Coretan Teknik

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Ciptakan Alat Pengendali Hama Burung Pemakan Bulir Tanaman Padi

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Ciptakan Alat Pengendali Hama Burung Pemakan Bulir Tanaman Padi

Indonesia yang merupakan negara agraris dan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Sehingga banyak pula lahan pertanian yang ada di negara Indonesia. Salah satu komoditas pertanian yang paling besar dan paling penting yang ada di Indonesia adalah tanaman padi Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian tahun 2014, sebanyak 39.5 juta Ha lahan pertanian di Indonesia dimana 8.1 juta Ha merupakan Lahan Sawah. Besarnya Lahan Sawah akan berbanding lurus dengan besarnya hama yang akan mengganggu Lahan Sawah tersebut, salah satunya adalah hama burung.

Sudah banyak metode yang dilakukan untuk mengusir hama. Namun metode-metode yang sudah ada tersebut kurang efektif dan efisien untuk mengusir hama, terlebih hama burung. Petani harus terfokus pada satu lahan saja yang seharusnya petani dapat mengerjakan pekerjaan lain atau mengurusi lahan lain dan selain itu sangat menguras tenaga untuk melakukan pengusiran hama tersebut dan pada akhirnya akan berdampak pada tidak maksimalnya hasil dari tanaman padi tersebut.

Melalui program kreativitas mahasiswa (PKM) penelitian, lima mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Diponegoro yaitu Inmas Al Aziz Budiman, Ganang Ery Putranto, Prasidya Bagaskara, Dwi Yulianto, dan Alvina Rahmatiana Sari melakukan penelitian ABIFORIC (Anti Birds for Rice) : Alat Pengendali Hama Burung Pemakan Bulir Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Menggunakan Teknologi Hybrid dengan Penggendali Jarak Jauh yang bertujuan untuk memberikan solusi dari permasalahan petani untuk pengusiran atau pengendalian hama burung pada tanaman padi yang bersifat otomatis dan dapat dikendalian dari jarak jauh.

Selama melakukan penilitian ABIFORIC ini, mereka menggunakan teknologi hybrid dalam pengusiran hama burung. Yakni menggabungkan berbagai metode pengusiran hama burung pada tanaman padi. Metode-metode tersebut adalah penggunaan lonceng atau bunyi-bunyian, penggunaan tali yang diikat secara horisontal ke seluruh penjuru sawah, menggunakan bunyi-bunyian dengan frekuensi 1000-45.000 Hz yang tidak disukai burung.

Selain dengan penggabungan beberapa metode tersebut, mereka juga menambahkan modul WiFi ESP8266 ke dalam komponen. Modul tersebut digunakan agar perangkat dapat terhubung dengan koneksi internet. Sehingga ABIFORIC dapat dikendalikan dari jarak jauh.

ABIFORIC juga dilengkapi dengan modul pewaktuan atau timer RTC DS1307 yang  digunakan untuk menyimpan waktu, dan pada sistem ini RTC DS1307 digunakan untuk pewaktu, sehingga komponen dapat dikendaliakan sesuai dengan waktu yang diinginkan. Pewaktuan ini dapat memudahkan petani untuk mengawasi sawahnya dari hama burung.

Mereka berharap ABIFORIC ini dapat memberikan solusi dari permasalahan petani untuk pengusiran atau pengendalian hama burung pada tanaman padi yang bersifat otomatis dan dapat dikendalian dari jarak jauh. Selain itu dapat membantu meningkatkan tingkat keefektifan bagi petani tanaman padi dan juga membantu dalam meningkatkan hasil panen dari tanaman padi tersebut. Terlebih lagi, dapat membantu program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas untuk wujudkan ketahanan pangan bagi bangsa Indonesia.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Hening

adminMarch 16, 2018

WHAT HOME SUPPOSED TO BE

adminMarch 8, 2018

LUNAR ECLIPSE

adminFebruary 10, 2018

Diponegoro : Simbol yang Menandai Zaman

adminJanuary 27, 2018

Indonesia Darurat Membaca

adminJanuary 18, 2018

Aku Cinta Kamu

adminJanuary 12, 2018