Isu

Dinamika Isu UKT Semester Lanjut di Undip

Dinamika Isu UKT Semester Lanjut di Undip

Semarang, Momentum – Selasa (04/09/2018), Advokesma BEM Undip telah kembali mengadakan diskusi Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester lanjut. Diskusi kali ini diadakan di pelataran Gedung A Fakultas Kedokteran. Diskusi dimulai sekitar pukul 19.40 WIB dengan dihadiri oleh mahasiswa dari fakultas dan sekolah vokasi yang ada di Undip, para petinggi–petinggi BEM fakultas bahkan Ketua Himpunan turut hadir, selain itu juga mengundang rekan–rekan dari ekstra gerakan mahasiswa yang ada di Undip. Namun sayangnya diskusi kali ini tidak dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip.
Diskusi kali ini membahas UKT semester lanjut, diskusi diawali dengan pemantik yang dipaparkan oleh Kabem FT, FPP dan FIB periode lalu. Mereka masing–masing memaparkan kilas balik tentang gagalnya audiensi yang telah dilakukan dengan pihak rektorat mengenai UKT Semester 9. Kegagalan ini disebabkan karena pihak rektorat selalu memberikan alasan yang sama, yaitu bahwa mahasiswa semester 9 masih menggunakan fasilitas kampus.
Fajar, perwakilan Advokesma BEM Undip memaparkan sekilas pergerakan UKT tahun ini. Pergerakannya sudah diawali dari bulan Maret dengan pembentukan tim perwakilan dari fakultas, lalu mengumpulkan data–data UKT per fakultas, Kemudian diskusi di FPIK pada 16 April 2018 yang hasil ekskalasi selanjutnya berupa pembentukan Aliansi Gerakan Aku Cinta Undip dan evaluasi kinerja rektor, dilanjutkan screening film di FPIK tanggal 19 April 2018, lalu diskusi kembali terkait pencerdasan UKT di Sekolah Vokasi. “Kita waktu itu sempat panas tapi entah kenapa di perjalanan akhirnya, isu ini emang seperti dibilang Mas Rais, kalau Undip itu latah cuman panas ketika kampus lain bias,” Ujar Fajar.
Dilanjut oleh Azhar Taufiqurahman selaku ketua BEM Fakultas Teknik memaparkan bahwa memang audiensi kali ini fokus membahas UKT semester lanjut, Ia menilai bahwa isu ini belum dibahas hingga tuntas. “Sebelumnya, UKT semester lanjut hanya dikaji oleh Kesma karena dirasa sampai bulan November, empat tuntutan yang kami usung sebelumnya (perihal transparansi dana, student loan, UKT semester 9, dan kaderisasi) di Widya Puraya tidak bisa kami sanggupi untuk dibawa,” lengkapnya.
Ketua BK-MWA unsur mahasiswa, Achmad Izzudin menjelaskan bahwa sesuai RKAT keuangan Undip selama 2017 dan 2018 dalam keadaan baik-baik saja. Belum ada estimasi yang jelas mengenai pembiayaan beban Undip bagi mahasiswa semester lanjut. Pihak rektorat menurutnya masih meraba-rava terkait data mahasiswa yang berada pada semester lanjut maka masih diperlukan sumbangsih bantuan data-data dari mahasiswa. “Saat angkatan 2016 masuk, kakak-kakak tingkatnya pun pernah memperjuangkan agar SPI jangan sampai diterapkan dan UKT jangan sampai naik. Kalau dulu alasannya rektorat itu Undip sedang mengalami defisit saat menghadapi PTNBH, itu alasannya dulu mengapa ada SPI dan UKT akan dinaikkan walau pada akhirnya tidak jadi. Sebenarnya Undip setiap tahunnya tidak pernah kekurangan dana. Permasalahannya ada dua kemungkinan yaitu kemampuan dan kemauan,” pungkasnya. Kesimpulan dari apa yang telah dipaparkan adalah bahwa masalah kemauan dari pihak rektorat dalam menanggapi UKT semester lanjut untuk diringankan.
Setelah perwakilan dari beberapa BEM fakultas, dilanjutkan dengan penyampaian pendapat oleh beberapa perwakilan mahasiswa dari semester lanjut. Diawali dengan penyampaian suara dari Reza Pahlevi perwakilan dari FSM yang menyatakan bahwa lebih dari lima ratus mahasiswa semester lanjut masih belum lulus dari FSM dikarenakan waktu pemelitian yang cukup lama. Menurutnya seharusnya Undip layak memberikan toleransi. Menilik ke fakultas lain, secara garis besar kendala yang dihadapai adalah mahasiswa yang diterima tidak sebanding dengan jumlah dosen pembimbing. Reza setuju bahwa tema kajian mengenai UKT semester lanjut ini memang harus difokuskan.
Kemudian perwakilan dari fakultas teknik yaitu dari Departemen Teknik Komputer terdapat Muhammad Burhanuddin yang juga merupakan mahasiswa semester 9 mengatakan bahwa saat ini di Teknik Komputer hanya memiliki tiga ruang kelas, sedangkan jumlah mahasiswa yang ada tidak sebanding dengan ketersediaan ruang kelasnya. Keadaan ini dirasa tidak sesuai bila mahasiswa lanjut masih tetap harus membayar penuh UKT.
Diskusi sempat berlangsung cukup panas saat sesi tanggapan dibuka. Tak sedikit yang memberikan masukan kepada BEM Undip agar eskalasi gerakan aliansi ini berlangsung dengan matang dan apik hingga tercapai tujuan yang selama ini dipandang tidak pernah selesai. Keinginan audien yang hadir di forum saat itu adalah aspirasi mengenai tema ini didengarkan oleh pihak rektorat demi terwujudnya keadilan bagi mahasiswa semester lanjut. Untuk langkah berikutnya sedang dikaji kembali oleh aliansi BEM se-Undip dengan besarnya harapan mahasiswa dapat satu suara untuk turut mengawal hal ini. (Momentum/Febri dan Galih)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Kajian PSDKU Undip di Batang

adminMay 6, 2018

Kajian UKT dan Pemutaran Film “UKT Undercover”

adminApril 21, 2018

Himpunan Mahasiswa Elektro Resmi Hidup Kembali

adminOctober 25, 2017

UKT Semester 9, Fokus BEM Undip Terpecah

adminJune 12, 2017