Tokoh

90 Menit Bersama Jokowi dalam Dies Natalis ke-60 Undip

90 Menit Bersama Jokowi dalam Dies Natalis ke-60 Undip

Semarang – Selasa (17/10/2017) merupakan momen spesial bagi Universitas Diponegoro karena pada Upacara Perayaan Dies Natalis ke-60 Undip kali ini turut hadir Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo yang didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Wakil Ketua DPR RI, Anggota DPR RI, serta Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. dan Kapolda Jawa Tengah. Presiden dan rombongannya hadir pada pukul 09.11 WIB yang disambut langsung oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H, M.Hum., beserta jajaran pimpinan Undip lainnya. Bertempat di Stadion Undip, dalam kesempatan kali ini Presiden Jokowi juga memberikan orasi dan pidato ilmiahnya di depan seluruh civitas akademika, mahasiswa, serta tamu undangan yang hadir.

 

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan harapannya agar Undip bersama-sama dengan seluruh komponen bangsa dapat turut mencerdaskan kehidupan rakyat Indonesia, khususnya mahasiswa. Salah satu permasalahan penting menurut beliau adalah infrastruktur sehingga tahun ini pembangunan infrastruktur menjadi konsentrasi utama dengan anggaran mencapai Rp 401 Triliun dari APBN 2017. Beliau mengatakan bahwa ongkos transportasi di Indonesia 2,5 kali lebih besar dibandingkan negara lain seperti Singapura dan Malaysia. Hal inilah yang membuat harga barang di Indonesia lebih mahal sehingga perlu adanya infrastruktur yang memadai untuk menekan harga tersebut.

 

Selain itu, permasalahan lainnya adalah adanya perubahan dunia yang sangat cepat, contohnya adalah alat pembayaran yang tidak lagi menggunakan uang tunai dan kartu tetapi dapat menggunakan smartphone sebagai media serta cara transaksi yang serba online. Perubahan tersebut sudah ada di depan kita dan akan berimbas kepada aspek-aspek lainnya. “Dalam 10-15 tahun mendatang dapat terjadi landscape politik dan ekonomi global berubah, landscape perilaku sosial juga berubah, yang bisa mengantisipasi terlebih dahulu adalah universitas dan perguruan tinggi sebagai garda terdepan,” terang beliau.

 

Presiden juga menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan kunci untuk menghadapi perubahan yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan menyiapkan sekolah vokasi dan sekolah kejuruan, training keterampilan, serta ilmu-ilmu terapan dengan baik. Universitas harus berani berubah, misalnya dengan membuat Fakultas Ekonomi Digital. “Sebelum universitas lain memiliki, dahului dulu Universitas Diponegoro (membuat) Fakultas Ekonomi Digital. Jurusannya bisa saja jurusan toko online, aplikasi sistem, financial technology, bisa saja jurusannya Meme,” tutur Presiden yang disambut tawa oleh peserta upacara. “Karena sekarang era digital, kita harus berubah ke sana karena disitulah nanti ekonomi akan bergerak,” sambung beliau.

 

Bangsa Indonesia dirasa perlu mengantsipasi perubahan dunia yang dinamis, perkembangan teknologi yang sangat cepat, lalu lintas informasi dan ilmu pengetahuan yang berjalan sangat cepat pada masa sekarang ini. “Oleh karena itu perguruan tinggi harus mengantisipasi dan yang paling penting adalah memotori inovasi dengan cara fakultas dan program studi harus mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan spesifik saat ini sekaligus sesuai dengan inovasi,” tutur Presiden.

 

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengapresiasi hasil riset yang ada di Undip. Dalam kesempatan kali ini, beliau juga mengundang ke atas panggung Dr. Muh. Nur, DEA sebagai dosen peneliti D’Ozone dan Bapak Fathul Hakim sebagai perwakilan Gapoktan Kaliserut dari Magelang untuk berbincang singkat mengenai hasil penelitian dan implementasinya bagi para petani. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah singkat Presiden Joko Widodo dengan pimpinan Undip, civitas akademika, tamu undangan, dan beberapa mahasiswa. Presiden dan rombongannya mulai meninggalkan Stadion Undip sekitar pukul 10.40 WIB.

 

Dalam Press Release dari panitia, Dr. Suharnomo selaku Ketua Panitia Dies Natalis Undip ke-60 menyampaikan bahwa kedatangan Presiden RI ke Undip diharapkan dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi para dosen dan mahasiswa Undip untuk dapat mengembangkan hasil inovasi dan karya yang mereka ciptakan sehingga hasil riset tersebut tidak hanya berhenti di skala laboratorium saja tetapi benar-benar dihilirsiasi kepada masyarakat. (Momentum/Vania dan Dhilla)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tokoh

More in Tokoh

MENGENAL SEORANG ANJANA DEMIRA LEBIH DEKAT

adminNovember 4, 2018

Mengenal Lebih Dekat Sosok Kepala Departemen Teknik Geodesi, Dr. Yudo Prasetyo, ST., MT.

adminMay 6, 2018

Sampaikan Kotak Aspirasi, Ketua BEM Undip Diberi Wejangan Bu Menteri

adminApril 10, 2018

Prof. Sudharto P. Hadi, : Pemimpin Tidak Banyak, Merekalah yang Bisa Membagi Waktu

adminMay 31, 2017

Sosok Perempuan : Kepala Departemen Teknik Industri Undip, Dr. Naniek Utami Handayani, S.Si

adminApril 5, 2017

Mengenal Nabilah Aafiyah, Mahasiswa Teknik Pemenang IPDN English Debate Competition 2017

adminMarch 27, 2017