pemiraft

Pasangan Calon Tidak Bisa Menjanjikan Kedepannya POR Teknik Ada

Pasangan Calon Tidak Bisa Menjanjikan Kedepannya POR Teknik Ada

Selasa (31/10/2017), telah berlangsung kampanye lisan hari kedua Pemira FT 2017 yang dilaksanakan di Gedung Kuliah Bersama, khususnya Departemen S1 Teknik Lingkungan dan S1 Sistem Komputer. Kampanye dimulai sekitar pukul 16.00 WIB walaupun di pengumumannya tertulis pukul 15.00 WIB. “Kampanye hari ini sesuai rundown, pengumuman pukul 15.00 WIB digunakan untuk mengumpulkan masa dan 16.00 itu memang saatnya rangkaian kampanye dibuka.” ujar Enggal, salah satu Panitia Pemilihan Raya (PPR) 2017.

Seperti kampanye hari pertama, kampanye hari kedua diawali dengan pembukaan oleh KPR, sambutan ketua himpunan atau yang mewakili dan dilanjutkan pemaparan visi misi oleh kedua pasangan calon. Pada kampanye ini, sesi tanya jawab dibuka sampai 3 termin seperti kampanye hari pertama. Sesi tanya jawab diwarnai pertanyaan yang berasal dari mahasiswa departemen Teknik Lingkungan dan Sistem Komputer.

Pertanyaan pertama berasal dari Ichsan dari Teknik Lingkungan yang menanyakan tidak adanya satu rasa dalam teknik dan bagaimana memaksimalkan Sigma yang merupakan supporters teknik. Secara garis besar kedua pasangan calon menjawab akan mensinergikan kembali lembaga-lembaga di Fakultas Teknik agar menciptakan kesamaan rasa dengan teknis dari masing-masing pasangan calon. Kemudian, muncul pertanyaan dari Haris dari Sistem Komputer mengenai inovasi-inovasi yang akan diberikan agar wisudaan meriah dan terasa teknik tetapi tetap kondusif. Pasangan calon 2 yang diberi kesempatan menjawab pertama menyatakan ingin adanya parade wisuda yang dilakukan bersama-sama. Parade tersebut diikuti oleh semua departemen di Fakultas Teknik dan akan mudah dikontrol keadaannya. Pasangan calon 1 menjelaskan guna menjaga kondisi yang kondusif maka akan dilakukan pengelompokan wisudawan berdasarkan jurusan. Pengelompokan tersebut menurut mereka akan meminimalisir tarik-tarikan wisudawan dan akan menjaga kodusifitas keadaan.

Pada sesi tanya jawab ini muncul juga pertanyaan dari Jedy, mahasiswa Departemen Teknik Lingkungan yang menanyakan apakah yang dapat Teknik Lingkungan berikan di bidang pengabdian masyarakat. Pasanga calon 2 menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat BEM FT sendiri baru berjalan dalam satu bidang, yaitu ekonomi. Mereka menegaskan untuk kedepannya pengabdian masyarakat harus melibatkan seluruh jurusan teknik agar terciptanya sinergi. Pasangan calon 1 menerangkan bahwa mereka akan memberikan wadah diskusi terlebih dahulu mengenai pengabdian masyarakat yang bertujuan menghilangkan sekat. Melalui diskusi tersebut diharapkan adanya tukar pikiran antar jurusan hingga didapatkannya kesepakatan bersama.

Pertanyaan selanjutnya adalah, disinggungnya masalah ketegasan pasangan calon tentang POR Teknik oleh Mahmudin Fitra, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL). Menurut Fitra, POR Teknik merupakan ajang yang dinanti-nanti oleh warga FT. Dalam pertanyaan tersebut, pasangan calon dimintai pertanggungjawaban apabila mereka menjanjikan akan menyelenggarakan POR Teknik. Secara garis besar kedua pasang calon menjelaskan POR Teknik dilaksanakan menunggu kepastian dari pihak dekanat. Kedua pasang calon tersebut disimpulkan oleh Fitra bahwa mereka tidak bisa menjanjikan kedepannya POR Teknik diselenggarakan.

Pertanyaan terakhir diajukan oleh Angga, warga Departemen Sistem Komputer yang menanyakan tentang transparansi UKT khususnya untuk mahasiswa GKB. Kedua pasang calon secara garis besar menjawab bahwa mereka hanya bisa membantu melakukan follow up ke pihak dekanat. Menurut mereka, wewenang untuk permasalahan transparansi dan masalah sarana dan prasarana itu milik Senat Mahasiswa.

Kampanye hari kedua berakhir sekitar pukul 17.30 WIB. Menurut Fitra, jawaban kedua pasang calon masih kurang realistis tapi masih masuk dalam toleransi karena masih hari kedua dari kampanye. “Kedua pasangan calon dinilai belum bisa memberikan janji yang mengikat kami.” ujar Fitra. Menurut Hakim, Ketua Himpunan Mahasiswa Sistem Komputer (Himaskom) dari segi waktu pelaksanaan kampanye hari ini kurang, karena masih ada pertanyaan-pertanyaan yang belum tersampaikan. “Yang jadi kendala dalam kampanye periode ini adalah kurangnya kepedulian dari Mahasiswa Fakultas Tekniknya.” jelas Hakim. “Harapannya di kampanye berikutnya ada sesuatu yang baru yang ditawarkan, sejauh ini apa yang disampaikan hampir sama setiap tahun cuma beda cara penyampaiannya.” lanjutnya.

(Momentum / Isna dan Alfian)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pemiraft

More in pemiraft

Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT: Kedua Paslon Saling Adu “Greget”

adminNovember 8, 2018

Kampanye di Teknik Sipil: Kedua Paslon Mengaku Bukan Kader Organisasi Ekstra

adminNovember 6, 2018

Kampanye di Teknik Geodesi – Kampanye Berjalan Tidak Efektif

adminNovember 3, 2018

Kampanye Pemira FT di Teknik Geologi: Tingkatkan Iklim Diskusi dengan “Menjemput Bola”

adminNovember 3, 2018

Kampanye di Mesin: Kedua Paslon Kenakan Wearpack dan Helm Keselamataan Kerja

adminNovember 1, 2018

Kampanye Pemira FT di Teknik Industri Undip

adminOctober 30, 2018