Opini

Perjalanan Indonesia di Pesta Olahraga SEA Games

Perjalanan Indonesia di Pesta Olahraga SEA Games

Sumber: bola.com

 

Southeast Asian Games atau SEA Games merupakan Pesta Olahraga dengan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Pesta olahraga ini diadakan setiap dua tahun sekali. Pada awalnya, SEA Games bernama SEAP Games (Southeast Asian Peninsular Games) yang diadakan di Bangkok tahun 1959 dan hanya diikuti oleh Thailand, Burma, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Laos. Sedangkan, negara Indonesia baru bergabung secara resmi dan mengikuti perlombaan yaitu di ajang SEAP Games IX di Malaysia pada tahun 1977. Pada tahun yang sama, Federasi SEAP mengganti namanya menjadi Southeast Asian Games Federation atau yang lebih kita kenal dengan SEA Games.

Meskipun Indonesia tidak termasuk dalam salah satu negara pencetus dan menjadi peserta SEA Games sejak awal, prestasi Indonesia di kancah olahraga se-Asia Tenggara ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Prestasi Indonesia dapat dilihat sejak pertama kali Indonesia ikut di SEA Games IX. Sebagai pendatang baru saat itu, para atlet terbaik Indonesia langsung menghajar lawan-lawannya termasuk lawan dari Thailand, Burma, dan tuan rumah Malaysia untuk tampil sebagai juara umum.

Itulah untuk pertama kali semua orang Indonesia di sana;, di negeri jiran Malaysia, mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan sampai 76 kali seiring dengan dikibarkannya Merah Putih. Sebelum 1999, Indonesia telah menjadi juara umum sebanyak 9 kali dari 11 penyelenggaraan. Namun, pada rentang tahun 1999 sampai 2017, Indonesia hanya mampu sekali meraih predikat juara umum dari 10 penyelenggaraan, itupun di kandang sendiri pada tahun 2011.

Siapa yang menyangka setelah Indonesia menjadi tuan rumah tahun 2011, prestasi Indonesia kian merosot. Bahkan pada SEA Games tahun 2017, perjuangan Indonesia berakhir di urutan ke-5 dengan perolehan prestasi 38 emas, 62 perak dan 89 perunggu. Pencapaian ini merupakan yang terburuk bagi Indonesia selama mengikuti SEA Games. Misi besar Indonesia untuk membawa pulang 55 emas telah resmi tidak menjadi nyata. Tidak hanya emas, target 93 perak dan 150 perunggu juga tidak tercapai di SEA Games tahun ini.

Meskipun begitu, seluruh masyarakat Indonesia tetap harus mengapresiasi atas kerja keras para atlet dalam pertandingannya di Malaysia. Menpora Imam Nahrawi memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kontingen Indonesia atas perjuangannya. “Terutama para atlet yang telah berjuang penuh dedikasi, melahirkan prestasi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas,” ujarnya dalam akun twitter pribadinya.

Perbaikan dan pembenahan total harus segera dilakukan terlebih Indonesia akan menggelar Asian Games 2018. Nahrawi juga menyatakan dirinya bertanggung jawab untuk memastikan proses pembinaan olahraga berjalan lebih baik. “Evaluasi akan saya lakukan terhadap seluruh stakeholder olahraga. Terobosan baru dalam (hal) pembinaan dan pendanaan akan kita lakukan ke depan,” katanya. Semoga permasalahan ini tidak terulang di Asian Games 2018 mendatang yang akan diselenggarakan di Jakarta-Palembang.

Di sisi lain, insiden yang mewarnai perjalanan Indonesia di SEA Games 2017 tidak lain adalah bendera Indonesia yang dimuat terbalik pada booklet SEA Games. Hal tersebut jelas menimbulkan reaksi kemarahan yang cukup tinggi dari masyarakat Indonesia. Kemarahan ini wajar karena keteledoran yang terjadi merupakan perkara yang sangat prinsipil dan menyangkut sisi nasionalisme masyarakat Indonesia. Namun, sesuai yang ditegaskan oleh Presiden Jokowi bahwa hal ini jangan terlalu dibesar-besarkan dan masyarakat diharapkan agar lebih bijak dalam menanggapi. (Momentum/Ridla)

Sumber: detik.com, bbc.com, liputan6.com

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Booming Suku Asmat

adminJanuary 29, 2018

Netizen Baik atau Buruk?

adminJanuary 25, 2018

Mengenal Generasi Milenial

adminSeptember 14, 2017

Peranan Mahasiswa ke Masyarakat

adminAugust 16, 2017

Senioritas Penyebab Bullying

adminJuly 26, 2017

PKM Fakultas Teknik Undip, (Bukan) Anak Emas Pencipta Tradisi Emas

adminMay 4, 2017