Coretan Teknik

Kau Datang

Kau Datang

Dari : Anonim

Pada malam yang anginnya berhembus sejuk
Kau datang, mengetuk
dan aku sedang terkantuk.
Kau datang, mengetuk
dan aku sedang mengutuk.

Pada pagi yang sinarnya menembus gelap
Kau datang, menyelinap
dan aku sedang terlelap.
Kau datang, menyelinap
dan aku sedang kalap.

Kau selalu datang
Pada siang dan petang.
Kau selalu datang
Untuk mengingatkanku akan pulang.
Untuk mengingatkanku dalam kenang.
Dan, malam ini Kau pun datang
pada jiwaku yang telah hilang, Tuhan.

Andai ku tahu lebih dulu bahwa Kau adalah Tuhan.
Pada malam itu,
Saat Kau datang, mengetuk
Lalu aku akan memeluk.
Saat Kau datang, mengetuk
Lalu aku akan segera duduk.

Pada pagi itu,
Saat Kau datang, menyelinap
Lalu aku akan menatap.
Saat Kau datang, menyelinap
Lalu aku akan bersiap.

Ketika Kau datang, aku akan menjemput selamat.
Agar Kau datang dengan selamat.
Ketika Kau datang, aku akan memanggil selamat.
Agar aku dapat ucapkan selamat datang.

Lalu aku akan siapkan kalimat.
“Tuhan, siapa nama-Mu?”
Ah, aku lupa, nama untuk-Mu tak perlu ada,
karena Kau akan tetap ada.
“Tuhan, dimana tempat tinggal-Mu?”
Ah, aku lupa, tempat tinggal-Mu terlalu banyak,
bahkan di setiap sudut pun ada,
dan juga ada di dalam aku.
“Tuhan, bagaimana kabar-Mu?”
Ah, aku lupa, kabar dari semua kabar itu
datangnya dari-Mu.
“Tuhan, apakah Kau mengenal aku?”
Ah, kali ini pun aku lupa,
Kau mengenal aku lebih baik dari aku,
bahkan aku adalah milik-Mu.
“Tuhan, siapakah Kau?”
Ah, ya, aku tahu,
Kau adalah sebenar-benarnya Tuhan yang Maha Benar.

Maka, hanya satu kalimat yang tersisa dan pantas
untuk kuucapkan pada-Mu Tuhan-ku.

“Tuhan, aku kehabisan kata.”

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Kabar Subsidi Kuota Undip setelah Bantuan Kuota Kemdikbud Turun

adminOctober 7, 2020

Jurnal Yang Tertinggal

adminOctober 3, 2020

Prank Spaghetti BCC, Britania Raya Heboh !

adminSeptember 25, 2020

Pelaksanaan UKM Expo Undip Ditengah Pandemi

adminSeptember 14, 2020

Mungkin Bumi Cendrawasih Lahir Ketika Tuhan Sedang Cemberut: Sebuah Esai Tentang Kemiskinan, Ketimpangan dan Kegagalan Memahami Masyarakat Papua

adminSeptember 12, 2020

Mungkin Bumi Cendrawasih Lahir Ketika Tuhan Sedang Cemberut: Sebuah Esai Tentang Kemiskinan, Ketimpangan dan Kegagalan Memahami Masyarakat Papua – Bagian 4

adminSeptember 6, 2020