Event

Catatan Najwa : “Pilihlah Aku Jadi Calegmu” Pemimpin, Politisi, Dan Kebijakan Student Loan Di Mata Menteri

Catatan Najwa : “Pilihlah Aku Jadi Calegmu” Pemimpin, Politisi, Dan Kebijakan Student Loan Di Mata Menteri

Semarang, Momentum- Narasi TV adalah salah satu channel start-up yang didirikan oleh Najwa Shihab. Pada kesempatan ini, Jumat (20/04/2018), Undip menjadi tempat Catatan Najwa, salah satu program Narasi TV yang sebelumnya telah bertandang ke daerah wilayah timur yaitu Ambon. “Pilihlah aku jadi Calegmu” menjadi tema bahasan selama Narasi Roadshow hari kedua ini dilaksanakan. Open gate dibuka sejak pukul 13.00 WIB dan acara dimulai pukul 14.00 WIB. Kedatangan Najwa Shihab ke Semarang khususnya Undip sebagai tuan rumah membuat ribuan peserta akhirnya berhasil memenuhi ruangan auditorium Prof. Soedarto Undip setelah sabar menunggu dalam antrian panjang.

Acara dimulai dengan penampilan grup musik asal Semarang, paduan suara mahasiswa teknik, pengenalan komunitas Mata Kita dan channel  Narasi TV, serta perbincangan singkat pembawa acara dengan sociopreneur muda asal Semarang yaitu Reanes Putra Tito M yang sekaligus sebagai founder  Sampah Muda. Tidak hanya itu, Catatan Najwa kali ini mengundang narasumber yang merupakan dua calon legislator muda, satu politisi dan satu mystery guest. Caleg muda tersebut adalah Adly Fairuz yang merupakan entertaine yang sekarang telah masuk dalam daftar bakal calon anggota DPR RI pada pemilu Legislatif 2019 provinsi Jawa Tengah dan Giring Ganesha yang merupakan vokalis band Nidji dan sekarang aktif menjadi bakal calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kedua caleg tersebut ditantang untuk berorasi mempromosikan diri sebagai calon legislator di depan para penonton. Selain itu, mereka juga ditantang untuk memberi informasi tentang keunggulan masing-masing partai yang mereka ikuti yaitu PKS dan PSI. Narasumber ketiga yaitu Budiman Sujatmiko, seorang politisi dari partai PDIP sekaligus anggota DPR Komisi III yang akhirnya datang menjadi pelengkap Catatan Najwa kemarin. Beliau menceritakan berbagai pengalamannya seperti godaan menjadi salah satu pemegang kekuasaan yaitu dengan menahan diri untuk tidak mengambil hak orang lain demi kepentingan individu sesaat.

“Melawan lawan politik jauh lebih mudah daripada melawan teman politik sendiri”, ujar Budiman. Hal tersebut ia ungkapkan ketika Najwa menanyakan tantangan selama menjadi politisi. Menurut beliau, lebih baik melawan atau mengalahkan dengan sistem voting dalam forum kepada lawan politik dibandingkan mencoba memberi tahu soal diskusi dalam forum kepada teman yang duduk di satu fraksi yang sama.

Lontaran pertanyaan khas dari Mbak Nana, panggilan yang tak asing untuk seorang jurnalis Najwa Shihab kembali dilanjutkan ketika mystery guest akhirnya diundang ke atas panggung. Mystery guest tersebut ialah Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan Indonesia. Beliau menceritakan masa-masa selama ia menjadi mahasiswa. Salah satu hal yang ia sampaikan kepada mahasiswa dalam memilih seorang pemimpin adalah dengan menelusuri rekam jejak calon pemimpin terlebih dahulu. Semakin banyak pengalaman berorganisasi dalam track record-nya, tentu dapat meningkatkan kepercayaan untuk calonnya diberikan amanah.

Sesi tanya jawab menjadi sesi terakhir dalam acara tersebut. Pertanyaan menarik dilontarkan oleh Gilang, mahasiswa S1 Teknik Perkapalan Undip. Ia bertanya tentang isu yang sedang hangat dibicarakan di lingkungan kampus yaitu student loan. Kebijakan student loan menjadi pertanyaan besar apakah kebijakan tersebut membawa berkah atau musibah kepada mahasiswa sendiri. Momen yang langka tersebut menjadi kesempatan Gilang untuk bertanya langsung kepada menteri yang paham betul tentang isu student loan. Beliau pun menjawab bahwa pemerintah sekarang sedang memberikan banyak opsi seperti beasiswa dan student loan seiring perkembangan teknologi yang terus berubah. Kembali lagi kepada mahasiswa yang ingin memilih opsi mana untuk menunjang dana pendidikannya. Beliau pun juga menambahkan bahwa peran institusi pendidikan sekarang sangatlah penting. Data statistik di tahun sekarang mengatakan bahwa sekitar 63% lulusan dari perguruan tinggi banyak yang tidak sejalan dengan disiplin ilmu ketika mereka berada di bangku kuliah. Maka dari itu, peran institusi pendidikan menjadi penting untuk mempertahankan skill  lulusan perguruan tinggi agar dapat sejalan dengan dunia kerjanya. Hal itu kembali didukung ketika perubahan yang selalu berubah terutama di bidang teknologi sehingga karakter pekerjaan akan terus berubah. Karakter pekerjaan yang terus berubah tersebut membuat wadah fasilitas peningkatan softskill sebelum memasuki dunia kerja perlu disemarakkan.

Pembelajar seumur hidup menjadi kiasan penting agar mahasiswa sekarang dapat bertahan secara dinamis dan tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan proses memilih pemimpin. Memilih pemimpin sangatlah penting apabila ditelusuri terlebih dahulu rekam jejaknya. Perkembangan teknologi pun membantu akses penelusuran track record calon pemimpinnya dengan mudah. Acara akhirnya ditutup dengan puisi oleh Najwa Shihab dan Giring yang menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, Gebyar-Gebyar Indonesia, Garuda di Dadaku, dan Bendera. (Momentum/Ardania)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Event

GRAND FINAL BATIK IN CAMPUS 2018

adminOctober 22, 2018

STERIL 2018: Milenia Klasika

adminOctober 2, 2018

DIBALIK LAYAR AKSI TUGU RAKYAT

adminAugust 16, 2018

Mozaik ODM Undip 2018 disaksikan Menteri RI

adminAugust 15, 2018

Dua Menteri Tutup Orientasi Diponegoro Muda 2018

adminAugust 13, 2018

Menilik Kegiatan Orientasi Mahasiswa Muda Fakultas Teknik Tahun 2018

adminAugust 11, 2018