Coretan Teknik

Sulap Baju Bekas Jadi Tas Belanja, Kok Bisa?

Sulap Baju Bekas Jadi Tas Belanja, Kok Bisa?

Semarang, Momentum – TIM II KKN Universitas Diponegoro (Undip) Desa Karanganom melaksanakan salah satu programnya  menjadi volunteer atau sukarelawan dengan  melakukan visitasi ke masyarakat dan instansi pendidikan. Kali ini, pada pengajian rutin mingguan ibu-ibu dan SDN 01-02 Desa Karanganom yang mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi atas bentuk kepedulian para mahasiswa akan permasalahan limbah sampah plastic yang mendominasi wilayah Desa Karanganom. Jumlah sampah plastik ini sebagian besar disebabkan oleh jumlah kantong plastik yang digunakan untuk berbelanja. Hal itu berkaitan dengan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyebut plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Jumlah itu ternyata setara dengan luasan 65,7 hektare kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepak bola.

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. Lebih dari satu juta kantong plastik digunakan setiap menitnya, dan 50 persen dari kantong plastik tersebut dipakai hanya sekali lalu langsung dibuang. Dari angka tersebut, menurut Tuti, hanya lima persen yang benar-benar di daur ulang.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Titis Buana menjelaskan bahwa program yang sedang dilakukan sekarang lebih menekankan pada pemanfaatan benda sekitar yang sudah tidak berguna untuk dialihkan menjadi alat substitusi dari kantong plastik untuk berbelanja.

“Kalau dilihat masyarakat sekitar Desa Karanganom ini masih menggunakan baju bekas yang sudah tidak terpakai hanya sebagai orang-orangan sawah sama jadi kain lap, sebenarnya kan baju bekas itu punya banyak manfaat nah dari pada memenuhi lemari pakaian mu mending Prelovers buat tas yang ramah lingkungan,” Ujarnya

Pengolahan kantong plastik dari baju bekas ini pun tidak terlalu sulit hanya memerlukan dua buah alat yaitu baju bekas dan gunting. Sedangkan untuk menyulapnya menjadi kantong platik sangat sederhana cukup dengan menggunting bagian kerah dan lengan baju. Setelah itu, bagian bawah juga dapat digunting membentuk rumbai dengan jarak antar potongan kurang lebih 2 cm. bagian bawah baju ini kemudian dapat diikatkan satu sama lain sehingga tidak memerlukan mesin jahit untuk menyatukannya.

Ibu-ibu dan para siswa terlihat sangat antusias untuk mengikuti program ini, walaupun pada awalnya ibu-ibu pengajian khawatir akan kekuatan dan kebersihan tas belanja tersebut. Namun, kekhawatiran tersebut pun terjawab melalui uji coba ternyata tas ini dapat mengangkut beban hingga mencapai 2 kg (Momentum/Maulidya Eliska)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

MOVIE REVIEW: FANTASTIC BEAST: THE CRIMES OF GRINDELWALD

adminNovember 20, 2018

(Ulasan Film) “Christopher Robin” : Kisah Beruang Pandir dalam Balutan Live Action

adminSeptember 6, 2018

Gerakan Nasional Revolusi Mental Untuk Indonesia yang Lebih Maju

adminAugust 28, 2018

GEMES (Gerakan Masyarakat Peduli Sanitasi) di Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa

adminAugust 27, 2018

Pola Hidup Sehat Tentang Hipertensi

adminAugust 27, 2018

KKN Undip Jelajahi dan Eksplorasi Pesona Alam sebagai Potensi Desa Kalimanggis

adminAugust 26, 2018