Ristek

Pemanfaatan Sampah Anorganik dengan Hidroponik dan Inovasi Olahan Sayur Sebagai Program Multidisiplin KKN Tim II Desa Nglondong

Pemanfaatan Sampah Anorganik dengan Hidroponik dan Inovasi Olahan Sayur Sebagai Program Multidisiplin KKN Tim II Desa Nglondong

Semarang, Momentum — Desa Nglondong yang terletak di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung mempunyai beragam potensi. Salah satunya pertanian seperti tanaman sayuran. Jum’at (10/08/2018), KKN Tim II Universitas Diponegoro yang bertempat di Desa Nglondong menjalankan program multidisiplin dengan judul “Edukasi Penerapan Salah Satu Konsep Sustainable Development Goals (SDGs) di Lingkungan Desa Nglondong Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung”. Program tersebut dihadiri oleh Ibu Dr. Ir. Suryanti, M.Si. selaku dosen pembimbing lapangan KKN Kecamatan Parakan yang sekaligus menjadi pemateri.

Judul program diangkat berdasarkan potensi yang ada pada Desa Nglondong. Selain itu, juga berdasar rencana program yang telah disusun oleh 11 mahasiswa KKN Tim II Desa Nglondong dimana berasal dari tiga fakultas dan jurusan berbeda yaitu jurusan Administrasi Publik, Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Ekonomi Islam, Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Kedokteran Umum.  Perbedaan disiplin ilmu inilah berpeluang dan cocok untuk dijadikan program multidisiplin dengan konsep tujuan pembangunan berkelanjutan. Acara edukasi ini bertempat di Balai Desa Nglondong dengan sasaran ibu-ibu PKK.

Acara berisikan materi mengenai konsep SDGs seperti inovasi pemanfaatan sayuran menjadi bakso dari hasil tanaman hidroponik. Tujuan program tersebut yakni untuk memanfaatkan sayuran yang memiliki harga jual rendah agar dapat bersaing dengan nilai yang lebih tinggi setelah didiversifikasi. Selain itu, fokus dari program ini ialah pemanfaatan sampah organik dan anorganik. Salah satu pelaksanaan program terkait pemanfaatan sampah organik adalah diberikannya materi berupa pengolahan kompos dengan baik, sedangkan untuk pemanfaatan sampah anorganik ialah dengan pelatihan bertanam dengan cara hidroponik.

Hal menarik dalam acara ini ialah setiap peserta diberikan secara gratis botol bekas, bahan peralatan pembuatan tanaman hidroponik dan bibit tanaman cabai. Beberapa anggota Tim KKN Desa Nglondong juga melakukan demonstrasi pembuatan tanaman hidroponik di hadapan puluhan ibu-ibu PKK.

Proses pembuatan tanaman hidroponik dimulai dengan cara mengumpulkan barang bekas seperti botol. Kemudian, dibentuk menjadi wadah pot sebagai tempat untuk bertanam tanaman sayuran. Sesuai namanya, hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Media tanamnya dapat berupa sekam dan air. Jenis tanaman yang cocok merupakan tanaman holtikultura seperti tanaman sayur, buah, hias, dan obat-obatan. Adapun tanaman hidroponik yang cocok diaplikasikan di Desa Nglondong ialah sawi, kangkung, selada, dan brokoli. Antusiasme peserta terlihat ketika beberapa ibu-ibu menanyakan beberapa hal terkait proses pembuatan hidroponik saat demonstrasi berlangsung.

“Harapannya semoga selepas kepergian KKN Tim II Undip di Desa Nglondong, pemanfaatan botol bekas untuk tanaman hidroponik dapat terus diterapkan oleh masyarakat,” ujar Alif Fajar Sidiq selaku koordinator desa saat sambutan di awal acara. Ibu Suryanti pun menambahkan harapannya agar edukasi atau proses transfer ilmu ini dapat membuka wawasan bagi masyarakat Desa Nglondong agar menambah pendapatan dari pemanfaatan barang bekas atau yang bernilai biasa saja menjadi produk unik dan inovatif serta mengurangi kerusakan lingkungan akibat sampah terutama botol bekas. (Momentum/Ardania)

 

 

 

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ristek

More in Ristek

Batulempung & Zeolite, Terobosan Baru Penjernih Air Kapur di Desa Kedungringin

adminAugust 24, 2018

Briket Sekam Padi sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Padat Sekam Padi di Desa Gunung Tumpeng

adminAugust 20, 2018

Alat Penembak Drone Ilegal Buatan Mahasiswa UNDIP

adminJune 14, 2018

Ksatria Hydros Siap Ikut Ajang Internasional

adminApril 29, 2018

Content Creator Day, Sebuah Konten Harus Memiliki Nilai yang Disampaikan

adminApril 21, 2018

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Ciptakan Alat Pengendali Hama Burung Pemakan Bulir Tanaman Padi

adminJuly 25, 2017