Pojok Semarang

Semakin Mendunia, Kampung Pelangi Semarang Terus Berbenah Diri

Semakin Mendunia, Kampung Pelangi Semarang Terus Berbenah Diri

Kota Semarang dikenal dengan gedung-gedung tua peninggalan Belanda di Kota Lama yang kerap menjadi destinasi wisata para pelancong saat berkunjung ke kota tersebut atau sekedar melintas. Namun, kali ini yang menarik untuk disinggahi yaitu Kampung Gunung Brintik di daerah Wonosari, Semarang. Kampung ini memiliki julukan sebagai Kampung Pelangi. Hal ini dikarenakan hamparan warna-warni ceria yang akan langsung menjerat mata karena keindahannya.

Sebelum adanya penataan kawasan Pasar Kembang Kalisari dan Kali Semarang, kampong ini terlihat kumuh dan tidak tertata di pinggirs ungai. Namun kini kampung yang memiliki 10 RT dengan kurang lebih 325 rumah tersebut menjelma menjadi kampong yang memiliki daya tarik dengan konsep warna-warni.

Proyek ini bermula dari rencana perbaikan Pasar Kembang Kalisari yang diprakarsai Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Penataan Ruang yang akan melihat potensi menarik dari kampong tersebut jika kampong terebut di makeover. Dengan bantuan masyarakat setempat dan dengan dana CSR perusahaan kampong tersebut sekarang menjadi intagrammable dan berubah nama menjadi Kampung Pelangi.

Kampung Pelangi Semarang memang bukanlah kampong bercat warna-warni pertama di Indonesia. Sejumlah daerah seperti Malang, Balikpapan, dan Lubuklinggau juga memiliki konsep kampung tematik yang serupa. “Dengan adanya Kampung Pelangi Semarang ini diharapkan dapat menjadi salah satu role mode pengentasan kampung miskin kumuh Semarang,“ ujar bapak Arifin ketua RT 03 Kampung Pelangi. Selain bantuan dari Pemerintah, para warga disana juga berharap bagi siapapun yang merasa punya kelebihan dalam melukis khususnya Mahasiswa Undip bias langsung ikut berpatisipasi. Dikarenakan pengecatan untuk saat ini masih berjalan 90%.

Karena semakin terkenal, Kampung Pelangi Semarang semakin sibuk untuk membenahi diri. Saat ini tengah berlangung proyek perbaikan sungai yang berada di antara kawasan Kampung Pelangi dan Pasar Kembang Kalisari. Sungai tersebut nantinya akan dijadika ndestinasi wisata air untuk menunjang keindahan Kampung Pelangi. Selain itu, sekarang sedang ada pengukuran dan pemberian sertifikat tanah secara masal oleh pemerintah kepada warga.

Biaya masuk ke Kampung Pelangi pun cukup murah. Tidak ada biaya masuk, namun bagi yang membawa kendaraan akan ditarik biaya parker sebesar Rp 2.000,- yang akan digunakan sebagai dana operasional serta pengembangan Kampung Pelangi kedepan. Dan disana kita pula diperbolehkan bebas mengekespresikan diri untuk berselfie ria di spot-spot bagus Kampung Pelangi.

Dengan adanya Kampung Pelangi, banyak persiapan yang harus dilakukan oleh warga sekitar. Diantaranya persiapan tersebut selain memberikan fasilitas penunjang seperti menambah tempat istirahat serta warung makan, para warga disana juga harus meningkatkan keamanan sekitar. Dikarenakan Kampung Pelangi boleh dikunjungi oleh siapapun mulai dari warga sekitar sampai wisatawan asing, otomatis tingkat kriminalitas juga akan naik. Hal tersebut bertujuan agar para warga serta pengunjung tetap merasa aman dan nyaman. (Nabila)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pojok Semarang

More in Pojok Semarang

Pawai Perayaan Hari Jadi Kota Semarang ke-420

adminMay 9, 2017

Kemenangan Sementara Masyarakat Kendeng Lawan Pabrik Semen

adminJanuary 18, 2017

Pabrik Semen Awal Duka Masyarakat

adminJanuary 13, 2017

Pojok Semarang : Wisata Goa Kreo, Uluwatu ala Semarang

adminNovember 22, 2016