Opini

Mengenal Generasi Milenial

Mengenal Generasi Milenial

 

Pada era modern ini, banyak pihak yang mengklaim dirinya sebagai generasi millenial tanpa mengetahui makna dari ungkapan tersebut. Sebenarnya, siapakah yang dimaksud dengan generasi milenial? Apakah kita termasuk generasi milenial? Apakah generasi milenial adalah generasi yang terbaik atau malah sebaliknya? Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika kita mencoba berfikir mengenai generasi milenial.

Sebelum membahas inti permasalahannya, mari kita kenali dulu penyebab munculnya berbagai jenis generasi di kehidupan bermasyarakat. Beragam jenis anggapan mengenai generasi yang ada disekitar kita muncul karena adanya teori generasi yang diperkenalkan oleh William Strauss dan Neil Howe yang ditulis dalam bukunya yang diluncurkan pada tahun 1991 dengan judul “Generations: The History of America’s Future, 1584 to 2069”. Teori ini membagi kategori generasi berdasarkan rentang waktu tertentu. Terdapat lima kategori yang dikenal dalam teori ini yaitu generasi Baby boomers, generasi X, generasi Y atau Milenial, generasi Z hingga generasi Alpha. Lalu termasuk kategori manakah kita?.

Yap, kita termasuk dalam kategori generasi milenial. Karena secara teori, generasi Millenial adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun antara 1980-awal 2000. Jadi, dapat dikatakan bahwa generasi milenial adalah generasi muda yang saat ini berusia kisaran 15-34 tahun. Generasi yang dikenal juga dengan istilah generasi Y ini lahir setelah generasi X sehingga orang-orang dengan usia produktif sedang mendominasi kategori ini.

Beberapa ciri yang melekat dengan generasi ini adalah berpikiran terbuka, mudah beradaptasi, serba teknologi dan memiliki imajinasi tinggi. Generasi milennial umumnya senang mencoba produk dan jasa secara instan untuk menggantikan cara tradisional. Kehidupan generasi millenial tidak bisa dilepaskan dari dunia informasi dan teknologi seperti broadcast, sosial media, belanja online dan berbagai kegiatan lain yang dapat dijumpai di dunia maya.

Kenyataan di atas memang menjadikan generasi cenderung bersifat individualis, namun di satu sisi juga membuat generasi milenial sangat melek terhadap keadaan teknologi yang terus berkembang secara pesat. Sehingga dapat menjadi suatu tantangan atau menjadi suatu peluang yang menguntungkan bagi generasi Y ini.

Tantangan yang harus dihadapi generasi ini adalah bagaimana menjauhi rasa apatis terhadap apa yang terjadi disekitar akibat  terlena oleh kemudahan zaman yang serba mudah dan instan.  Di sisi lain, hal ini tentu menjadi suatu peluang  besar bagi para generasi milenial karena dengan adanya suatu bentuk interaksi sosial yang lebih luas di internet membuat generasi ini lebih berani berbicara, fleksibel dan cenderung ambisius untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Tidak menjadi sesuatu yang aneh pula jika akhirnya  banyak bermunculan pekerjaan dan bidang-bidang usaha baru di sekitar kita yang disebabkan tingginya tingkat kreatifitas para generasi milenial. Lalu apakah anda akan menanggapinya sebagai tantangan atau peluang?

(Momentum/ Maulidya&Ardining).

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Menindaklanjuti Masa Studi Perguruan Tinggi

adminNovember 10, 2018

Aphelion dan Penurunan Suhu Permukaan

adminJuly 10, 2018

Booming Suku Asmat

adminJanuary 29, 2018

Netizen Baik atau Buruk?

adminJanuary 25, 2018

Perjalanan Indonesia di Pesta Olahraga SEA Games

adminSeptember 6, 2017

Peranan Mahasiswa ke Masyarakat

adminAugust 16, 2017