Uncategorized

Kampanye di Teknik Perkapalan, Kaderisasi Tetap Menjadi Isu Utama

Kampanye di Teknik Perkapalan, Kaderisasi Tetap Menjadi Isu Utama

Rabu (11/9/2017) telah berlangsung kegiatan kampanye lisan oleh calon ketua dan wakil ketua BEM FT di Teknik Perkapalan. Acara kampanye lisan dimulai pada pukul 16.18 WIB dan sempat terhenti karena masih sepinya warga Teknik Perkapalan yang ikut serta. Kemudian kampanye dilanjutkan lagi pada pukul 17.10. Kampanye lisan sempat berpindah lokasi dari yang awalnya dilaksanakan di lapangan voli GKB lalu berpindah tempat di koridor Teknik Perkapalan. Pada kampanye kali ini kedua paslon wajib mengenakan pakaian wearpack yang menggambarkan identitas warga Teknik Perkapalan.

Kegiatan  kampanye lisan diawali dengan pemaparan visi-misi oleh calon yang diberikan waktu masing-masing 10 menit. Setelah itu , pada sesi selanjutnya warga Teknik Perkapalan diperbolehkan untuk bertanya kepada kedua paslon. Seperti yang kita ketahui paslon nomor satu adalah Krisnha-Hafid dan paslon nomor dua Azhar-Fatha.

Sesi tanya jawab diawali oleh Rengga sebagai penanya pertama yang menanyakan tentang bagaimana program kerja agar dirasakan oleh semua elemen di Teknik. Paslon nomor satu menjawab untuk melaksanakan diskusi rumpun dan membahas isu-isu kajian per kelompok jurusan. Dan nantinya paslon  nomor satu merencanakan kegiatan saung sore yang akan dilakukan secara berputar di seluruh departemen di FT sehingga tidak hanya bertempat pada satu titik untuk membahas isu-isu tersebut. Sedangkan paslon nomor satu merencanakan akan diadakannya diskusi antar ketua lembaga dan mengadakan roadshow pada tiap-tiap departemen untuk membahas isu tersebut.

Paslon nomor satu mengaku bahwa isu yang paling utama di Fakultas Teknik adalah kaderisasi. Dan paslon nomor dua juga mengangkat tiga isu utama, isu pertama adalah isu pendidikan, UKT pada semester sembilan, dan isu kaderisasi juga masih akan diangkat. Paslon nomor satu beralasan mengapa kaderisasi tetap diangkat menjadi isu yang paling utama adalah karena kaderisasi adalah hal yang dapat mempersatukan dan menyatukan untuk merangkul semua depertamen di FT. Mereka merasa bahwa Fakultas Teknik masih saja tertinggal karena selalu membahasa kaderisasi hingga saat ini dan belum saja selesai. Setelah isu kaderisasi tuntas, mereka baru akan membahas isu-isu lain. Langkah yang akan dilakukan oleh paslon nomor satu untuk menuntaskan kaderisasi adalah pembuatan proposal kaderisasi pada setiap departemen dan akan diajukan pada pihak dekanat. Paslon nomor satu siap untuk memberikan sanksi kepada departemen yang telat pada pengumpulan proposal atau tidak melakukan harmonisasi untuk menyelesaikan kaderisasi.

Sedikit berbeda dari paslon nomor satu, paslon nomor dua mengusung tiga isu utama yakni pendidikan, UKT semester sembilan, dan kaderisasi. Dengan urgensi adalah isu kaderisasi. Paslon nomor dua menjelaskan dengan harmonisasi dari semua departemen dan departemen mengumpulkan proposal kaderisasi secara tepat waktu akan mempermudah penyelesaian masalah dari kaderisasi. Paslon nomor dua akan membuat alur kaderisasi sesuai dengan aturan-aturan yang diberikan oleh pihak dekanat. Ketegasan akan diberikan ke departemen yang tidak mendukung untuk menyelesaikan masalah kaderisasi tetapi mereka tidak berani memberikan sanksi.

Masalah kaderisasi tidak terlepas dari sterilisasi. Kedua paslon mengaskan bahwa mereka sama-sama menolak tentang keberadaan sterilisasi pada mahasiswa baru. “Sterilisasi menghambat penanaman nilai. Dengan adanya sterilisasi mahasiswa yang harusnya tahu organisasi di Undip jadi terhambat, dan itu mengganggu reorganisasi tiap-tiap departemen,” jelas paslon nomer satu. “Sterilisasi juga bertentangan dengan alur buku biru yang udh ditetapkan jauh-jauh hari, yang awalnya bisa 12 minggu jadi berkurang,“ Ungkap paslon nomor dua.

Lalu pada sesi terakhir dengan Ikhsan sebagai salah satu penanya menanyakan kegunaan BEM FT yang akan dirasakan oleh warga Teknik Perkapalan karena merasa kurang keberadaan BEM FT di Teknik Perkapalan sendiri, lalu bagaimana jika isu BEM FT bertentangan dengan BEM Undip, serta fasilitas pada GKB yang kurang, dan pandangan mereka terhadap mahasiswa FT. Paslon nomor dua menjawab akan melibatkan warga Perkapalan pada acara fakultas dan paslon nomor satu menjawab akan melalui himpunan Perkapalan. Kedua paslon akan terus memperjuangkan isu-isu tersebut walaupun bertentangan dengan BEM Undip. Tentang fasilitas di GKB sendiri kedua paslon akan memperjuangkan itu ke Dekanat agar departemen yang menetap di GKB merasakan fasilitas yang baik dan bisa mendapatkan gedung sendiri seperti yang dirasakan departemen lain. Dan pandangan mereka tentang mahasiswa Fakultas Teknik adalah bekerja keras, berani dalam mengambil resiko, dan prestatif menurut paslon nomor satu. Sedangkan aktif dan berani cerminan mahasiswa FT menurut paslon nomor 2. Kampanye lisan baru berakhir pada pukul 19.00 WIB dengan diakhiri dengan closing statement pada kedua paslon.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

More in Uncategorized

Laboratorium Terpadu, Pabrik yang Unggul untuk Produk yang Unggul

adminMarch 26, 2018

BEM FT dan SM FT 2018 akan Menyelesaikan UKT Semester 9

adminFebruary 15, 2018

Visi Misi Bukan dari Evaluasi, Bagaimana Mau Mengayomi?

adminNovember 8, 2017

Mengaku Kurang Teliti, KPR FT Revisi Juknis Pemira FT 2017 Setelah Penutupan Pendaftaran Awal

adminOctober 25, 2017

KKL Teknik Sipil 2014

adminOctober 25, 2017

Himpunan Mahasiswa Elektro Resmi Hidup Kembali

adminOctober 25, 2017