pemiraft

Sambutan Hangat dan Pertanyaan Kritis di Kampanye PEMIRA FT Hari Ketiga

Sambutan Hangat dan Pertanyaan Kritis di Kampanye PEMIRA FT Hari Ketiga

Rabu (01/11/2017) merupakan kampanye lisan hari ketiga bagi calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT 2018 yang telah berlangsung di Departemen Teknik Industri. Ada yang menarik dari proses kampanye kali ini. Berbeda dari yang lain, Teknik Industri menyambut kedua pasangan calon dengan pemberian es teh dan teh hangat yang harus dihabiskan sebelum lanjut ke acara berikutnya.

“Pemberian es teh dan teh hangat diluar dugaan dan ekpektasi kami karena memang tidak ada informasi tentang itu, sehingga bisa dikatakan itu cukup mengangetkan tetapi itu memang sambutan hangat dari Industri dan kita mengapresiasi,” Ungkap Pasangan Calon 1.

“Untuk es teh sendiri sebenarnya tidak ada kesepakatan jadi kami juga kaget. Namun, di awal memang ada beberapa pilihan budaya dari Industri untuk membranding budaya. Dimana di Industri ibaratnya hangat dan es teh-es teh yang ada di Industri gelasnya besar-besar. Oleh karena itu, kita disambut oleh dua yaitu kehangatan dan kebersamaan yang dingin,” Jelas Pasangan Calon 2.

Menuju acara inti yaitu diawali dengan pemaparan visi misi baik dari paslon 1 dan paslon 2. Kemudian, masuk ke sesi tanya jawab dimana terbagi atas 3 sesi. Tiap sesi diberi kesempatan 3 penanya. Adapun pertanyaan pertama disampaikan oleh Rofiq terkait seberapa jauh paslon memahami buku biru kaderisasi di Universitas Diponegoro terlebih dalam lingkup Fakultas Teknik.

Paslon 1 menjawab bahwasanya buku biru kaderisasi merupakan buku panduan kaderisasi yang isinya berupa step-step yang harus dilalui dari mulai saat mahasiswa baru hingga pra dunia kerja. Hal itu meliputi pembentukan, pembinaan dan pengkaryaan yang didalamnya menyangkut tentang pengembangan mahasiswa yang menyeluruh dimana akan terintegrasi dengan minta bakat mahasiswa. Paslon 1 juga menambahkan bahwa pada realitanya memang kaderisasi di semua departemen tidaklah sama dan tidak dapat dibatasi hanya dengan buku kaderisasi karena perlu adanya penyesuaian terhadap budaya pada masing-masing disiplin ilmu.

Masih terkait dengan pertanyaan buku biru kaderisasi, Paslon 2 menjawab bahwa di dalamnya telah mencakup kaderisasi rohani, kaderisasi kemahasiswaan dan kaderisasi riset. Permasalahan yang ada sekarang adalah buku biru yang ada di Undip belum bisa sampai ke seluruh departemen yang ada di Fakultas Teknik. Alur kaderisasi diatur oleh buku biru dan di beberapa departemen belum menjalankan secara menyeluruh. Oleh karena itu, solusinya dengan menjalin komunikasi yang kontinu dan secara berkelanjutan tentang pelaporan kaderisasi. Selain itu, ditambahkan mengenai keselarasan kaderisasi di semua jurusan yang terpenting adalah capaian target minimal.

Selain tentang kaderisasi, sesi pertama juga dilontarkan pertanyaan yang tidak jauh dari seberapa kenal dan peduli kedua paslon terhadap warga Teknik Industri serta bagaimana masing-masing paslon akan membantu berkontribusi dalam 3 program kerja HMTI yang tidak lain adalah Infest, Indisco dan Batik In Campus. Kedua paslon pun juga ditantang dengan pertanyaan kehadiran mereka pada salah satu proker, dan bagaimana langkah konkrit untuk mendukung proker proker yang juga membawa nama Fakultas Teknik tersebut.

Melihat antusias mahasiswa TI yang ingin dikenal lebih jauh, kedua paslon juga diminta untuk menyebutkan minimal 10 nama mahasiswa yang dimintai KTM sebagai perwakilan TI pendukungnya. Paslon 1 pun berhasil menyebutkan 9 nama dengan dilanjutkan paslon 2 yang berhasil menyebutkan 10 orang, terlebih salah satu calon yang memang merupakan mahasiswa TI sendiri. Pada akhirnya, mahasiswa TI pun mengharapkan agar TI tidak hanya dihafal latar belakang berdirinya saja namun yang mereka butuhkan ialah mengenal TI lebih dalam.

Sesi kedua tanya jawab sempat ditanyakan pula oleh Laili mengenai jumlah mahasiswa FT sebagai pengusaha di tahun 2017. Namun, sayang sekali baik paslon 1 maupun paslon 2 tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan karena tidak mengetahui jumlah pasti berapa mahasiswa FT di tahun 2017 yang sebagai pengusaha.

Selanjutnya, pertanyaan diajukan oleh Gegik tentang masing-masing paslon mewakili kepentingan manakah. Paslon 1 mendeklarasikan diri itu atas kepentingan mahasiswa Teknik karena dari calon ketua BEM FT nomor urut 2 sendiri mengaku ingin menggapai amanah tersebut untuk bisa mengambil kesempatan berbuat baik untuk mahasiswa Teknik juga untuk bisa mengkolaborasikan semua departemen untuk membangun sinergisitas. Paslon 1 juga menegaskan bahwa telah berkomitmen untuk tidak membawa gerakan atau golongan maupun kepentingan manapun. Paslon 1 mengaku bahwa maju untuk Fakultas Teknik dimana sebagai lulusan-lulusan madya dari FT untuk berkontribusi ke Fakultas Teknik.

Pada sesi ketiga tanya jawab, disinggung tentang akselerasi kaderisasi dan kedua paslon baik 1 maupun 2 menyatakan setuju untuk keberlangsungan dari akselerasi kaderisasi. (Momentum/Ridla)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pemiraft

More in pemiraft

Visi Misi Bukan dari Evaluasi, Bagaimana Mau Mengayomi?

adminNovember 8, 2017

Mahasiswa Geodesi Butuh Langkah Nyata dari Kedua Paslon

adminNovember 7, 2017

Kampanye Hari Kelima, Kedua Pasangan Calon Kembali Tandatangani Surat Perjanjian

adminNovember 4, 2017

Kampanye di Teknik Sipil, Kedua Paslon Buat Surat Sanggupi POR Teknik

adminNovember 3, 2017

Pasangan Calon Tidak Bisa Menjanjikan Kedepannya POR Teknik Ada

adminNovember 1, 2017

Rapat Dengar Pendapat Membawa Solusi Bagi Pemira FT?

adminOctober 12, 2016