Event

ODM 2017, Membentuk Dua Formasi dan Filosofi Dibaliknya

ODM 2017, Membentuk Dua Formasi dan Filosofi Dibaliknya

Sumber Foto: ODM 2017

Penutupan rangkaian kegiatan Orientasi Diponegoro Muda 2017 telah terlaksana pada Minggu(13/8/2017) di Stadion Universitas Diponegoro. Mengusung tema Perwujudan Semangat Adhibrata Diponegoro Muda untuk Membuka Cakrawala Warisan Nusantara, ODM kali ini berlandaskan pada nilai-nilai keunggulan dengan menanamkan kembali poin-poin positif yang ada pada tahun kemarin sehingga angkatan selanjutnya menjadi lebih baik. Salah satu hal yang ditunggu-tunggu dari acara penutupan ini adalah pembentukan formasi oleh mahasiswa baru setiap tahunnya. Pada 2016 lalu, mahasiswa baru ketika itu berhasil membuat formasi mozaik bunga lotus delapan kelopak dengan sebelas warna. Tahun ini, Undip kembali menunjukan pesonanya dengan membawa kreasi berbeda pada pembentukan formasi peta Indonesia dan bendera merah putih secara langsung. Pada awalnya mahasiswa baru membentuk formasi peta Indonesia secara terpisah kemudian berpindah dan menyatu membentuk bendera merah putih sebagai simbol persatuan.

Alasan pembentukan formasi peta Indonesia dan bendera merah putih adalah adanya pemikiran bahwa Indonesia awalnya merupakan nusantara yang terdiri atas berbagai kepulauan dan menyatukan satu pulau dengan pulau lainnya dengan perjuangan penuh. “Mahasiswa baru kita andaikan sebagai pulau yang berbeda-beda dan membentuk suatu identitas yang simbolik, sedangkan monumen ceremony juga menunjukan bahwa dasar yang kokoh atau fondasi kita adalah pancasila,” terang Norhendra A.P. selaku Ketua Panitia ODM Undip 2017.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pembuatan formasi kali ini tidak terlepas dari peranan mahasiswa Teknik Geodesi. Ketua tim mozaik, Michael Vashini, mengatakan bahwa desain dari formasi tersebut merupakan rancangan dari pihak BEM Undip sementara untuk pengaturan sepenuhnya berada di bawah arahan tim dari Teknik Geodesi yang berjumlah 29 orang. “Persiapan hampir sama seperti tahun lalu. Yang pertama, gambarnya mau dibuat seperti apa kemudian menentukan titikya. Persiapan peletakan di lapangan dimulai sejak Hari Rabu sore dengan terlebih dahulu melihat situasi. Selanjutnya, Hari Kamisnya mulai mengukur,” tutur Michael.

Persiapan pelaksanaan ODM 2017 ini berlangsung tiga bulan lamanya dengan identitas panitia berupa kemeja yang disediakan dari panitia sendiri. Perbedaan lainnya dari pelaksanaan ODM sebelumnya terdapat pada tenda-tenda yang tersedia untuk mahasiswa baru dan konsumsi berupa 9.000 botol air mineral dan 6.000 botol teh manis, yang tahun sebelumnya tenda hanya disediakan pada upacara pembukaan. Hal tersebut merupakan instruksi langsung dari pihak Rektorat sebagai bentuk perhatian terhadap mahasiswa baru.

Terlihat dekorasi di depan panggung, yaitu perahu layar dan air yang mengandalkan udara sebagai penggerak atau motor serta mengandaikan mahasiswa baru yang membentuk formasi sebagai daratan yang disatukan oleh lautan. Konsep ini memiliki makna filosofi bahwa darat, laut, dan udara merupakan warisan Indonesia yang harus digali potensinya untuk kemajuan Indonesia.

“Mahasiswa baru setelah mengikuti rangkain ODM 2017 diharapkan saat mengawali masa awal kuliah dimanfaatkan untuk mengenal kampus dan mencari relasi-relasi yang baru. Tidak hanya itu, untuk kedepannya mahasiwa baru sebagai penerus kita dapat menjadi lebih baik, entah di internal kampus maupun eksternal kampus,” harap Norhendra A.P. (Momentum/Vinia dan Vania)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

Rutinitas Aksi Buruh, Didengarkah oleh Pemerintah?

adminMay 6, 2018

Catatan Najwa : “Pilihlah Aku Jadi Calegmu” Pemimpin, Politisi, Dan Kebijakan Student Loan Di Mata Menteri

adminApril 21, 2018

Pembukaan POR Teknik

adminApril 20, 2018

Diskusi UKT, Mahasiswa Undip Sepakat Bergerak

adminApril 17, 2018

Aksi Mengedukasi Kebijakan Student Loan

adminApril 14, 2018