Ristek

TIM PKMM UNDIP Latih Pembuatan String Art di Desa Mluweh

TIM PKMM UNDIP Latih Pembuatan String Art di Desa Mluweh

SEMARANG – Empat Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKMM) memberikan pelatihan pembuatan kerajinan dari benang atau string art kepada masyarakat di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang sejak 30/4 hingga 24/5/2017. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga remaja putri di Desa Mluweh.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktifitas masyarakat Mluweh serta mendapatkan penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga maupun remaja putri yang tergabung dalam pelatihan.” Ujar ketua PKMM, Isnaeni Nurrahmawati. Dalam pelatihan ini, Isnaeni Nurrahmawati, mahasiswi jurusan matematika 2015 dibantu 3 rekannya. Yaitu Anindya Prameswari (Matematika 2016), Bardiatul Azkia (FKM 2014), dan Laita Rizka Maaris (Teknik Arsitektur 2014).

Warga Desa Mluweh yang sebelumnya tidak tahu kerajinan benang (string art), kini telah terampil membuat string art yang memiliki nilai jual tinggi. Wujudnya berupa tokoh kartun, abstrak, dan bentuk-bentuk geometris. Harga dari aneka kerajinan dari benang itu pun bermacam-macam, berkisar Rp 60 ribu – Rp 200 ribu. “Sejauh ini, kami ikut membantu memasarkan kerajinan online melalui media sosial seperti line dan instagram. Kami optimis, ke depan pemasaran kerajinan dari benang ini porspektif.” Ujar Anindya Prameswari menambahkan.

Diakui, masyarakat Desa Mluweh sangat antusias mengikuti pelatihan pembuatan string art ini. Mereka berlomba-lomba membuat kerajinan serajin mungkin, bahkan beberapa di antara mereka membuat inovasi sendiri dari desain yang dibuat. Untuk menghindari kejenuhan peserta, di sela-sela latihan diputar lagu pop terkini atau bahkan lagu nostalgia yang disukai ibu rumah tangga. “Pokoknya suasana kami buat santai dan menyenangkan. Kemudian kami berikan doorprize bagi peserta yang mampu menghasilkan karya dengan rapih dan menarik.” Ujar Isnaeni.

Salah seorang peserta, Mega (22) mengaku senang mengikuti pelatihan ini. “Saya merasa senang dalam pelatihan ini, karena sebelumnya saya tidak tahu apa itu string art. Pelatihan ini juga menambah wawasan dan kreativitas saya. Saya berharap lain kali ada lagi pelatihan seperti ini,” ujarnya.

Di sisi lain, tim PKMM pelatihan string art ini juga berharap, setelah mampu memproduksi aneka bentuk dari string art, peserta juga bisa memasarkan sendiri hasil kerajinannya secara online maupun offline, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Selain itu, tim PKMM pelatihan string art ini akan terus memonitor kiprah para peserta pelatihan sampai bisa mandiri. “Kami berharap, kelak Desa Mluweh bisa menjadi desa string art, sehingga bisa menjadi contoh desa-desa di sekitarnya”, ujar Isnaeni menambahkan. (Anindya)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ristek

More in Ristek

Alat Penembak Drone Ilegal Buatan Mahasiswa UNDIP

adminJune 14, 2018

Ksatria Hydros Siap Ikut Ajang Internasional

adminApril 29, 2018

Content Creator Day, Sebuah Konten Harus Memiliki Nilai yang Disampaikan

adminApril 21, 2018

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Ciptakan Alat Pengendali Hama Burung Pemakan Bulir Tanaman Padi

adminJuly 25, 2017

Silamatika Education

adminJune 7, 2017

Model United Nation ( MUN ) , Kompetisi Bergengsi “Baru” bagi Mahasiswa Teknik

adminMay 31, 2017