Isu

Himpunan Mahasiswa Elektro Resmi Hidup Kembali

Himpunan Mahasiswa Elektro Resmi Hidup Kembali

Undip – Lama tidak terdengar kabar, Himpunan Mahasiswa Elektro akhirnya terungkap bahwa telah resmi mencairkan diri. Pernyataan tersebut diterangkan oleh Muhammad Alvin Ridho selaku Ketua HME 2016. “Ya benar, HME sudah mencairkan diri dan akan kembali menjalankan aktivitasnya sesuai sedia kala,” ujar kembali.

Adapun pencairan dilakukan pada tanggal 18 Oktober lalu. Dengan diikuti oleh seluruh pengurus HME dan sebagian besar warga Elektro, secara ceremonial melakukan diskusi bersama, sharing terkait sebab HME mencairkan diri dan kembali mengulas alasan HME membekukan diri. Harapannya dari diskusi tersebut akan terciptanya pemahaman yang sama dalam satu frame pemikiran. Selain itu, ceremonial tersebut dapat menjadi wadah penyampaian harapan dan aspirasi dari setiap elemen. Tidak hanya berdiskusi, ceremonial pencairan diri juga ditandai dengan menyanyikan Mars Elektro bersama.

Sebelum dilakukan ceremonial, Alvin sudah terlebih dahulu menyampaikan pernyataan HME ingin mencairkan diri ke Ketua Departemen Teknik Elektro dan didapatinya respon positif.

“Kamis tanggal 12 lalu saya bersama rekan saya Basten menemui Pak Wahyudi sebagai Kadep. Saya menyatakan kepada beliau bahwa kami (HME) ingin mencairkan diri dan siap untuk melaksanakan program kerja kedepannya. Disitu saya juga menjelaskan mengenai poin-poin yang ingin HME lakukan dan respon dari beliau memang sangat positif juga mendukung,” ujar Alvin.

Sesuai keterangan yang didapat dari Alvin bahwa HME mencairkan diri didasari harapan dari pembekuan HME sudah ada beberapa yang tercapai. Salah satunya, permasalahan komunikasi yang terjalin kurang baik antara mahasiswa dan DPM, sekarang sudah dirasa mampu terbangun titik koordinasi yang cukup baik. Selain itu, terkait hubungan dengan birokrasi yakni sebelum membekukan diri yang memang diterangai lebih kaku dimana hanya komunikasi satu arah. Namun, sekarang diantara kedua belah pihak sudah tercipta wadah diskusi bersama yang baik sehingga, dalam pengambilan keputusan pun akan didasarkan pada keputusan bersama (dosen dan mahasiswa).

“Kami ingin fokus terlebih dahulu dalam hal stabilitas HME setelah 1 tahun vacum untuk menghidupkan kembali euphoria yang dulu sempat ada. Kemudian, ada beberapa proker yaitu ELT untuk menyiapkan suksesor HME ke depan, reorganisasi, LPJ dan lain-lain.” Jelas Alvin saat ditanyai mengenai langkah terdekat setelah HME mencairkan diri.

Pembekuan HME dapat diambil pembelajaran bahwa dari sudut pandang mahasiswa Elektro  sendiri mampu menciptakan rasa yang lebih kuat terhadap kepemilikan HME, bukan sebatas milik dari angkatan yang sedang menjabat kepengurusan saja. Alvin menyampaikan harapannya bahwa langkah pembekuan ini bukanlah menjadi sebuah inspirasi namun, menjadi pembelajaran bahwa mahasiswa memiliki suara dan bisa bertindak jika merasa suatu hal itu tidak benar.

“Pembekuan bukan sebagai tindakan terakhir atau final solution, namun sebagai stepping stone yang merupakan batu pijakan untuk harapan terbesarnya ya kita ingin mewujudkan HME yang lebih baik lagi dan Elektro yang lebih berprestasi, kondusif untuk kegiatan kemahasiswaan.” Tambah Alvin. (Momentum/Ridla dan Isna)

 

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Kajian PSDKU Undip di Batang

adminMay 6, 2018

Kajian UKT dan Pemutaran Film “UKT Undercover”

adminApril 21, 2018

UKT Semester 9, Fokus BEM Undip Terpecah

adminJune 12, 2017