pemiraft

Visi Misi Bukan dari Evaluasi, Bagaimana Mau Mengayomi?

Visi Misi Bukan dari Evaluasi, Bagaimana Mau Mengayomi?

Selasa (7/11/2017) Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT 2018 telah melaksanakan Rangkaian Kampanye Lisan Pemira FT yang ke delapan di S1 Teknik Kimia. Kampanye ini sempat tertunda cukup lama karena terkendala hujan yang cukup deras, namun kampanye tetap berjalan melihat antusiasme dari mahasiswa Teknik Kimia yang sangat besar.

Pembahasan yang selalu dipertanyakan jawabannya tiap kali kampanye adalah mengenai realisasi dari POR Teknik yang dianggap mampu mensinergiskan Fakultas Teknik. Kedua pasangan calon memberikan  alternatif lain untuk menjawab mengenai kolaborasi Teknik. Pasangan calon nomor satu mengambil jalan untuk berkomunikasi antar Departemen Teknik, yang dirasa prosesnya akan berjalan dengan baik jika tiap-tiap departemen bisa selaras. Pasangan calon nomor dua mengadakan kolaboratif dan harmonisasi akan diwujudkan dalam proker-proker besar seperti DYL, ODM dan Supercamp.

Kali ini ada pembahasan baru yang diangkat dari POR Teknik bukan hanya yakin tidaknya paslon untuk bisa menyelenggarakan POR Teknik di kepengurusan tahun depan, tetapi mengenai dana yang dianggap menjadi kendala. POR Teknik tidak bisa dilaksanakan tahun ini karena anggarannya belum ada. Anggaran baru ada di bulan maret semester depan. Hal itu dikarenakan pihak dekanat lebih fokus ke mahasiswa baru. Namun menurut Sakira salah satu senat badan anggaran, tidak terselenggaranya POR Teknik itu karena BEM FT belum bisa mendapat kepercayaan dari Dekanat. Karena sebenarnya pengelolaan anggaran kemahasiswaan dipegang seepenuhnya oleh senat dengan campur tangan Dekanat.

Kampanye ini menyinggung mengenai tim-tim Fakultas Teknik yang gagal bertanding dikarenakan permasalahan finansial. Pasangan calon nomor urut 1 akan membantu memberitahukan alur pengajuan sponsor. Pasangan calon nomor urut 2 menspesifikkan kepada pengajuan pendanaan ke dana World Class University (WCU) yang dimiliki Undip. “Kalian hanya bisa membantu memberitahukan alur sponsor, dari BEM FT sendiri adakah komunikasi ke alumni Teknik?” tanya Hanif, mahasiswa Teknik Kimia. Kedua pasang calon menjawab bahwa belum ada komunikasi dengan Ikatan Alumni Undip Fakultas Teknik. Di akhir pertanyaan ini kedua pasangan calon diberikan saran untuk menumbuhkan guyub teknik.

Kedua pasang calon sempat disinggung mengenai isu kepengurusan yang akan dibawa oleh masing-masing mereka. Pasangan calon nomor urut 1 mengungkapkan isu mengenai kaderisasi, sedangkan pasangan nomor urut 2 memilih isu yang ada diluar kampus dengan dalih isu internal akan tetap ditindak lanjuti. “Visi misi kalian selaku pasangan calon atas dasar apa?” tanya Teguh, mahasiswa Teknik Kimia. Pasangan calon nomor urut 1 menjawab bahwa mereka baru menanyakan kepada beberapa Ketua Himpunan yang saat ini menjabat dengan alasan kurangnya waktu. Pasangan calon nomor urut 2 kurang lebih sama seperti pasangan calon nomor urut 1 tetapi dengan penambahan keresahan mereka sebagai dasar pembuatan visi misi kepengurusan. Dengan jawaban seperti itu, kedua pasangan calon dianggap tidak tahu masalah inti tiap departemen dan dinilai tidak akan bisa mengatur arah gerak. Kedua pasangan calon dianggap tidak akan bisa melakukan harmonisasi apabila komunikasi tidak ada.

(Momentum / Isna dan Alfian)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pemiraft

More in pemiraft

Mahasiswa Geodesi Butuh Langkah Nyata dari Kedua Paslon

adminNovember 7, 2017

Kampanye Hari Kelima, Kedua Pasangan Calon Kembali Tandatangani Surat Perjanjian

adminNovember 4, 2017

Kampanye di Teknik Sipil, Kedua Paslon Buat Surat Sanggupi POR Teknik

adminNovember 3, 2017

Sambutan Hangat dan Pertanyaan Kritis di Kampanye PEMIRA FT Hari Ketiga

adminNovember 2, 2017

Pasangan Calon Tidak Bisa Menjanjikan Kedepannya POR Teknik Ada

adminNovember 1, 2017

Rapat Dengar Pendapat Membawa Solusi Bagi Pemira FT?

adminOctober 12, 2016