Jurusan D3

Keluarga Baru Sarjana Terapan Undip 2017

Keluarga Baru Sarjana Terapan Undip 2017

Universitas Diponegoro saat ini telah memiliki program Sarjana Terapan (D4) yang didalamnya terdiri dari 3 program studi yaitu Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Rekayasa Perancangan Mekanik, dan Teknologi Rekayasa Otomasi. Proses yang dilalui dalam mendirikan program baru ini yaitu dengan kajian yang matang terutama terkait dengan kesiapan dari segi sumber daya manusia dan ketersediaan sarana prasarana yang memadai. Setelah melalui proses, segala aspek dukungan menunjukkan bahwa kesiapan ada pada 3 program studi tersebut.

Adapaun jalur masuk program Sarjana Terapan ini terdiri dari 2, yaitu jalur mandiri yang menampung lulusan SMA/SMK dan jalur kerjasama dengan PT Badak yang merupakan lulusan D3. Daya tampung melalui jalur mandiri memiliki jumlah lebih besar dibanding dengan yang bekerja sama dengan PT Badak. Pada prodi Teknologi Rekayasa Kimia Industri berjumlah 62 mahasiswa umum, 11 mahasiswa kerja sama PT Badak I dan 7 mahaiswa kerja sama PT Badak II. Pada prodi Rekayasa Perancangan Mekanik berjumlah 67 mahasiswa umum, 8 mahasiswa kerja sama PT Badak I dan 12 mahaiswa kerja sama PT Badak II. Sedangkan, pada prodi Teknologi Rekayasa Otomasi berjumlah 59 mahasiswa umum, 8 mahasiswa kerja sama PT Badak I dan 12 mahaiswa kerja sama PT Badak II.

“Para pendaftar cukup banyak, sehingga tingkat selektifitas kita juga tinggi untuk Sarjana Terapan. Walaupun memang fakta di lapangan bahwa program di Vokasi adalah pilihan yang terakhir dari mahasiswa. Itu tantangan bagi kami di Sekolah Vokasi yang saat ini memang menjadi kebijakan Undip untuk adanya Sekolah Vokasi.” Jelas Ibu Ida Hayu Dwimawanti selaku Wakil Dekan Vokasi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan saat diminta keterangan mengenai jumlah minat pendaftar.

Beliau juga menambahkan bahwa pengadaan Sekolah Vokasi juga sesuai dengan kebijakan Pemerintah dimana diharapakan dengan adanya Sekolah Vokasi ini dapat mengurangi pengangguran. Hal tersebut dikarenanakan memang output dari Sarjana Terapan adalah mahasiswa yang memiliki keterampilan juga skill yang tinggi sehingga setelah lulus langsung siap bersaing di pasar kerja dan industri.

“Kita akan memfasilitasi mereka dengan sertifikasi kompetensi yang nantinya menjadi instrument mahasiswa untuk bisa berkompetisi di pasar kerja.” Tutur Ibu Ida lebih lanjut.

Kedepannya nanti kemungkinan Sekolah Vokasi dari D3 akan diarahkan ke Sarjana Terapan semua. Hal ini yang masih terus dilakukan pengkajian melalui Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia. Kenyataannya, Sekolah Vokasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan Industri (Link and Match) karena Sekolah Vokasi yang seharusnya menjembatani kebutuhan yang ada di Industri. Idealnya, 100% lulusan terserap di industri.

“Sementara ini yang terjadi bahwa industri masih kurang familiar dengan lulusan Sarjana Terapan (D4). Jadi, jika kita melihat, mencermati, mengamati dari data-data sekunder bahwa banyak yang ada pada pasar industri mayoritas masih D3 bukan dari Sarjana Terapan (D4). Melihat dari fakta itu, dari pihak kami juga harus mengedukasi industri juga supaya lulusan Sarjana Terapan kita juga terserap.” Jelas Bu Ida. (Momentum/Ridla dan Selli)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jurusan D3

More in Jurusan D3