Tokoh

Sampaikan Kotak Aspirasi, Ketua BEM Undip Diberi Wejangan Bu Menteri

Sampaikan Kotak Aspirasi, Ketua BEM Undip Diberi Wejangan Bu Menteri

Sumber Gambar : http://dpmfp.umy.ac.id/kotak-aspirasi/

Semarang, Momentum – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.S., Ph.D. memberi wejangan kepada Ketua BEM Universitas Diponegoro 2018, Abdurrohman Hizbullah setelah aksinya menyampaikan kotak aspirasi mahasiswa pada Senin (9/4/2018) di acara Kuliah Umum Dies Natalis FEB Undip ke-58. Menurut menterj yang memperoleh predikat sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia tahun 2006 ini, aspirasi yang disampaikan oleh Aab, sapaan untuk Abdurrohman Hizbullah masih kurang detail. “Beberapa koreksi kecil untuk BEM, tapi kalau mahasiswa harusnya mulai detail ya, supaya nanti kalau jadi pejabat Anda jangan salah membuat policy karena tidak pay attention to detail,” ucap Sri Mulyani.

Aab menyampaikan pertanyaan terkait dengan hutang luar negeri Indonesia yang telah mencapai 30% dari GDP (Gross Domestic Product) dirasa telah melebihi batas maksimum yaitu 28% dan apakah cadangan devisa Indonesia dapat digunakan untuk pembayaran hutang. Pertanyaan selanjutnya yang disampaikan adalah peraturan presiden terkait tenaga kerja asing di Indonesia yang dirasa merugikan. Pertanyaaan yang Aab utarakan ini sempat mendapat tepuk tangan yang riuh dari para mahasiswa yang mengikuti kuliah umum tersebut sebelum akhirnya dipotong oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. yang berlaku sebagai moderator karena waktu telah habis.

Sri Mulyani memberikan penjelasan bahwa maksimum hutang Indonesia terhadap GDP menurut Undang-Undang adalah 60%, bukan 28%. Hutang Indonesia yang merupakan hutang luar negeri kurang dari 30%, sementara hutang Indonesia mencakup hutang luar dan dalam negeri. Beliau juga menjelaskan bahwa pembayaran tidak dilakukan dengan cadangan devisa negara. Menteri Keuangan ini juga memberikan wejangan untuk para mahasiswa agar mau berdiskusi tentang bagaimana cara membaca ekonomi secara baik agar tidak mudah disetir. “I don’t like people yang cuma ngomong headline, let’s discuss detail,” tambahnya.

Penjelasan untuk pertanyaan kedua yang Ketua BEM Undip 2018 sampaikan adalah bahwa Indonesia harus lebih terbuka dengan bangsa asing agar meningkatkan nasionalisme dan dapat belajar lebih dari tenaga asing yang berkerja di Indonesia tersebut. Menurut beliau, bekerja dengan orang asing juga dapat memacu adrenalin. Selain itu, dengan adanya tenaga asing di Indonesia juga dapat meningkatkan investasi asing di Indonesia. “Hidup is a choice and  untuk membuat a choice yang paling bagus, yang paling bisa kita pertanggungjawabkan secara profesional  dengan integritas, you have to pay attention to the detail,” tutup Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.S., Ph.D.. (Momentum/An Nisa)

 

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tokoh

More in Tokoh

90 Menit Bersama Jokowi dalam Dies Natalis ke-60 Undip

adminOctober 18, 2017

Prof. Sudharto P. Hadi, : Pemimpin Tidak Banyak, Merekalah yang Bisa Membagi Waktu

adminMay 31, 2017

Sosok Perempuan : Kepala Departemen Teknik Industri Undip, Dr. Naniek Utami Handayani, S.Si

adminApril 5, 2017

Mengenal Nabilah Aafiyah, Mahasiswa Teknik Pemenang IPDN English Debate Competition 2017

adminMarch 27, 2017

Mengenal Sosok Susatyo Nugroho Widyo Pramono, S.T., M.M., Dosen Unik dengan Seribu Kisah Klasik

adminAugust 28, 2016

Mengenal Lebih Dekat Atlet Sepatu Roda dari Undip

adminOctober 11, 2015