul baik untuk nonton bareng dengan bantuan layar serta adanya area memancing yang aman.

Rancangan pembangunan dan penggunaan waduk Diponegoro ini mendapat respon dari Bapak Ir. Sumbogo Pranoto, MT. selaku dosen Teknik Sipil dan Dr. Ir. Syafrudin, CES., MT. dari Teknik Lingkungan. Bapak Sumbogo menyampaikan pesannya bahwa waduk perlu diberi perawatan serta pengamanan agar menjaga kualitas serta estetika waduknya. Contohnya dengan adanya portal, sistem tiket masuk, dan optimalisasi gardu pandang. Selain itu, untuk menjaga kebersihan perlu dibuat TPS sehingga sampah-sampah tidak berserakan dan para petugas pembersih tidak perlu mengantar sampah dengan jarak yang begitu jauh. Tentunya hal ini dilakukan setelah waduk tersebut milik Undip secara sah. Sedang Bapak Dr. Ir. Syafrudin, CES., MT. mengingatkan tentang keberadaan jogging track yang sudah ada dan perlu diperpanjang.

Kedua dosen ini mendukung penuh rancangan tim pengkaji waduk dalam mengembangkan konsep waduk, kecuali pada bagian vegetasi. Keduanya sama-sama sepakat bahwa keberadaan vegetasi yang terlalu dekat dengan waduk justru akan membahayakan konstruksi waduk itu sendiri. Sehingga alangkah lebih baiknya kalau rancangan vegetasi dialihtempatkan di area lain. Selain itu ada pula pembahasan mengenai dana yang bisa diajukan ke dekan maupun melalui program CSR. Untuk program CSR, mereka berharap bahwa konsep yang sudah ada dimatangkan lagi agar mempermudah jalannya permohonan bantuan yang sudah sangat jarang diberikan dalam bentuk uang.

Saran lainnya yaitu adanya kerja sama dari Masyarakat Peduli Sungai dengan BEM FT serta FKM yang mengurusi perancangan waduk Diponegoro. Keseluruhan rancangan ini jika dilaksanakan dan diwujudkan tentunya akan menambah nilai estetis dan nilai jual dari Universitas Diponegoro sendiri. (Momentum/Nurul)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

SETELAH VAKUM 4 TAHUN, POR TEKNIK KEMBALI LAGI

adminApril 13, 2018

Laboratorium Terpadu, Pabrik yang Unggul untuk Produk yang Unggul

adminMarch 26, 2018

Desa Binaan Sebagai Wujud Pengabdian Mahasiswa

adminMarch 26, 2018

SURVEY KEBUTUHAN FAKULTAS TEKNIK

adminMarch 18, 2018

Aplikasi “FT Undip Mobile” Siap Diluncurkan

adminMarch 16, 2018

BEM FT dan SM FT 2018 akan Menyelesaikan UKT Semester 9

adminFebruary 15, 2018